
"What!!!" teriak Revan. Matanya membulat karna terkejut. Expresi wajahnya menjadi sangat marah.
"Brengsek!!!" bughh... Revan meninju wajah kedua laki-laki itu secara bergantian.
"Lo diem disini, jangan kemana-mana?" perintah Revan
Revan langsung berlari menghampiri Thalita dengan wajah khawatirnya.
"Thal, lo ngga apa-apa?"
Dengan santai Thalita menjawab "Engga. Kenapa lo, panik banget muka lo? Ada apaan si?"
"Gawat Thal, mending lo buruan balik deh.. ayo gw anterin" ucap Revan
"Gawat?? Gawat kenapa? Ooh gw tau si anak AWM nyerang kita lagi?? Hhahaa tenang aja gw ngga takut, kita adepin bareng-bareng kebeneran gw lagi pengen ribut nih.." jawab Thalita
"Halahhh... bukan itu. Itu si gw juga ngga takut. Ini lebih gawat. Udah ayo balik" ucap Revan lagi
"Ngga mau ah, gw belom mau balik. Emang ada apaan si?? Jangan-jangan lo diamuk ya sama Kenan?"
"Nahh...bentar lagi si kayanya. Udah deh Thal, nurut aja napa si. Ayo balik"
"Emang sialan tuh ya laki. Udah lo tenang aja, biar gw yang ngadepin laki gw. Ngga usah takut lo"
Revan semakin kebingungan karna Thalita tidak bisa dibujuk untuk pulang. Revan benar-benar panik bagaimana kalau obatnya sudah reaksi saat ia masih disini.
Benar saja, tak lama setelah itu Thalita merasa hawa panas dalam tubuhnya.
"Kok jadi panas gini si..AC nya mati kali yaa.. gerah banget" ucap Thalita yang mengibas-ngibaskan telapak tangannya.
"Panas apaan adem gini... " gumam Revan. Revan tiba-tiba membulatkan matanya seperti teringat sesuatu "hahh...jangan-jangan obatnya mulai reaksi nih"
Revan langsung berlari menghampiri dua pria tadi dan menyeretnya ketempat Thalita. Revan bertanya kepada laki-laki itu tentang reaksi obat perangsang itu. Karna sejujurnya Revan masih awam tentang obat perangsang.
Benar saja dugaan Revan, laki-laki itu memberitahukan bahwa memang benar sikap Thalita itu adalah reaksi dari obat perangsang yang ia minum. Bahkan laki-laki itu menjelaskan dengan detail apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bisa saja Thalita membuka semua pakaiannya karna tidak tahan dengan hawa panas dalam tubuhnya bahkan ia bisa mencumbu siapa saja yang berada didekatnya. Tanpa pikir panjang Revan langsung menghubungi Kenan. Karna menurut kedua pria itu jika rangsangan dalam tubuh Thalita diabaikan maka akan membahayakan tubuh Thalita. Maka dari itu Thalita harus mencapai klimaks nya.
__ADS_1
Setelah mendapat telfon dari Revan, Kenan langsung menghubungi Axe dan mengerahkan anak buahnya untuk membubarkan pengunjung Club itu. Kenan tidak ingin ada laki-laki atau satu orang pun didalam Club itu. Beda dengan Revan, Kenan tahu betul bagaimana reaksi dari obat perangsang. Ia tidak ingin istrinya melampiaskan kepada orang lain.
Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal dan raut wajah yang menampilkan kepanikan dan kekhawatiran.
Sesampainya di Club Kenan langsung membawa Thalita keluar tanpa menghiraukan Revan yang ada disitu. Namun bukan berarti Revan lolos dari dirinya karna ada Axe yang akan menangani kejadian ini.
Setelah mobil melaju kencang, kini sampailah mereka dikediaman Kenan. Mobil Kenan memasuki gerbang utama rumahnya. Kenan mengangkat tubuh Thalita dan membopongnya dipundaknya karna Thalita yang sudah tidak bisa dikendalikan.
Kenan berlari membawa Thalita kekamarnya. Sialnya Kenan lupa kalau malam ini kedua mertuanya menginap dirumahnya. Diruang tengah Kenan berpapasan dengan Vina yang sedang membawa secangkir teh untuk Bayu.
Vina yang melihat Thalita di bopong Kenan itu panik "Lohh..nak Kenan, Thalita kenapa? Mas..Mas Bayu" teriak Vina memanggil suaminya
"Bun ngga apa-apa kok bun, Thalita cuma kelelahan, Kenan akan bawanya kekamar" Kenan mencoba menenangkan Vina, namun karna teriakan Vina Bayu, Rico dan sonya pun berlari menghampirinya karna khawatir terjadi sesuatu pada Vina
"Sayang ada apa?" tanya Bayu panik
"Ini mas Thalita" jawab Vina
Bayu pun terkejut saat melihat Thalita yang masih diatas pundaknya "Ken, ada apa dengan Thalita?" tanya Bayu dan meminta Kenan menurunkan Thalita.
