Trail LOVE

Trail LOVE
95. I Miss You..


__ADS_3

Pria itu perlahan melangkah, setelah dekat tangannya terjulur menutup mata Thalita. Membuat Thalita terkejut. Begitu juga dengan safira yang tak kalah terkejut saat melihat wajah kedua pria itu.


"Ehh siapa sih..." pekik Thalita lalu menyentuh tangan yang menutup matanya dan membukany.


"Sayang..." panggil Thalita secara histeris saat menoleh kebelakang dan terpampang jelas wajah tampan sedang tersenyum padanya.


Thalita bangun dari duduknya dan berhambur memeluk suami yang ia amat rindukan. Kenan membalas pelukannya dan menghujani wajah istrinya dengan kecupan.


"I Miss You.. Really..Really Miss You"


"Miss you too.."


Mendadak Safira menjadi gugup melihat pemandangan itu. Tapi sebenarnya bukan hanya itu penyebab rasa gugupnya. Melainkan ada suatu hal yang membuatnya gugup dan salah tingkah.


"Ekhem..." Safira berdehem sehingga Kenan melonggarkan pelukannya


"Kenapa lo? Pengen?" tanya Thalita sambil melepaskan pelukannya


"Ngga apa-apa, cuma sakita aja mata gw liatnya" jawab Safira


"Sayang, ayo kita pulang" ajak Kenan yang sudah tidak tahan ingin melampiaskan rindu pada istrinya itu.


"Yahh.. nanti ya, aku lapar jadi kita makan dulu yaa. kamu dan Axe juga pasti belum makan kan..Axe pasti lapar, iya kan Axe"


"Ahh..i-iya Nyonya Bos"


"Yasudah biar dia makan kita pulang, hari ini aku akan masak enak untukmu"


"No..no... Aku lagi pengen makan ini, lagipula sampe rumah belum tentu aku bisa langsung makan. Emang kamu mau aku sakit lambung" cerocos Thalita kepada Kenan.


Mendengar itu bukannya marah Kenan malah tersenyum melihat istrinya seperti itu. Inilah yang ia rindukan dari istrinya. Cerewet, bawel, jutek dan galak tapi terlihat menggemaskan dimata Kenan.


Setelah dirasa sudah lengkap semua makanan yang dipesan, mereka langsung menyantap makanan itu tanpa ada obrolan. Karna Kenan paling tidak suka ada pembicaraan saat makan.


Safira kali ini makan dengan perlahan, sebenarnya ini bukan tipikal Safira tapi karna ada Axe disampingnya yang membuatnya gugup dan salah tingkah terlebih lagi ia juga harus menjaga image nya sebagai wanita disamping Pria ini.

__ADS_1


"Emm.. kok makanan gw rasanya ngga seenak biasanya ya.." ujar Thalita, semua mata pun melirik ke arahnya, menatap heran karna makanan masih sama rasanya seperti pertama mereka makan disini.


Tatapan Thalita beralih ke makanan Safira yang terlihat enak menurutnya.


"Fir..gw cobain dong makanan lo" panggil Thalita, dan Safira hanya mendelik menatapnya sebagai jawaban sambil menggeser piringnya mendekatkan ke Thalita. Buat Safira hal yang dilakukan sahabatnya ini bukanlah hal biasa. Sehingga ia sudah tak kaget lagi


Thalita mengambilnya sesuap, setelah dicicipi ia langsung menyeruput minumannya karna rasanaya yang tidak enak.


"Lo lagi diet ya?" tanya Thalita


"Engga, kenapa emang" jawab Safira


"Hambar.. ngga ada rasa makanan lo" ucap Thalita sambil menggerakkan kedua bahunya


"Ada kok rasanya, enak juga" ucap Safira setelah menyuapkan makanannya kedalam mulutnya dan mengecapnya untuk meyakinkan rasa.


"Sayang..habiskan makanan mu, dan jangan banyak bicara" ujar Kenan yang melihat Istrinya tidak makan tapi malah nyerocos ngomentarin makanannya Safira


"Ngga ahh, makanan aku ngga enak. Makanan kamu enak ngga?" jawab Thalita dan melirik piring Kenan yang berisi


"Ngga ahh... dari modelnya kayany ngga enak. Aku ngga suka" Thalita menjauhkan wajahnya dari sendok yang disodorkan Kenan


"Ini enak sayang, kamu coba dulu baru komentar. Nih buka mulut kamu aaa..." Kenan memajukan sedikit sendoknya kearah mulut Thalita membuatnya memundurkan sedikit wajahnya dan tatapannya beralih ke piring Axe.


