Trail LOVE

Trail LOVE
63. Hari Pernikahan


__ADS_3

Sejak pertemuan dengan Disya malam itu. Kenan berhasil menjalankan rencananya dibantu oleh Revan, mereka berhasil membuat Disya dan Cindy mabuk sehingga Kenan dan Revan mengetahui rencana licik Disya yang akan menggagalkan pernikahan Kenan dan Thalita.


Bahkan tanpa sadar Disya membongkar kejahatan yang sudah ia lakukan dan menceritakan bahwa dirinyalah yang membayar orang untuk masuk ke Basecamp Revan dan memutus tali rem motor Thalita. Sehingga menyebabkan Thalita kecelakaan parah malam itu yang membuat Thalita harus menjalankan operasi di kakinya.


Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi Kenan membawa Disya dan Cindy yang masih dalam keadaan mabuk ke Resortnya dan meninggalkannya disana tanpa ponsel sampai hari pernikahan Kenan dan Thalita.


Mereka dijaga ketat oleh pengawal Kenan, agar tak mencurigakan saat mereka sadar mereka dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada. Seperti Spa, kecantikan dan fitnes. Semua itu Kenan lakukan agar Disya tak dapat melakukan rencana yang telah ia buat untuk menggagalkan pernikahan Kenan dan Thalita.


Kenan memberikan buket bunga melalui pelayannya.


"Nona, ini pemberian dari Tuan Kenan untuk Nona Disya" ucap Pelayan itu sambil memberikan bunga itu.


"Kenan? aahhh so sweet.." ucap Disya dengan senyuman yang berhamburan diwajahnya sambil mencium bunga pemberian Kenan. Dia melihat ada kartu diselipkan diantara bunga-bunga itu. Disya membukanya kemudian membacanya.


Nikmatilah semua pemberianku ini,


Aku akan segera kembali dan menjemputmu


Tunggu Aku


Kenan.


Wajah Disya merah merona saat membaca pesan dari Kenan dikartu itu.


Pagi ini Hotel Abella sudah ramai para wartawan yang ingin meliput hari istimewa ini. Bagaimana tidak, hari ini adalah Hari pernikahan sang Pengusaha muda ternama Kenan Abrisam CEO Azzura Corp dan Thalita Wilona Dermawan.


Dekorasi Wedding yang cantik Full outdoor dan indoor. Foto-foto saat Praweding pun sudah tertata rapih disetiap sudut Hotel agar terlihat oleh mata para pengunjung yang datang.


Rangkaian papan bunga ucapan "Happy Weeding" untuk Kenan dan Thalita sudah memenuhi Main Lobby Hotel Abella. Semua itu kiriman dari para Kolega Kenan dan Bayu.


Kenan mengundang semua para kolega nya dan juga semua karyawan Azzura Corp. Begitu juga Bayu yang turut serta mengundang para kolega dan seluruh karyawan diperusahaannya itu tak terkecuali semua penghuni kampus tempat Thalita kuliah.


Bayu mengerahkan undangan kepada Dosen pembimbing untuk para mahasiswa dan mahasiswi. Namun beda halnya dengan Thalita, ia tak mengurusi soal undangan. Ia hanya mengundang teman-teman geng motornya melalui chat group. Bahkan Thalita juga membelikan mereka setelan jas.


Setiap Undangan akan mendapatkan nomor yang akan diundi untuk mendapatkan Doorprize mewah.


Tak kalah Rico pun memberikan discount 75% untuk semua Fasilitas Hotel Abella selama 3 hari. Tentu saja itu membuat Hotelnya ramai pengunjung hingga staff kewalahan. Begitu juga dengan Mall milik Kenan yang mengeluarkan discount besar-besaran.


Kenan mengadakan Pesta yang sangat meriah. Bahkan Thalitapun tidak mengetahui akan seperti apa pestanya karna Kenan mengurusnya sendiri, ia ingin memberikan kejutan kepada Thalita dan menjadikannya Ratu. Persiapan ini hanya membutuhkan waktu 1 minggu.