"Lita!!! Kamu mabuk lagi, benar-benar keterlaluan kamu. Sudah Ayah bilang jangan buat Ayah malu" teriak Bayu
"Ayah tenang dulu..Thalita ngga mabuk" ucap Kenan mencoba menenangkan Ayah mertuanya.
"Duhh... Ayah berisik banget si.. ini juga rumah apa goa si.. panas banget gerahh.." Thalita membuang jaketnya dan ingin membuka kaos oblongnya.
"Eeeee..." teriak semuanya yang melihat Thalita sudah membuka kaosnya hingga menampilkan perut rata nya. Untungnya Kenan berhasil menahannya.
Kenan izin pamit karna Thalita semakin menggila. Thalita memeluk Kenan dan menghujaninya dengan ciuman lagi dan lagi. Thalita pun terus meraba-raba lehernya dan tubuhnya.
"Ayah maaf Kenan harus membawa Thalita kekamar. Ini darurat Ayah" ucap Kenan sambil melangkahkan kakinya.
"Tunggu. Ken, anak Bunda kenapa?" tanya Vina dengan raut wajah sedihnya
"Son..katakanlah. kasian mertuamu khawatir" ucap Rico
"Dia...dia tidak sengaja meminum obat perangsang" jelas Kenan
__ADS_1
"Apa??!!!!..." sontak semua terkejut dengan penjelasan Kenan. Terutama Bayu yang terdiam seperti ingin marah.
"Ayah Kenan mohon jangan memarahi Thalita dia tidak sengaja meminumnya. Besok Kenan akan jelaskan semuanya" jelas Kenan.
"Hahhahaaa.....hhahaaa..."
Kenan mengernyitkan dahinya karna Ayah mertuanya yang dia pikir sedang marah malah tertawa terbahak-bahak.
"Ken..ini kesempatan bagus untukmu, cepat realisasikan hahhaa...haahaa...." ucap Bayu sambil menepuk pundak Kenan dan melirik Rico
"Son. Tunggu apalagi cepat bawa istrimu kekamar dan eksekusi sampai puas hahhaa..." sambung Rico
Kenan pun sesegera mungkin meninggalkan para orang tua itu yang sedang tertawa bersama. Namun para istri mereka hanya tersiam dengan expresi wajah yang bingung karna mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Benar-benar orang tua gila" gumam Kenan.
Kenan membawa Thalita masuk kekamarnya tak lupa ia menutup rapat pintu kamarnya dan mengguncinya. Menyalakan mode kedap suara diruangannya dan meredupkan lampu kamar.
Thalita semakin tak tahan dengan hawa panas tubuhnya, dengan brutal ia membuka semua pakaiannya. Tubuhnya menggeliat layaknya wanita yang sedang terangsang.
Thalita seperti macan yang kelaparan, saat Kenan mendekat dengan buasnya ia langsung menerkam suaminya itu. Kenan sama sekali tidak keberatan dengan perlakuan istrinya yang tidak biasa itu, dengan senang hati Kenan meladeni istrinya. Pikirnya kapan lagi ia bisa dengan mudah menikmati tubuh istrinya itu. Karna momen inilah yang ia nanti-nantikan setelah dua kali gagal.
Sambil terus berciuman Kenan membawa Thalita kekamar mandi. Dibawah guyuran air shower yang dingin Kenan memulai aksinya. Thalita sedikit menjerit kesakitan namun ia tetap menikmatinya. Setelah beberapa menit Kenan melepaskan juniornya. Darah segar milik Thalita mengalir membuat Kenan tersenyum karna ia adalah orang pertama yang mendapatkan kesucian Thalita.
Kenan menggendong Thalita ala bridal dan memindahkannya keranjang. Ia melanjutkan aksinya hingga keduanya mencapai klimaks.
Dengan nafas yang masih tersengal-sengal mereka saling bertatap. Kenan yang masih berada diatas tubuh Thalita membelainya dengan lembut lalu mengecup keningnya dengan penuh perasaan. Thalita memejamkan matanya lalu tertidur.
"I love you, sayang" bisik Kenan.
Malam yang indah bagi Kenan, entah Thalita sadar atau tidak ia tak memikirkannya. Ia membawa Thalita kepelukannya, menjadikan lengannya sebagai bantalan kepala istrinya. Ia mulai memejamkan matanya dan memeluk istrinya hingga terlelap.
.
.
...----------------...
__ADS_1