Trail LOVE

Trail LOVE
58. Gagal Kabur


__ADS_3

Gadis cantik itu terlihat mondar-mandir didalam kamarnya. Ia terlihat resah dan gelisah. Rasanya ia tak ingin keluar dari kamar karna takut bertemu Ayahnya. Awalnya ia tidak memikirkan karna difikirnya hari ini Ayahnya tidak ada dirumah karna kekantor.


Mau kekampus pun sudah tidak mungkin, sepertinya Bi Een diperintahkan untuk tidak membangunkannya pagi hari untuk kuliah.


"Uuuhhh.... kenapa Ayah ngga kekantor aja si... Hahh!!! Jangan-jangan dia sengaja hari ini ngga ngantor buat ngomelin gw. Aaahhhhh..... dewi penyelamat tolongin gw kek..." ucap Thalita


Kriiing...kriiing...


Ponsel Thalita berdering, ada nama Safira dilayar ponselnya.


"Halo Fir, lo dimana si?? Daritadi gw telponin juga...."


"Woooyyy... ngegas aja.... gw dikampuslah tadi lo nelp gw lagi ada kelas. Lo sendiri kenapa ngga kuliah"


"Gw sakit kepala"


"Hahh...blom ilang juga kebiasaan mabok lo?? Ngga kapok yaa... bokap lo gimana ngamuk-ngamuk lagi ngga?"


"Kok lo tau sih semalem gw mabok.. gw daritadi nelpon lo mo mintol sama lo. Lo bisa kesini ngga, selamatin gw Pliiiissss...."


"Dah apal gw.. Emang lo diapain sama Om Bayu?"


"Gw belum ketemu, makanya itu gw takut.. tolongin gw doong Fir, kalau gw diamuk lagi gimana?


"Yaah derita lo itu mah.. hahaha.."


"Anjr*t jahat lo yaa..."


"Baru tau lo hahaha.... yaudah nih gw masih ada kelas 1 lagi. Abis itu gw caw kerumah lo ama winda. Ok bye!!"


Thalita nampak kesal karna Safira menutup telfonnya begitu saja.


Tok..tok..tok...


"Non.. Bibi masuk yaa.."


Bi Een pun membuka pintu dan masuk kekamar Thalita. Dia melihat Thalita yang nampak kebingungan.


"Lohh...udah rapih kok bengong. Non ditungguin sama Ayah tuh dibawah"


"Bi..Lita takut. Ayah ngga kerja pasti karna mau ngomelin Lita kan?? Gimana dong Bi...?" gusar Thalita


"Tenang aja Non, Ayah lagi fokus sama Bunda"


"Kenapa sama Bunda? Bunda sakit?"


"Non turun aja dulu, temuin Ayah sama Bunda Non..Ayo bibi temenin"


Thalita pun menganggukkan kepalanya dan berlalu dari kamarnya untuk menemui Ayah dan bundanya.

__ADS_1


Thalita melihat Bayu yang tengah serius membaca koran ditemani Vina disampingnya. Thalita menghela nafasnya dan kemudian bertingkah seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa padanya. Lebih tepatnya dia mengalihkan suasana ketegangan dalam tubuhnya.


"Good morning Ayah Bunda.." Thalita menyapa Ayah dan Bundanya yang sedang duduk di Sofa ruang tengah


"Morning sayang... gimana badan kamu?" Vina menjawab sapaan anak gadisnya itu dengan melemparkan senyuman sambil menepuk sofa disampingnya seraya meminta Thalita untuk duduk disampingnya.


Namun tidak dengan Bayu yang masih memendam amarahnya terhadap anak semata wayangnya itu


"Enakan kok Bun.." jawab Thalita sambil mendudukkan dirinya di samping Bundanya


"Oiya..Bunda sakit? Sakit apa? Pasti kecapean yaa..?" tanya Thalita panik


"Bunda hamil sayang.." bisik Vina sambil tersenyum


"Hah.. Lita mau punya ade dong" ucap Thalita dengan penuh senyum kegirangan


Vina menjawab dengan anggukkan. Thalita bersorak lalu memeluk Vina erat, bahagia itulah yang Thalita rasakan. Tanpa mereka sadari ada sepasang Bola mata yang menatapnya sinis.


"ehem.." Bayu berdehem


Mendengar deheman Bayu kedua wanita itupun terdiam. Seketika senyum Thalita hilang dan kembali merasakan ketegangan.