Kenan juga memperketat penjagaan di sekitar Hotel Abella. Tamu yang datangpun harus menscan barcode terlebih dahulu yang telah disediakan panitia. Sehingga tamu yang tak diundang tidak akan bisa masuk karna nama tidak ada didalam daftar undangan.


Janji suci telah diucapkan dengan lancar, Kenan dan Thalita benar-benar melewati hari bahagia ini dengan senyuman. Thalita yang begitu cantik dibalut gaun pengantin putih yang indah dan Kenan dengan setelan Jasnya begitu tampan dengan tatanan rambutnya yang rapih.


Pesta berlanjut hingga malam hari, Thalita sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun malam yang indah dan eleghant. Tidak ada kursi pelaminan, hanya ada Round table khusus Family, VIP dan umum. Itu adalah keinginan Thalita yang tidak menginginkan pelaminan agar Thalita bisa leluasa berbaur dengan tamu-tamunya terutama teman-temannya. Namun ternyata pemikiran Thalita salah, justru Thalita malah tidak bisa menemui teman-temannya karna harus mengikuti Kenan menyambut tamu-tamu nya.


Mereka menyambut semua para tamu yang tak habis-habisnya. Kenan mengajak Thalita berkeliling menyambut para Kolega nya dan memperkenalkan Istri cantiknya.


"Ken, udahan yuk kelilingnya.. aku cape" keluh Thalita

__ADS_1


"Oke.. ayo kita duduk" ajak Kenan


Saat Kenan mengajak Thalita untuk istirahat, salah seorang Kolega Kenan menyapa. Sehingga Kenan terpaksa berhenti untuk menyapanya kembali.


Thalita masih bersabar menunggu Kenan yang masih berbincang dengan kolega nya itu. Namun akhirnya Thalita sudah tak tahan ia pun mencubit pinggang Kenan yang tertutup oleh lengan Thalita.


Kenan membulatkan matanya menahan rasa sakitnya agar tak terlihat oleh koleganya.


"Kamu ngapain sih..sakit" bisik Kenan


"Ini belum seberapa, aku bisa kasih lebih dari ini kalau kamu masih belum berenti buat mamerin istri kamu ini" jawab Thalita sambil berbisik


Kenan menelan salivanya, ia teringat bahwa istrinya sedang lelah. Ia pun pamit kepada koleganya karna ia tau keselamatannya sedang terancam hhaha...


Salah Kenan sih, cewek tomboy dinikahin hahhaa...


Sesampainya dikursi Thalita langsung duduk masih dengan wajah cemberutnya membuat Kenan gemas.


"Kamu tuh tega banget sih..dari tadi aku minta istirahat masih aja diajak keliling" ucap Thalita kesal.


"Kamu saja yang payah..baru jalan sebentar sudah ngeluh" kenan terkekeh hingga membuat Thalita membulatkan matanya


"Payah kamu bilang!!" ujar Thalita lalu membuka sepatunya dan mengangkatnya dan menunjukkan kepada Kenan.


"Nih kamu liat, liat baik-baik. Kamu pikir enak jalan pake sepatu kaya gini" ujar Thalita sambil membuang sepatu High heels nya kebawah.


Kenan menyentikkan jarinya dengan sigap Pria tegap yang memakai setelan jas serba hitam dibelakangnya mendekat dan membungkuk hormat.


"Ada yang bisa dibantu Pak?"


"Ambilkan sepatu Istriku, cepat!!" perintah Kenan


"Baik Pak" jawab pengawal itu dan berbicara melalui headset nya.


Tak butuh waktu lama sepatu Thalita telah sampai. Thalita pun merasa nyaman setelah memakai sepatu ketsnya.


