
"Thal, hari ini lo kemana?" tanya Winda
"Ngga kemana-mana?" jawab Thalita
"Temen nyokap gw buka Cafe, katanya tempatnya enak banget.. kesana yuk? Mau ngga?"
Thalita terdiam, berfikir sejenak dengan ajakan Winda.
"Gw traktir deh..." ucap Winda
"Hehhee....ayo!" jawab Thalita tanpa ragi dan penuh semangat
"Halahhh....giliran gratisan aja lo gercep" ucap Winda sambil mendorong kepala Thalita dengan telunjuknya. Sedang Thalita hanya memamerkan barisan giginya kepada sahabatnya itu.
*******
"Win...tunggu" Teriak Revan memanggil Winda yang sedang berjalan berbalik arah.
"Lo mau kemana? Kok balik lagi si..emmm lo nyariin gw yaa hehhee..." ucap Revan.
Winda memang mencari Revan, ia ingin mengajak Revan ikut ke Cafe, namun ia melihat Revan sedang bersama teman-teman organisasinya. Tapi bukan itu yang membuat Winda kesal, namun ada gadis yang bergelayut manja dipundak Revan.
"Ahh..iya tadinya tapi ngga jadi" jawab Winda lalu membalikkan badannya hendak melanjutkan langkahnya namun Revan menahan tangannya sehingga ia langkahnya terhenti.
"Ehh tunggu, kok ngga jadi si, emang kenapa?"
"Ngga apa-apa, sebenernya gw mau traktir anak-anak gw pikir lo mau ikut tapi kayanya lo sibuk.."
"Ngga kok.. gw ngga sibuk. Kapan? sekarang yaa.. Ayo.." Revan meraih tangan Winda dan menariknya.
"Van..." panggil seorang wanita kepada Revan. Revanpun menoleh dan melepaskan tangan Einda dari genggamannya.
"Kita jadi kan ke Cafe? kamu udah janji loh sama aku mau ketemu mama" tanya wanita itu.
"Emm.. tapi..." Revan hendak menolak ajakan wanita itu, namun Winda langsung memoting perkataan Revqn.
"Sorry Van, ngga jadi. Next time ya.. lo lanjutin aja urusan lo" Winda langsung berbalik dan berjalan dengan langkah cepat meninggalkan Revan. Revan yang merasa ada sesuatu dari Einda itu akhirnya mengejar Winda.
"Win..tunggu. lo kenapa si"
"Kenapa? Gw ngga kenapa-kenapa"
"Ngga. Pasti ada sesuatu kan?"
Winda terdiam, sejujurnya ia kesal melihat Revan bersama gadis itu karna sudah sering Winda melihat Revan bersama gadis itu.
"Win, lo marah?"
"Ngga"
"Kok gw ngerasa lo marah ya.."
"Duluan ya..cewe lo nungguin tuh"
Winda meninggalkan Revan dengan rasa kesal karna cemburu. Ia menghampiri kedua temannya yang sudah lama menunggunya diparkiran.
"Abis ngapain si lo, lama tau ngga?" ketus Safira yang kesal karna sudah menunggu lama diparkiran.
"Abis ketemu demit" jawab Winda yang tak kalah ketusnya.
__ADS_1
"Hahh!! Demit?? Apaan tuh?"
"Dahh ngga usah dipikirin, cabut yu.."
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju Cafe. Jalanan saat itu lancar tak ada kemacetan sedikitpun seolah mengerti dengan perasaan Winda saat ini. Tak butuh waktu lama mereka kini sudah sampai di Cafe.
"Tante Devi.." panggil Winda saat melihat pemilik Cafe yang yak lain adalah teman Ibu nya.
"Eehh...winda. Gimana makanannya enakkah ?"
"Enak kok.. the best deh, ya kan?" jawab Winda lalu menoleh ke arah temannya.
"Iya tan, apalagi tempatnya. Cozy banget..jadi pengen bawa pacar kesini" sambung Safira
"Dihh...emang lo punya pacar" ledek Thalita membuat semua tertawa.
"Kalian ini teman satu kampus ya.." tanya Tante Devi
"Iya tante" mereka menjawab serempak.
