
Dijalan xxx terlihat sekumpulan anak-anak motor telah bersiap. Malam ini akan ada pertarungan sengit antara komplotannya Thalita dengan geng Garage.
Werrr...werr...werrr...
Suara motor Thalita menggelegar.
"Nahh tuh dia orangnya udah dateng" ucap Dino.
Toss.. Thalita menyapa temannya dengan salaman ala laki-laki.
"Mana motor yang mau gw bawa" tanya Thalita kepada Revan
"Nihh.. udh gw prepare udah di tes juga pokonya aman" ucap Revan
"Okee...aman yaa. Awas aja kalo ada trouble ama nih motor, gw patahin tangan lo" ancam Thalita
"Busettt....ngeri amat mba. Udah lo tenang aja, percayakan sama ahlinya" ucap Revan sambil menepuk dadanya.
Greng..greng...greng...
Thalita sudah siap di atas motornya, posisi sudah di garis START ala-ala. Yaa ala-ala karna ini adalah balap liar yang rute nya adalah jalan raya umum.
Ready.... 1,2, GO!!!
Ke 2 motor itu pun melaju kencang sangat kencang.. posisi depan adalah motor Daniel anak Garage, dan disusul Thalita. Pertarungan balap liar makin menegangkan. Makin jauh makin kencang lagi motor melaju. Thalita sangat lihai memainkan gas motor nya.
Setelah beberapa meter sampailah mereka di Finish. Dan pemenangnya adalah Thalita.
"Woooo.....yesss" komplotan Thalita bersorak sambil tepuk tangan atas kemenangan Thalita.
Namun Daniel tampak kesal karna tidak terima kekalahannya. Thalita turun dari motornya dan menghampiri Daniel.
"Mana sini kunci motornya" ucap Thalita
"Kita balap sekali lagi, kalau kali ini lo menang baru gw kasih motornya" ucap
"Apahh...!!!! trus kalo gw kalah gw ngga dapet tuh motor??? Hehhh... enak aja lo. Sportif doong!!!!" Ucap Thalita kepada Daniel
"Mau atau ngga gitu aja...kali ini gw bakal kasih motornya asal lo lawan gw sekali lagi" tantang Daniel
Thalita mulai emosi matanya melotot, wajahnya penuh amarah. dia tariklah baju Daniel hingga muka mereka berdekatan.
Revan dan yang lainnya tidak bisa merelai. Mereka tau bagaimana Thalita kalau sudah marah.
"Lo jangan macem-macem ya sama gw.. gw paling ngga suka dimainin kaya gini" ucap Thalita sinis tanpa melepas cengkraman tangannya dibaju Daniel
__ADS_1
"Kenapa?? Lo takut??" Daniel senyum sinis
Dan Bugg... 1 tonjokan melayang kewajah Daniel dan mengenai bibirnya hingga berdarah.
Kemudian Daniel hendak membalas namun kebaca oleh Thalita. Ditangkis lah tangan Daniel lalu 1 tonjokan lagi dari Thalita, kali ini perut Daniel kena tonjok. Merasa tak puas Thalita menendang Daniel hingga jatuh.
Thalita masih belum puas melihat Daniel babak belur, ingin rasanya dia menginjak wajah nya namun tiba-tiba ada mobil dengan lampu menyala diatapnya.
"Thal cabut polisi..." Revan dan yang lain langsung pergi dengan motor masing-masing.
Thalita pun menaiki motor trailnya hendak kabur tapi..
"Waduhh...konci motor gw mana nih.." Thalita kebingungan karna kunci motornya hilang.
"Ahhh sialan.. anak-anak udah ngga ada lagi. Gimana gw kabur ini..lari aja dahhh" gumam Thalita. Thalita pun turun dari motor hendak lari. Namun sialnya terlambat.
