Trail LOVE

Trail LOVE
85. Ayah..Aku mencintainya


__ADS_3

Masih dengan duduk bersimpuh Kenan menangisi kepergian istrinya. Axe menghampirinya dan membantunya untuk berdiri. Baru kali ini ia melihat Bos nya itu menangisi wanita dan rela memohon kepada orang demi wanita. Axe membawa Kenan kekamarnya untuk beristirahat.


Revan, Winda dan Safira memandangnya iba. Mereka tak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Revan menyesal telah memberitahu Bayu tentang kecelakaan itu. Awalnya ia pikir dengan memberitahu semuanya akan memperbaiki keadaan bukan memperburuk keadaan seperti ini.


Malam semakin larut, Bayu tidak langsung membawa Thalita kejakarta, ia membawa Thalita ke hotel karna pesawat Jet sudah membawa Vina dan Disya lebih dahulu ke jakarta. Rencananya Bayu akan pulang menggunakan pesawat bisnis esok hari.


Disebuah kamar hotel suite room terdengar suara tangis seorang perempuan. Ia merasakan sakit dihatinya dan sesak didadanya. Sakit yang ia rasakan bukanlah sakit karna dikecewakan melainkan sakit karna tak sanggup untuk terpisah dari laki-laki yang ia cintai.


Bayu menghampiri Thalita dan membelai rambutnya. Sungguh tak tega melihat putri semata wayangnya itu menangis seperti itu. Sebenarnya Bayu tidak menyalahkan Kenan atas kejadian ini. Ia paham benar kenapa Kenan merahasiakan Disya. Revan sudah menjelaskan semuanya. Bayu hanya tidak ingin Thalita terluka lagi.


"Lita, maafin Ayah yaa.."


"Kenapa Ayah meminta Lita nikah sama Kenan, dan sekarang saat kami sudah saling mencintai Ayah minta kami pisah..sebenernya apa yang Ayah mau untuk kehidupan Lita. Apa Ayah sadar, Ayah udah kasih Lita kebahagiaan tapi dengan cepat Ayah ambil kebahagiaan itu dan membuangnya. Lalu sekarang Ayah minta maaf.. untuk apa Ayah? Bukankah ini yang Ayah mau?"


"Sayang, pahamilah. Ayah cuma ngga mau kamu dalam bahaya. Disya ngga akan berhenti untuk celakain kamu, dia bisa saja membunuhmu kalau kamu masih bersama Kenan"


"Tapi Lita cinta sama Kenan Ayah.. Lita ngga sanggup pisah sama Kenan. Ayah..tolong lita..hiks.." Thalita menangis dengan tersedu-sedu membuat Bayu menariknya kedalam pelukannya dan mengusap kepalanya seraya memberikan ketenangan.


"Maaf Lita, Ayah takut kehilangan kamu. Mungkin ini jalan terbaik agar kamu bisa hidup dengan tenang. Kenan memang mencintaimu, tapi dia tidak bisa melindungimu" ucap Bayu. Mendengar itu Thalita langsung menarik tubuhnya hingga terlepas dari pelukan Ayahnya.


"Ayah sendiri gimana? Bagaimana dengan Bunda..Ayah ngga bisa berbuat apa-apa kan waktu Bunda menyalahkan Lita dan lebih memilih membela Disya bahkan Bunda berani membentak Lita, apa yang Ayah lakukan? Apa Ayah melindungi Lita?? engga kan..?? Ayah malah membela istri Ayah itu. Lalu buat apa Lita hidup hikss..."


"Dulu..Lita punya Ibu yang selalu ada buat Lita.. dan sekarang Lita punya Kenan Yah.. Lita punya Kenan yang bisa membuat Lita nyaman. Lita bahagia sama dia Ayah.."

__ADS_1


Bayu hanya terdiam, tak bisa berkata lagi melihat putri semata wayangnya itu menangis tersedu dan mengutarakan isi hatinya. Hati Bayu seakan tersayat pisau yang tajam mendengar tangis putrinya itu. Tangis Thalita semakin pecah saat Bayu kembali memeluknya.


Sementara di Resort, Kenan memandangi langit dari balik jendela namun yang nampak hanya wajah Thalita bukan langit. Ia membiarkan angin laut menyapu wajahnya yang sedih, dinginnya angin pun tak dapat ia rasakan, yang dia rasakan adalah perih dihatinya.


"Thalita....aku merindukanmu"


Disela lamunannya suara ponselnya berbunyi notifikasi pesan masuk.


Ia meraih ponselnya dan membaca pesan yang baru saja masuk. Wajahnya berubah sumringah, matanya berbinar dan bibirnya tersenyum. Terlihat sekali kebahagiaan muncul dari wajahnya.


"Datanglah ke Hotel xxx besok pagi, dan jemput istrimu.. ini kesempatan terakhirmu dan tak ada lagi kesempatan kedua. Camkan itu !!"


Karna saking bahagianya mendapat pesan itu, Kenan tak perlu menunggu hingga besok, malam itu juga ia datang ke Hotel yang diberitahukan oleh Bayu.


Bayu membuka pintu dan terlihat Kenan sudah berdiri disana.


"Ayah.."


"Hahhh... dasar keras kepala. Aku menyuruhmu datang besok bukan malam ini" ujar Bayu sambil masuk kedalam diikuti oleh Kenan.


"Ayah.." panggil Kenan, Bayu pun menghentikan langkahnya tanpa menoleh.


Kenan bersimpuh dikaki Ayah mertuanya, membuat Bayu terkejut.

__ADS_1


"Terima kasih Ayah.. terima kasih atas kesempatan ini. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan aku berjanji akan selalu membuat Thalita bahagia dan menjaganya melebihi nyawaku sendiri"


Bayu mengalihkan pandangannya, enggan melihat menantunya yang memeluk kakinya. Air mata keluar, menetes dipipinya. Dia merasa terlalu kejam kepada pasangan yang saling mencintai.


Bayu sudah menyaksikan ketulusan cinta dari mereka berdua. Tak ada alasan lagi untuk memisahkan mereka.


"Bangunlah.. temui istrimu, tapi jangan kau ganggu tidurnya dia sangat menderita malam ini"


"Baik Ayah.." ucap Kenan, lalu ia berdiri dan menghampiri kamar Thalita.


Kenan membuka pintu kamar, menghampiri istrinya yang sedang terlelap. Ia pandangi wajahnya dan mengusap pipinya yang basah karna air mata.


"Aku berjanji sayang...begitu kau bangun, sudah tak ada lagi penderitaan. Aku akan memberikanmu senyum kebahagiaan. Mulai sekarang Aku akan mempertaruhkan nyawaku untukmu, tak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu"


"Aku mencintaimu, istriku.."


Kenan mengecup kening Thalita begitu dalam. Lalu membaringkan tubuhnya disamping istrinya, namun matanya tak dapat terpejam karna terus memandangi wajah istrinya.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2