Trail LOVE

Trail LOVE
52. Malam Spesial


__ADS_3

Malam ini akan ada acara Pesta makan malam, perayaan pernikahan Bayu dan Vina.


Mereka memilih Hotel Abella milik Rico sebagai tempat untuk Pestanya nanti malam.


Para tamu sudah terlihat berdatangan di Hotel Abella. Setiap tamu mendapatkan Souvenir mewah dari Bayu. Diacara itu Bayu tidak memilah milih siapa yang datang. Selain para Kolega nya, ia juga mengundang semua karyawannya dari semua Divisi.


Dikamar terlihat dua wanita yang tengah disibukkan dengan penata rias mereka. Thalita terkejut begitu mendapati gaun yang akan dia kenakan.


"Bun, ini ngga salah aku pake gaun ini?" tanya Thalita heran.


Bagaimana tidak, dia melihat gaun itu begitu indah. Gaun dengan nuansa putih yang elegan. Rasanya seolah ia yang punya pesta jika mengenakan Gaun itu.


"Kenapa memangnya? Ada masalah dengan gaun itu?" tanya Vina


"Bu-bukan gitu..tapi ini terlalu bagus deh. Secara malam ini yang punya pesta kan Bunda cocoknya Bunda yang pake gaun ini?"


"Lohh..ini pesta kita sayang. Lagipula bunda mana cocok pake gaun itu bunda kan udah tua hahhaa..."


Thalita hanya mengernyitkan dahinya mendengar jawaban dari Ibu tirinya itu.


"Udah deh.. pake sana cepetan. Ayah pasti nungguin Kita. Apalagi Kenan, dia pasti gelisah nungguin kamu yang ngga keluar-keluar" ledek Vina


"Ishh..bunda. iya iya nih lita pake"


Thalita sudah memakai gaun itu, dia tercengang saat melihat dirinya didepan cermin.


"Wahhh...cantik banget. Tuhh kan kamu cocok pake gaun ini. Hemm... pinter juga Kenan milih gaun buat kamu" ucap Vina sambil memandangi putrinya itu dari atas kebawah, depan dan belakang.


"Hah.. Kenan? Jadi gaun ini dari Kenan?"


"Ehh.. itu .. emm... udah ahh yu kita keluar" Vina mengalihkan pembicaraan lalu menggandeng tangan Thalita dan berjalan keluar.


Bayu sudah terlihat mondar mandir menyambut tamu-tamu nya. Yaa tidak ada pelaminan karna memang konsepnya hanya makan malam namun mewah.


"Pak Bayu selamat atas pernikahanmu" ucap salah satu kolega nya


"Terima kasih"


"So..dimana istrimu?"


"Dia masih bersiap-siap, biasa perempuan hahhaa..."


Diruangan itu mendadak hening, semua mata tertuju pada dua wanita yang baru saja memasuki ruangan itu. Yaa mereka adalah Vina dan Thalita.


"Bun, kayanya Ayah syok deh liat kecantikan Bunda" ledek Thalita


"Hemm...kamu ngga liat tuh Kenan matanya mau copot liat Kamu" ledek Vina tak mau kalah


Mereka berdua berjalan beriringan sambil tersenyum, sesekali mereka tertawa renyah mengejek satu sama lain. Thalita dan Vina berjalan menghampiri Round table dimana ada Bayu, Kenan dan Rico beserta istrinya duduk.


"Maaf semuanya menunggu lama" ucap Vina sambil melemparkan senyum


"Tidak apa. Oiya kenalkan ini istriku, Sonya. Sayang ini Vina istri Bayu dan ini calon mantu kita Thalita" ucap Rico memperkenalkan Istrinya kepada Thalita dan Vina


"Oh..halo.. selamat atas pernikahanmu. Maaf aku tidak bisa datang pagi tadi" ucap Sonya


"Terima kasih. tidak masalah.. karna kau sudah datang malam ini" jawab Vina ramah


"Hi Sayang.. ternyata benar yaa.. kamu memang cantik" sapa Sonya kepada Thalita


"Emm.. makasih Tante"

__ADS_1


Mereka semua duduk dan berbincang, namun Kenan masih diam terpaku. Dia terpana akan kecantikan Thalita malam ini. Thalita yang duduk disebelahnya membuatnya semakin sangat jelas terlihat kecantikannya. Mata Kenan terus menatap Thalita, sehingga membuat Thalita menjadi salah tingkah.


