Trail LOVE

Trail LOVE
28. Seperti inikah Jatuh Cinta?


__ADS_3

Hari demi hari Kenan lewati dengan keresahan. Beberapa hari ini Dia menjadi tidak fokus bekerja karna selalu memikirkan Thalita yang tidak pernah mengangkat telfonnya dan tidak membalas pesannya.


"Ada apa dengannya? Apa dia sakit?"


Kenanpun mencoba menghubungi Bayu untuk menanyakan kabarnya. Ternyata Thalita tidaklah sakit, bahkan dia beraktifitas seperti biasanya.


Kenan semakin penasaran dengan sikap Thalita, dia sedang berfikir apa dia membuat kesalahan sehingga Thalita tidak membalas pesannya.


Ceklek..


Suara pintu menyadarkan Kenan dari lamunanya. Dia menatap orang yang telah membuatnya kaget itu dengan kesal karna tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Boss.. ada apa?" Tanya Axelle yang heran karna tatapan Bos nya itu.


"Apa?? Harusnya aku yang tanya! Kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu..mengagetkan saja"


"Bukanya biasa memang seperti ini ya" ucap Axelle dengan suara pelan namun terdengar oleh Kenan.


"Kalau begitu jangan dibiasakan, ketuk pintu sebelum masuk" perintah kenan.


"Hemm...baiklah. Aku ingin memberikan ini"


Axelle menyodorkan sebuah map coklat. Kenan menerimanya dan segera membuka map itu. Mulut Kenan seketika tersenyum lebar melihat isi map itu.


"Hahh...kenapa dia bisa secantik ini. Padahal penampilannya biasa saja"


Kenan terus memandangi Foto-foto Thalita. Map yang diberikan Axelle itu berisikan foto-foto Thalita yang diambil oleh salah satu pengawal Kenan. Tentu saja itu atas perintah Kenan.


"Boss...apa kau baik-baik saja, aku jadi khawatir?" Tanya Axelle yang heran karna melihat bos nya itu senyum-senyum dan bicara sendiri


Senyum kenan seketika menghilang. Matanya melirik tajam kearah Axelle tanpa menjawab pertanyaannya


"Boss...apa perlu aku panggilkan psikiater?" ucap Axelle


"Diam kau..Keluar sana.. dasar penganggu" ucap kenan kesal


"Baiklah.. aku pergi" Axelle bangun dari duduknya dan berjalan hendak keluar.


Sampainya dipintu Axelle menghentikan langkahnya sejenak dan memberikan saran kepada Bosnya sebelum ia keluar dari ruangan itu.


"Kenapa tidak kau temui saja dirumahnya? Apa kau lupa, kalian sudah resmi bertunangan. Aku yakin Tuan Bayu juga akan sangat senang jika kau berkunjung"


Ucap Axelle kemudian pergi keluar meninggalkan Kenan diruangannya.


................


"Thal, hubungan lo sama kenan gimana sekarang?" tanya winda


"Emmm... gimana yaa... biasa aja kayanya" jawab Thalita santay


"Masa sih..ngga ada benih-benih cinta tumbuh gitu?" tanya Safira penasaran.


"Hahh...yang bener aja lo, baru jg ketemu berapa kali" ucap thalita


"Ketemu berapa kali tapi kan lo udah ciuman. Setelah itu perasaan lo gimana?" tanya winda lagi


"Iya thal, waktu kalian ciuman itu rasanya gimana. Biasanya kan geter-geter gimana gitu..." ucap safira


"Maksudnya?? Apanya yang geter-geter" tanya thalita yang tidak mengerti maksud safira.


"Gini Thal, gw kalo lagi jatuh cinta sama orang nih..inget muka nya aja jantung gw rasanya pengen copot. Deg-degan gitu..apalagi kalo deket-deket sama dia rasanya tuh kaya sesek napas gitu" winda memberikan penjelasan kepada thalita


"Nahh...lo kaya gitu ngga thal" tanya safira lagi


"Emang kalo kaya gitu tandanya jatuh cinta?" Tanya Thalita heran, karna memang dia belum pernah merasakan jatuh cinta

__ADS_1


"Iyalah" ucap winda dan safira bersamaan


Thalita terdiam, seperti memikirkan sesuatu.


"Ehh..gw cabut duluan ya..ngantuk. bye" thalita pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.


"Dasar tukang tidur" ucap safira


................


Sampai dirumah Thalita membuka ponselnya, dilihatnya ada notif 5 panggilan tak terjawab dari Kenan.


Selama beberapa hari ini Thalita selalu mengabaikan telfon dari Kenan. Entah kenapa semenjak kejadian ciuman itu thalita ingin menjauh dari Kenan. Dia merasa tidak nyaman dengan jantungnya jika mendengar suara kenan.


Thalita merebahkan dirinya dan memikirkan ucapan Safira dan Winda dicafe tadi. Yang mereka ucapkan memang benar-benar terjadi padanya. Jantungnya selalu berdebar saat teringat ciuman itu. Nafas kenan yang hangat masih ia rasakan. Wajahnya kenan terbayang jelas diotaknya. Matanya yang coklat, hidung mancung, dan bibirnya yang lembut menyentuh bibirnya.


"Apa ini yang namanya jatuh cinta?? Ngga mungkin..gw ngga mungkin jatuh cinta sama dia.."


Thalita mencoba menepis semua yang dia rasakan. Dia tidak mau berasumsi terlalu jauh. Sejujurnya dia takut kecewa, kecewa jika Kenan tidak memeliki perasaan yang sama dengannya.