"Ooh.. siapa namanya?" tanya Devi
"Thalita tante.."
"Aku Safira"
"Oh.. Thalita dan Safira? Oh Thalita ini istrinya Kenan Abrizam pemilik perusahaan Azzura itu bukan sih..?"
"Eh..i-iya tante heheh.."
"Wahh...semoga langgeng yaa"
"Sama-sama. Oiya Win kamu udah ketemu sama anak tante?"
"Oh..belum tan"
"Anak?"
"Iya..anak tante satu kampus juga dengan kalian, namanya Clara"
"Ooh anak tante perempuan"
"Hehehe kirain Winda mo dijodohin ama anak tante"
"Mamaa...."
"Hi sayang.. oiya kenalin ini anak Clara anak tante"
"Hi..Winda, ini Thalita dan Safira
"Hi.."
"Clara..loh tadi kita ketemu kan dikampus?"
"Kamu sendirian sayang?"
"Ngga kok mah.. nah itu dia"
"Ma, kenalin ini Revan, Van kenalin mama aku"
__ADS_1
"Revan tante"
"Ooh jadi ini pacar kamu"
"Mama!!"
"Hahha... maaf becanda. Yaudah kalian nikmati makanan kalian yaa..mama masih ada kerjaan"
"Oke Ma"
"Win, tante tinggal dulu ya sayang...semuanya nikmatin yaa..pokoknya hari ini Free buat kalian" ucap Devi kepada semuanya.
"Wahh makasih tante..." jawab Safira dan Thalita bersamaan, sedang Wibda hanya memberikan senyuman.
"Ehh...curut.. jadi ini cewe lo? diem-diem aja lo dah lupa nih ma kita kita" ujar Safira
"Apaan si lo, asal nyeletuk aja" jawab Revan
"I-iya, kita belum pacaran kok" sambung Clara dengan wajah yang malu-malu.
"Belum? Berarti mau dong..hahahaa" ledek Thalita.
"Mulut lo lama-lama gw sambelin ya..kesel gw" ujar Revan
"Dihh ngga usah kesel gitu kali, Clara aja biasa aja tuh.. ya kan Clara" ucap Thalita kepada Clara yang sedari tadi hanya senyum senyum.
Clara adalah anak baru di kampus itu, dia dijurusan yang sama dengan Revan. Sejak pertama bertemu Revan Clara sudah menyukainya. Maka dari itu Clara terus mendekatinya dengan masuk ke organisasi kampus agar selalu dekat dengan Revan. Namun sayangnya Revan tidak menyadari sikap Clara, Revan menganggapnya biasa saja karna sedikitpun tak menaruh rasa kepada Clara.
"Eh.. cabut yuk..kita mo nonton kan ntar keburu sore" ajak Winda kepada Thalita dan Safira.
"Hahh!! nonton??" Thalita dan Safira bingung karna sebelumnya tidak ada rencana nonton.
"Iya, gw tunggu dimobil ya.." Winda beranjak dari kursinya lalu berjalan kearah pintu keluar. Sebelumnya melangkah Wibda menatap Revan sekejap dengan raut wajah kesalnya.
"Ehh...Winda kok aneh banget si ada apa yaa.." tanya Thalita
"Iya..kenapa yaa. kaya orang lagi marah banget gitu"
"Iya tapi dia marah ma siapa?"
"Yaa mana gw tau, ama lo kali, apa ma gw yaa.. tapi kayanya gw ngga ngelakuin apa-apa deh.."
"Sama gw juga, emang gw ngelakuin apa. Yaudah cabut yu..ntar dia tambah marah lagi"
"Van, clara kita duluan yaa..."
Revan hanya menjawab dengan matanya, dia mendengarkan obrolan Thalita dan Safira tadi. Ia pun berfikir apa Winda marah kepadanya. Karna sejak tadi dikampus pun Winda bertingkah seperti itu kepadanya.
"Hahhh...apa iya dia..." Revan menyadari bahwa sepertinya Winda cemburu.
"Kenapa Van?"
"Oh..ngga. ngga apapa kok"
.
.
.
__ADS_1
...----------------...