"Axe..kamu pesen apa, kayanya enak tuh. Aku cobain dong" tanya Thalita membuat Axe menahan tangannya yang hendak menyuapkan sendok berisi makanannya itu ke mulutnya.


"Hahh!!! ta-tapi..." jawab Axe gugup apalagi Kenan menatapnya tajam seolah-olah memberikan ancaman kalau sampai Axe memberikan makanannya kepada Thalita.


Axe heran kenapa Nyonya Bos ingin makanan yang ia makan. Bukan hanya Axe tapi Kenan pun tersontak kaget hingga membulatkan mata nya.


"Dikit aja pelit banget si" ketus Thalita sembari tangannya menjulur ke piring Axe karna tidak ada jawaban dari Axe.


"Sayang, kamu apa-apaan sih?" tegas Kenan sambil menahan tangan Thalita


"Kenapa si..Aku cuma mau cobain makanannya dia, emang ngga boleh" ketus Thalita

__ADS_1


"Ngga boleh. Aku tidak suka kamu makan makanan dari piring yang sama dengan orang lain apalagi dengan laki-laki lain" tegas Kenan


"Ahh lebay banget si, cuma minta dikit doang aja" Thalita menarik paksa tangannya dengan wajah cemberutnya.


"Bukan begitu, kalau kamu mau kan bisa pesan sayang. Ngga harus minta bekas dia kan?" ucap Kenan mencoba menenangkan istrinya.


"Ngga, aku maunya yang punya Axe, kalo pesen baru pasti rasanya lain. Lagipula itu bukan bekas mulut dia kan. Kalau sendoknya baru bekas mulut dia" ujar Thalita dengan nada sedikit marah.


"Kamu tuh baru dateng aja udah nyebelin banget si.. orang tuh ya kalau baru ketemu itu romantis, kalem, minta apa aja diturutin..bukan malah berantem kaya gini. Dahlahh aku ngga mau makan" sambungnya lalu melipatkan kedua tangannya didadanya dan membuang muka dari Kenan.


Tentu saja sikapnya ini membuat Kenan heran. Tapi Kenan tak ambil pusing soal itu, mungkin saja istrinya memang lagi manja karna lama ngga ketemu.


"Oke oke, maafin aku yaa.. biar aku suapi ya.." Kenanpun mengalah dan menyondakkan makanan Axe menyuapinya kemulut istrinya dengan lembut.


"emm...enakkk.. Axe sini buat aku aja. Kamu pesen lagi aja" wajah Thalita berbinar setelah makan makanan itu. Entahlah rasanya makanan bekas Axe itu terasa nikmat sekali dimulutnya.


"ehh ja-jangan nyonya.. itu kan bekas Saya.." Axe terkejut karna piringnya dengan cepat sudah melayang ditangan Thalita


"Ngga apa-apa.. ini enak banget.." ucap Thalita dan langsung melahap makanan itu dengan piring yang masih berada ditangannya.


Axe melongo seketika begitu juga dengan Kenan yang melihat kelakuan bar bar istrinya.


"Kalian pasti heran yaa liat dia makan kaya gitu. Gw si udah biasa" ucap Safira santai


"Apa! Maksud kamu? Apa setiap hari dia makan seperti ini?" tanya Kenan dengan sorot mata yang tajam meminta penjelasan.


"Apa dia juga selalu meminta makanan orang lain?" tanya Kenan lagi kepada Safira, karna yang diajak bicara tidak memberikan jawaban.


Kenan menyandarkan badannya ke kursi dan menghela nafasnya panjang saat Safira memberikan anggukan sebagai jawaban dari pertanyaannya.


"Dan kalau makan ngga cukup satu porsi" sambung Safira, membuat Kenan semakin terkejut.


Benar saja yang diucapkan Safira. Thalita sudah nambah 3 porsi makanan hari ini. Dan anehnya makanan yang dia makan selalu makanan yang sudah dicicipi Axe.


Axe sendiri antara takut dan kesal menanggapinya. Ia takut jika menolak Thalita akan marah, namun isa juga takut kalau memberikan makanan yang sudah ia makan Bos nya yang akan marah. Tapi dari semua itu Axe lebih merasakan Kesal yang teramat dalam. Bagaimana tidak, baru saja satu suap makanan itu mendarat dimulutnya merasakan nikmatnya makan, dan meresapi cita rasa dati makanan itu tapi ia harus merelakan makanannya untuk orang lain.

__ADS_1


"Yaa Tuhan, apa seperti ini rasanya yang namanya sakit hati karna putus cinta. Sakit sekali rasanya huhhf... Baru saja aku jatih cinta dengan makananku tapi sudah diambil orang. Kalau begini terus bagaimana aku bisa makan dengan tenang" gumam Axe kesal dalam hatinya.


__ADS_2