
Tiga wanita cantik tengah disibukkan dengan perawatan tubuh mereka diruang SPA yang terdapat di Resort itu.
Sepulang dari pantai mereka memilih pergi ke SPA untuk merelaksasi tubuh mereka dan mempercantik diri.
"Win, kok lo sekarang sering banget berduaan ma si curut dah, Lo ada bisnis apaan sama dia. ajak-ajak gw doong..." tanya Safira
"Bisnis.. ngga ada bisnis apa-apaan.." jawab Winda
"Trus kenapa lo berduaan mulu ma dia?"
"Mulu?? kapan?"
"Tadi dicafe, lo berduaan ma dia"
"Cuma tadi kan.. itu juga karna gua laper ehh kebenaran dia ngajak ke Cafe yaa udah gw ikut"
"Kok gw ngga diajak"
"Kan lo lagi mandi tadi"
"Ehh...tapi kalo gw pikir-pikir nih.. Lo berdua ma Revan tuh emang beda. Kaya agak pendiem gitu kalo lagi ngumpul. Iya ngga sih" sambung Thalita
"Iya Thal gw juga ngerasa gitu" jawab Safira
Winda mulai gugup karna kedua sahabatnya ternyata memperhatikannya. Winda tidak ingin mereka tau apa yang sudah terjadi.
duhh...emang keciri banget yaa gelagat gw...emm..gimana gw ngga pendiem coba, tiap deket Revan gw deg degan terus, apalagi kalo inget waktu ciuaman ma dia.. ya Tuhan gimana kl mereka tau yaa...
"Woyy..kok bengong si lo.." Safira membangunkan Winda dari lamunannya membuat Winda gugup
"hahh...oh iya kenapa kenapa..?" ucap winda asal bicara karna saking gugupnya.
"Kenapa? ya kenapa?" ujar Thalita
"Ke-kenapa apanya?"
"Lo sama Revan Win, kok lo jadi dongdong gini si" ujar Safira
"Ooh...hahhaa... Alahhh...itu mah perasaan lo doang kali"
"Trus nih juga yaa..lo liat deh hasil foto-foto kita tadi, Revan tuh kaya ngga mau jauh dari lo tau ngga sih.. kaya Kenan ke gw gitu lohh.." sambung Thalita
"Coba-coba gw liat... Oiya bener-bener tatapannya juga ke Winda kaya gimana gitu.."
"Apaan si lo berdua, jangan ngadi-ngadi dahh"
"Jujur Win, lo ada apaan sama dia"
"Ngga ada apa-apaan"
"Kalo ada apa-apa juga ngga apa-apa Win..hahaha "
__ADS_1
"Ehh jangan ma Revan juga kali... "
"Lahh emang kenapa, sebenernya dia juga ganteng tau. kita aja yang ngga ngeh, karna tiap hari ketemu"
"Iya si.. cuma gantengnya dia ketutup ama konyol nya.."
Mendengar teman-temannya membicarakan Revan, Winda jadi teringat dengan laki-laki itu. Bayangan wajahnya tiba-tiba muncul tanpa Winda sadari bibirnya tersenyum tersipu malu saat membayangkan wajah Revan yang mencium nya.
"Win, bengong mulu lu... aaahh lo mikirin si curut yaa..."
"Apaan si lo.. ngga"
"Dihh..kok lo senyum-senyum gitu"
"hhahaha....gw lucu aja ngebayangin Thalita jatoh pas game tadi, hahhaa..." jawab Winda mencoba mencari pengalihan
"SIALAN LO..!!!" Thalita melemparkan handuk kewajah Winda membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak karna mengingat kejadian itu
"HAHAHAHAAA......"
Kali ini Winda lolos, namun entah selanjutnya bagaimana. Entah Winda bisa menahan diri atau tidak, ia menepis semua yang ia pikirkan tentang Revan namun ia tak bisa menepis bahwa jantungnya berdebar kencang saat dekat Revan, bahkan membayangkan wajahnya saja sudah membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Resort ini memiliki banyak fasilitas, tak kalah dengan Hotel bintang 5, Resort ini memiliki beberapa Ballroom, SPA, dan GYM. Bahkan butik pun tersedia ada di Resort ini.
Para wanita terlihat cantik dengan gaun merah mereka, tak kalah dengan para wanita, kaum para lelaki pun tak kalah tampan dengan kemeja dan setelan jas berwarna hitam. Yaa Dresscode malam ini adalah Merah dan hitam. Bayu memilih merah itu karna wana kesukaan mendiang istrinya.
Malam ini semua sudah berkumpul terkecuali Thalita, Winda dan Safira. Mereka sengaja datang terlambat karna ingin berpenampilan berbeda malam ini. Mereka ingin terlihat cantik malam ini.