"Bagaimana, sudah nyaman?" tanya Kenan


"Banget..nyaman banget. Hah..sepatu kets tuh emang the best" jawab Thalita


Kenan tersenyum heran melihat istrinya itu, biasanya para wanita lebih menyukai sepatu heels agar terlihat anggun namun beda dengan Thalia ia justru malah membenci sepatu heels.


"Dasar wanita aneh" gumam Kenan, namun terdengar oleh Thalita


"Apa kamu bilang?? Wanita aneh? Maksud kamu Aku??" ujar Thalita


"Bu-bukan kamu.. itu wanita yang disana aneh" jawab Kenan berbohong.


"Hahh..serah deh. Udah sana kamu lanjutin lagi menyambut tamu-tamu kamu, aku juga mau nyambut temen-temen aku" ujar Thalita kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan Kenan.

__ADS_1


"Lohh...hey" Kenan terheran dan memanggil Thalita namun Istrinya tak menggubrisnya. Kenan menghela nafasnya melihat punggung Thalita yang semakin jauh.


Revan melihat Kenan yang duduk sendiri dan menghampirinya. Ada informasi yang harus ia beritahukan kepada Kenan.


"Ken, kayaknya Disya udah mulai curiga nih.. Dia inget hari ini hari pernikahan lo" ucap Revan dengan hati-hati agar tak ada yang mendengar selain Kenan.


"Lalu?" tanya Kenan dengan santai.


"Tadi anak buah lo lapor, katanya dia berusaha kabur untungnya pengawal disana sigap jadi Disya bisa ketangkep" ucap Revan


"Lalu?" tanya Kenan lagi masih dengan gaya santainya.


"Pengawal terpaksa ngunci Disya dari luar karna dia berusaha berontak" ucap Revan


"Bagaimana dengan Cindy?" tanya Kenan


"Nahh gitu dong,, nanya jangan lalu lalu mulu" ujar Revan


"Si ulet bulu si jangan ditanya, dia masih nikmatin fasilitas disana, dia mah anteng aja karna dia diperlakukan udah kaya Ratu" ucap Revan


"Sekarang langkah selanjutnya apa? Lo mau langsung bebasin mereka atau bagaimana?" tanya Revan membuat Kenan berfikir. Expresi wajahnya berubah menjadi serius dan menakutkan saat ia menyunggingkan senyumnya. Kenan memberitahukan langkah selanjutnya kepada Revan.


Mereka tak sadar sedaritadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Wanita itu menghampiri mereka karena penasaran drngan obrolan mereka.


"Kalian lagi ngomongin apa?" tanya Thalita.


Suara Thalita membuat dua Pria itu terkejut. Tanpa sengaja Revan dan Kenan saling tatap. Thalita semakin penasaran saat wajah mereka berubah seperti orang panik.


"Kok panik gitu. Kalian lagi ngomongin apa tadi?" tanya Thalita lagi


"Ti-tidak ada?" jawab Kenan sambil mengusap tengkuknya


"Muka kalian tuh serius banget tadi, kalian lagi sembunyiin sesuatu ya? atau kalian lagi rencanain sesuatu?" tanya Thalita dengan tatapan menyelidik


"Kepo lo ahh... Dah ahh gw kesana dulu mau cari makan..." ujar Revan kemudian berlalu meninggalkan Kenan dan Thalita. Lebih tepatnya Dia melarikan diri dari serangan tajam Thalita.


Dengan cepat Thalita menahan lengan Revan.


"Mau kemana lo? jangan boong yaa..lo tuh udah makan banyak tadi. Bilang aja lo mau kabur kan" tegas Thalita


"Mak-maksud gw mau cari mangsa. Tuh liat cewek disini cantik-cantik sexy lagi.. sayang kalo dilewatin. Daahh. Ken jangan lupa ntar malem praktekin yang gw ajarin tadi" ujar Revan membuat Thalita terkejut.


"Apa! jadi tadi itu mereka lagi ngomongin malem pertama" gumam Thalita dalam hatinya.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2