"Berhenti... kalau tidak saya tembak kamu" teriak polisi
"Aduhhh....mampus gw" Thalita pun berhenti. Sedangkan Daniel hanya pasrah karna perutnya kesakitan hingga sulit untuk melarikan diri.
Polisi membawa Thalita dan Daniel kekantor polisi.
Sesampainya dikantor polisi, Thalita dan Dhaniel di introgasi. Mereka pun akhirnya dibebaskan dengan syarat dijemput oleh orang tua masing-masing. Jika tidak mereka akan ditahan.
Thalita tidak tau harus menghubungi siapa. Dia tidak ada keberanian menghubungi ayahnya. Kalau Ayahnya tau dia ada masalah seperti ini, semua fasilitas dicabut dan motor Trailnya dijual.
"Cowo itu.. ahh iya gw minta tolong dia aja, dia kan masih punya utang sama gw" ucap Thalita dalam hati.
"Pak kebetulan Ayah saya lagi diluar kota Pak, jadi saya minta jemput kakak saya aja ya Pak? Boleh kan?" tanya Thalita kepada Pak Polisi.
"Harus orang tua tidak bisa diwakilkan. Kalau Ayah kamu tidak bisa, Ibu kamu kan bisa" jawab Pak Polisi tegas
"Tapi..Ibu saya udah lama meninggal Pak" ucap Thalita sedih
Pak Polisi pun menghela nafasnya, dan dilihatnya raut wajah Thalita.
"Ya sudah, telfon kakak kamu sekarang atau saya masukin kamu ke sel" ucap Pak Polisi
"Ehh jangan Pak.. Baik Pak saya telfon kakak saya dulu. Permisi Pak" jawab Thalita
Nuut...nuuut...nuuut...
Panggilan pertama tidak ada jawaban.
Nuut...nuuuut...nuuut...
__ADS_1
"Aduuuuh angkat dooong, cuma lo harapan gw satu-satunya" Thalita mulai panik
Dan akhirnya terdengar suara laki-laki dari Handphone nya.
"Halo.."
"Halo.. ini gw Thalita, gw yang nganterin lo waktu itu kekantor, masih inget kan?"
"Tha lita??" Kenan bingung
"Iya yang pake motor Trail ingetkan"
"Oh iya.. Ada apa ya"
"Gw mau nagih utang, inget lo belom bayar imbalan gw"
Kenan melihat jam dimejanya dilihatnya. Saat ini waktu menunjukan pukul 2 dini hari.
"Heyy.. apa kamu sudah gila, sekarang ini jam 2, dan kamu telfon saya malam-malam hanya untuk nagih utang.. yang benar saja, apa kamu tidak punya sopan santun hahhh....!!!!" "Dasar Gadis aneh.. mengganggu saja" Kenan kesal dan menutup Telfonya.
"Ahhh sialan..dimatiin lagi" Thalita pun mecoba menghubungi kenan lagi.
"Ada apa lagi? "
"Aduhh pliss pliss pliss... gw lagi ada masalah nih. Gw butuh banget bantuan lo, gw mau minta bantuan siapa lagi.. Help me Plisssss...." Thalita memelas berharap kali ini akan berhasil
"Oke kamu minta bantuan apa?"
"Tolong jemput gw sekarang dikantor polisi"
"Whatt!!!! Kantor Polisi, maaf aku tidak akan berteman dengan narapidana"
"Eh.. bukan bukan... gw bukan napi"
"Lalu?..."
"Jadi..tadi ada yang mau nyelakain gw, gw takut. Tolong jemput gw ya... Pliiiissss"
Suara Thalita seperti mau nangis. Kenan pun akhirnya setuju karna tidak tega mendengar Thalita menangis.Biar bagaimanapun dia perempuan mungkin saja dia dilecehkan.
.
.
...----------------...
__ADS_1
Terima kasih buat yg udah baca sampai episode ini.. 🥰🥰
Minta sarannya ya dikolom komentar🙏🙏🙏