Thalita bergegas mandi lalu bersiap untuk makan malam.


................


Malam ini Kenan mengunjungi rumah Thalita.


Ting nong..


Kenan sudah sampai didepan pintu rumah Thalita. Bi Een yang sedang menyiapkan makan malam terhenti dan hendak melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


"Biar saya aja yang buka pintunya, Lanjutkan saja pekerjaanmu.." perintah Bayu kepada Bi Een.


"Baik Pak" jawab bi een dan melanjutkan pekerjaannya.


"Kenan.." sapa Bayu dengan senang hati melihat Kenan


"Malam Om.." sapa Kenan


"Malam ken..ayo masuk. Kebetulan sekali Bibi sedang menyiapkan makan malam. Kita makan malam bersama ya"


"Oiya ini Om..kenan bawakan buah"


"Wahh terima kasih ya..."


Bayu pun mempersilahkan Kenan masuk dan mengajaknya keruang makan.


"Oiya dimana Thalita Om?"


"Thalita masih ada dikamarnya. Bi.. tolong panggilkan lita ya.."


"Baik Pak.."


"Tidak usah bi. Om boleh Kenan saja yang panggil?"


"Oh silahkan..tapi ingat ya kalian belum menikah..hahhaa"


"Iya Om. Lagipula mana berani macam-macam dengannya.. bisa babak belur nanti"


"Hahahaa...."


................


Kenan mengetuk kamar Thalita, namun tak ada jawaban. Diapun mencoba membuka pintu itu, ternyata pintunya tidak dikunci. Kenan masuk dan mencari keberadaan Thalita. Dia mendengar ada suara gemericik air.


"Ooh..pantas dipanggil tidak menjawab, lagi mandi rupanya" gumam Kenan

__ADS_1


Kenan pun menunggunya selesai mandi. Dikamar itu kenan berkeliling melihat setiap sudut yang ada dikamar itu. Dia tertarik untuk ke balkon.


"Wahhh keren.. dia menyulap Balkon ini menjadi ruang belajar dan tempat tongkrongan" ucap Kenan dengan mata menjelajah.


Selesai sudah acara mandi Thalita, dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sedada dan handuk yang dililit dikepala nya.


Thalita mengambil pakaian didalam lemari nya setelah mendapatkan baju yang akan dikenakannya thalita menutup kembali lemarinya bersamaan dengan munculnya kenan dari Balkon.


Keduanya terkejut dan terdiam mematung, mata mereka saling beradu.


"Ke-kenan.."


Kenan masih terdiam seperti patung memandang Thalita yang hanya menggunakan handuk itu. Nafasnya seakan berhenti, jantungnya berdebar dan tubuhnya susah untuk digerakan.


Sedangkan Thalita dia berfikir kalau dia sedang berhalusinasi karna terus menerus membayangkan wajah kenan.


"aahhh....mana mungkin dia disini, ini pasti gara-gara ciuman sialan itu" ucap Thalita pelan namun terdengar oleh Kenan.


Kenan masih memperhatikan Thalita yang berbicara sendiri itu, hingga akhirnya Thalita berjalan memasuki ruang ganti. Disaat itu Kenan tersadar dan bernafas dengan lega lalu buru-buru keluar dari kamar Thalita dan kembali ke ruang makan setelah itu langsung berpamitan dengan Bayu.


"Om..maaf aku harus pergi, ada urusan mendadak" ucap Kenan


"Lohh...wajahmu pucat kau baik-baik saja kan? Sebaiknya kita makan malam dulu" ucap Bayu sedikit khawatir dengan keadaan Kenan


"Tidak apa-apa om. Next time saja, Kenan buru-buru" ucap Kenan salah tingkah.


"Emm...baiklah. terima kasih sudah berkunjung"


"Kenan permisi dulu Om, salam buat Thalita"


Kenan berjalan keluar dengan cepat, dia langsung mengendarai mobilnya dan meninggalkan rumah Thalita.


Tak lama Thalita datang. Dia menyapa Ayahnya.


"Ayaaahhh..."


"Hay sayang.. oiya kenan titip salam buat kamu, katanya dia ada urusan jadi dia mendadak pamit tadi"


"Kenan?? Pamit??"


"Iya kenan..dia ngga jadi makan malam disini karna ada urusan mendadak, makanya dia pamit tadi dan dia titip salam buat kamu"


"Jadi kenan kesini yah.." tanya Thalita


"Iya. Tadi kan dia kekamarmu, memang kamu ngga liat? Ucap Bayu sambil menyendokkan makanannya dan memasukkannya kedalam mulut.


Thalita diam sejenak, lalu dia teringat kejadian dikamarnya tadi.


"Hahh...jangan-jangan yang gw liat dikamar tadi itu beneran Kenan" thalita bergumam


"Tapi..kok Ayah lihat tadi wajah Kenan berubah pucat setelah dari kamarmu tadi, ada apa ya?" Ucap Bayu heran


"jadi beneran dia bukan halusinasi.. berarti dia liat gw cuma pake anduk doang.." ucap Thalita dalam hati sambil memegang dadanya.


"Aaaaaaaaaa........" Thalita berteriak setelah menyadari bahwa yang dilihatnya dikamar itu bukanlah halusinasi.


"Sayang...ada apa?" Bayu yang sedang makan itu pun tiba-tiba kaget


"Ahh...anu Yah..itu.. tiba-tiba lita sakit perut. Lita kekamar dulu ya Yah" jawab Thalita gugup dan langsung berlari kekamarnya.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2