"Perfect.." gumam Kenan sambil menatap lekat Thalita


"Hufhh... Kenan ngapain sih mandangin gw mulu.. jadi deg-degan gini gw.." ucap Thalita dalam hati


"Aww..." pekik Kenan kesakitan saat Thalita menendang kencang kakinya.


"Ken, kamu kenapa?" tanya Rico yang kaget dengan suara Kenan seperti orang kesakitan


"Ahh... it's oke Pah" jawab Kenan sambil menahan sakit dikakinya


"Yakin ngga apa-apa Ken? Kamu kaya kesakitan gitu" tanya Bayu khawatir


"Ngga apa-apa kok Om"


Mendengar jawaban Kenan mereka hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Thalita meliriknya tajam diiringi senyum sinisnya.


"Rasain lo!!!" ucap Thalita dalam hati penuh kemenangan


Kini memasuki acara inti. Suara MC membuat semua mata tertuju ke panggung. MC mengundang Bayu beserta Istri dan Putrinya untuk memberikan sambutannya. Bayu berjalan dengan dua wanita disisi kanan dan kirinya yang menggandeng lengannya hingga menaiki panggung. Suara tepuk tangan yang meriah mengiringi langkah mereka.


Bayu sangat lihai memberikan sambutan-sambutannya, banyak mata memandang kagum akan kecantikan Thalita dan Vina. Namun lebih kepada Thalita. Mereka tidak menyangka Bayu memiliki Putri yang sangat cantik.


Usai memberikan sambutan, kini memasuki acara bebas. Sebelumnya MC sudah memberitahukan untuk tetap berada ditempat karna sebentar lagi akan ada acara spesial malam ini, tentu saja itu membuat Para Tamu penasaran begitu juga dengan Thalita yang juga tidak mengetahui acara Spesial itu.


"Acara Spesial apa Yah?" tanya Thalita


"Ada deh.. lihat saja nanti. Pokoknya kamu jangan kemana-mana yaa..." ucap Bayu


Thalita pun menepis rasa penasarannya, pikir Thalita lagipula itu pasti Spesial yang dibuat Ayahnya untuk Istri barunya itu.


"Oke.. emm.. Lita ke meja Safira ya Yah"


"Siap Bos..."


Thalita berjalan perlahan, matanya menjelajahi seisi ruangan itu. Ia mencari sosok Kenan namun tidak mendapatkannya. Hingga sampailah ia dimeja dimana ada Safira, Winda dan Revan.


"Hi pren..." sapa Thalita membuat penghuni meja itu terkejut.


"Nih dia permaisuri kita" ujar Safira


"Hi.. Nona apa kabar?" sapa Dokter Wildan, Dokter tampan yang menangani Kaki Thalita


"Lohh Dokter Wildan.. ehh.. ada Naura juga ternyata"


"Lah..lo ngga tau ada Dokter Wildan sama Naura disini" ucap Safira, Thalita hanya menggelengkan kepalanya.


"Maaf yaa.. tapi makasih banyak kalian udah sempetin dateng malam ini"


"Sama-sama" jawab Naura dan Dokter wildan bersamaan


"Oiya, Kenan dimana Thal? Daritadi aku ngga liat dia" tanya Naura


"Emm.. tadi sih kita semeja, tapi sekarang ngga ada. Ngga tau deh tuh anak kemana. Marah kali"


"Marah?? Sama lo??" tanya Winda dan dijawab anggukkan oleh Thalita


"Lo apain emang dia" tanya Safira


"Gw tendang kakinya tadi, ampe kesakitan gitu"

__ADS_1


"Wahh... pake gaun gini tetep ya jiwa laki lo ngga berkurang" ujar Revan


"Wahh... bisa jadi cedera tuh kakinya" ucap Dokter Wildan


"Apa jangan-jangan, kulitnya sobek lagi kena sendal lo itu" ucap Revan


"Bisa jadi tuh..makanya dia pergi dari sini karna darahnya kemana-mana" sambung Safira


"Apaan sih kalian.. ngga usah ngadi ngadi deh.."