"Ayah kok ngga kekantor hari ini" tanya Thalita yang hanya sekedar basa-basi demi mencairkan suasana tegangnya


"Hem.. punya nyali juga ya kamu bicara sama Ayah" sinis Bayu sambil meletakkan korannya diatas meja.


"Apa yang kamu lakukan semalam?" Kini tatapan Bayu berubah dingin dan suara yang mulai meninggi


Vina mulai merasakan aura dingin. Ia paham betul bagaimana tatapan Bayu saat sedang marah. Ia mencoba mencari alasan untuk mengendalikan emosi suaminya itu.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini Hah!!! Kamu ini perempuan Lita... wajah kamu juga sudah dikenal banyak orang. Mau diletakkan dimana muka Ayah ini..." Tegas Bayu yang sudah mulai meluapkan amarahnya.


"Aa.. aduh..aduhhh perutku" Vina berpura-pura sakit, untuk menyelamatkan Thalita dari amarah suaminya.


Thalita yang tidak mengetahui kepura-puraan Vina itu pun ikut panik. Namun Vina mengedipkan matanya memberikan kode kepada Thalita bahwa ini hanya pura-pura.


"Sayang, kenapa perutmu?" tanya Bayu sambil mengusap perut Vina. Amarahmya seketika hilang dan tergantikan dengan wajahnya yang panik.


"Perutku keram, sepertinya Aku Stres" lirih Vina


"Sayang...kamu ingatkan apa kata dokter, kamu ngga boleh stres" ucap Bayu


"Bagaimana Aku tidak stres, kau berteriak sambil marah-marah.."


"Ah..yasudah kamu istirahat ya.. Ayo aku bantu kau kekamar" Bayu pun memapah istrinya untuk kekamar, sedang kedua wanita itu saling tatap dan melempar senyum kemenangan.


"Kau!! Diam disini, Ayah belum selesai bicara..!" tegas Bayu.


Cring..

__ADS_1


Suara notifikasi dari ponsel Thalita pertanda ada pesan masuk.


Winda :


"Thal, cafe yuk.."


"Gw sama Safira otw Cafe nih. Revan juga nyusul, gw tunggu lo disana yaa.."


"Okee..."


Thalita memutar bola matanya, berfikir sejenak. Dan akhirnya diapun berencana untuk kabur dari Ayahnya. Ia bergegas kekamarnya untuk mengganti pakaian dan mengambil jaketnya.


"Semoga Ayah belum keluar" bisik Thalita dengan dirinya sendiri


Dia keluar kamar dan menuruni anak tangga mengendap seperti maling. Akhirnya dia berhasil keluar dari rumahnya dan menuju parkiran rumahnya untuk mengambil motor Trail kesayangannya. Namun sayang belum sampai pintu gerbang Bayu sudah melihatnya.


"Mau kemana kamu??" tanya Bayu dari depan pintu. Thalita pun membelalakkan matanya.


"Aduhhh....ketauan lagi" gumam Thalita, ia pun memutar badannya ke arah Ayahnya.


"Ehh...Ayah.. mau ke Cafe Yah, boleh kan hehhee...."


"Masuk!!!" perintah Bayu


Wajah Bayu seketika menakutkan terlihat jelas dari jarak 2 meter antara mereka. Perlahan Thalita melangkah kebelakang lalu memutar balikkan badannya dan berlari ke arah gerbang utama tanpa motornya. Kali ini dia melupakan motornya, untuk mempermudah langkahnya.


"Thalita Wilona Dermawan!!! Berhenti" Teriak Bayu


Mendengar teriakan Ayahnya Thalita malah mempercepat larinya sambil melambaikan tangannya.


"Lita, pergi dulu Yah sebentar" teriak Thalita sambil menoleh kearah Bayu dan masih dengan larinya.


Bughhh....


"Aduhh" Thalita menabrakkan dirinya ke mobil sport yang baru saja masuk dari gerbang.


"Ahhh...sial" gumam Thalita


"Kamu ngga apa-apa?" ucap seorang laki-laki tampan yang baru saja keluar dari mobilnya.


Thalita membelalakkan matanya, senang rasanya melihat wajah tampan laki-laki itu. hingga akhirnya mereka pun saling adu pandang.


"Ahh...ganteng banget"


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2