"Yee... lu mikir coba, lu kira sendal lu itu empuk, oneng!" tegas Revan


"Oh iya... Axe juga tadi disini bareng sama kita, trus dia pamit pergi abis terima telfon. Kayanya itu telfon dari Kenan deh" ucap Safira


Thalita semakin resah memikirkan Kenan, dia merasa bersalah sekaligus takut kalau apa yang diperkirakan teman-temannya itu benar. Thalitapun membuka layar ponselnya dan menelfon Kenan, namun tak ada jawaban.


"Yahh... gimana doong. Telfonnya ngga diangkat lagi" ucap Thalita panik


Disaat bersamaan Axelle datang. Dia kembali duduk dikursinya.


"Axe.. Kenan mana?" tanya Thalita


"Oh.. maaf Nona, saya tidak melihatnya. Bukannya tadi dia dimeja yang sama dengan Nona" jawab Axelle yang pura-pura tidak tahu


"Hemm.. kalo ada ngapain gw nanya sama lo, dasar kanebo kering"


"Hahaha...." semua tertawa


"Axe maafin Thalita yaa.. jangan diambil hati" ucap Safira


Disaat kepanikan Thalita. Tiba-tiba saja lampu mati. Hanya ada cahaya lilin yang terletak dimasing-masing meja. Semua nampak terkejut dengan matinya lampu.


"Kok mati lampu sih.. ngga salah nih Hotel mewah gini kok bisa mati lampu" ucap Safira


"Paling settingan.." ujar Revan


"Maksud lo?" tanya Thalita penasaran, seakan Revan tahu apa yang akan terjadi nanti


"Liat aja ntar"


Suara musik dari Homeband membuat suasana menjadi romantis. Tak lama nampak laki-laki berpakaian setelan jas berwarna putih berjalan dari arah pintu masuk membawa buket bunga ditangannya.


Laki-laki itu melangkah perlahan ke arah Thalita sambil menyanyikan lagu "Beautiful In White" milik Shane Filan. Suaranya begitu merdu dan sangat menjiwai. Membuat semua terpana terutama para wanita


Kenan memberikan buket bunga mawar yang indah itu kepada Thalita. Semua mata tertuju pada laki-laki itu. Mereka masih dibuat penasaran siapa pemilik suara merdu itu. Laki-laki itu melangkah perlahan ke arah Thalita dan memberikan buket bunga mawar yang indah kepada Thalita. Saat itulah lampu sorot menyala kearah Kenan.


"Kenan..." lirih Thalita, lalu menerima buket bunga itu.


yaa laki-laki itu adalah Kenan. Tampilannya snagat berbeda. Semula ia memakai setelan jas berwarna hitam. Namun Kenan yang dihadapannya kini memakai setelan jas berwarna putih dengan tatanan rambut yang tidak biasanya membuatnya semakin tampan.


Sambil bernyanyi Kenan meraih tangan Thalita menggenggamnya dan membawanya berjalan keatas panggung. Kenan mempersilahkan Thalita untuk duduk dikursi yang sudah disediakan diatas panggung.


Semua para tamu bersorak dan bertepuk tangan. Mereka semua terbawa suasana dengan lagu yang Kenan bawakan. Sangat menyentuh hati.


Jantung Thalita berdebar, tak henti-hentinya ia tersenyum dengan perlakuan Kenan kepadanya. Sungguh tak bisa berkata-kata lagi.


Kenan terus bernyanyi sambil menggenggam tangan Thalita. Dan menatap lekat wajahnya yang terus menerus tersenyum lepas menambah kecantikannya malam ini.


.


.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2