"Kalian ngapain pada disini?" tanya Revan kepada Kenan namun tak menggubrisnya
pandangannya lurus kedepan, matanya tak berkedip dengan mulut menganga membuat Revan heran. Karna penasaran apa yang dilihat Kenan Revan mengikuti arah mata Kenan. Dan tanpa diduga Revan lebih terkejut lagi melihatnya, jantungnya berdetak tak karuan seluruh tubuhnya seakan kaku melihat keindahan didepannya.
"Hayyy...." sapa Thalita
"tu es si belle" bisik Kenan
"Apaan tuh... hemm kamu jelekin aku ya pake bahasa prancis" ucap Thalita kesal, Kenan tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Kamu cantik sayang...cantik sekali" jawab Kenan membuat Thalita tersipu malu
"Bagaimana kalau kita kekamar saja, aku ingin sekali menerkammu" bisik Kenan membuat Thalita terkejut.
"ishh... apaan sih. udah masuk ahh.."
Thalita masuk bersama Kenan yang mengekorinya dari belakang. Sedang Revan masih terdiam terpana melihat kecantikan Winda malam itu.
"Mari Nona, sebentar lagi acara akan dimulai" Axe mempersilahkan Safira dan Winda untuk masuk setelah itu dirinya pun masuk kedalam diikuti Safira dibelakangnya begitu juga dengan Winda.
Namun saat Winda melangkah masuk Revan meraih tangannya dan menahan langkahnya. Winda terkejut lalu menatapnya.
"Bareng.." ucap Revan, lalu menggenggam tangannya dan menariknya masuk.
__ADS_1
"Van, ngga enak diliat yang lain.. gw duluan ya.." ucap Winda setelah melepaskan tangannya dari genggaman tangan Revan.
Seperti biasa Miko membuka acara Gala dinner ini, meski hanya beberapa orang saja, namun malam ini dibuat semeriah mungkin. Ini adalah permintaan Bayu, karna ia ingin memberi Thalita kejutan.
Sambutan demi sambutan, iringan musik serta tari-tarian telah disuguhkan. Kini tibalah di acara puncak malam ini, yaitu penyerahan Resort Wilona kepada Thalita.
Kini saatnya Bayu menaiki panggung dan memberikan sambutannya.
Selamat malam semuanya, terima kasih atas kesediaan kalian untuk mengikuti acara malam ini.
Semua yang kita lakukan disini adalah untuk melihat dan merasakan bagaimana Resort ini apakah sudah layak untuk dipasarkan, atau sekedar menilai kelurangan dan kelebihannya sebelum dipasarkan.
Resort ini memiliki fasilitas seperti Hotel, kami menyediakan SPA, GYM, Butik dan salon kecantikan. Resort ini juga memiliki Klinik untuk mengobati para Tamu yang datang ke Resort ini dan semuanya itu FREE.
Saya membangun Resort ini dengan penuh Cinta untuk orang tercinta yang sangat Saya cintai. Meski ia sudah tiada namun dengan adanya Resort ini Saya ingin merasakan keberadaannya disini dan mengenangnya. Untuk itu Saya ingin orang yang datang ke Resort ini bisa menikmati fasilitas dengan senang, bahagia dan gembira seperti layaknya orang yang mencintai dan dicintai.
Terima kasih.
Baik, Saya perkenalkan WILONA RESORT
prok..prokk..prokk.. suara tepuk tangan seakan mewakili perasaan Bayu malam ini. Setelah suara tepuk tangan menghilang, Bayu melanjutkan sambutannya.
Dan mari kita sambut pemilik Resort ini..
Bayu berhenti sejenak, suasana di Ballroom itu pun menjadi hening, mereka saling bertanya-tanya siapa pemilik Resort ini, karna yang mereka ketahui Bayulah pemilik Resort ini. Bahkan putrinya sendiripun tidak mengetahui siapa orang yang akan dipanggil Ayahnya itu, mungkin Bunda istri barunya, itulah yang Thalita fikir.
THALITA WILONA DERMAWAN
Prokk...prokk...prokk... semua bersorak memberikan tepuk tangan yang meriah. Sedang Thalita masih tercengang, perlahan ia menaiki panggung menghampiri ayahnya.
Saat tiba diatas panggungpun Thalita masih terdiam menatap sang Ayah dengan banyak pertanyaan dibibirnya.
"A-ayah..."
"Ayah tau kamu pasti terkejut dengan pernyataan Ayah ini kan? tapi memang benar semua yang Ayah katakan. Ayah membuat Resort ini untuk ibumu sebagai pernikahan, tapi.. karna sebelum hari pernikahan Ibumu sudah pergi maka dari itu Ayah ingin memberikannya kepadamu. Kau tau kenapa?"
Thalita menggelengkan kepalanya, lalu Bayu mendekat dan mengusap wajah putri semata wayangnya itu
"karna diwajah ini ada wajah Ibumu..dihati ini ada Ibumu dan darah yang mengalir ditubuhmu ada darah ibumu..Kau ibarat jelmaan ibumu, Ayah merasakan keberadaan ibumu dalam dirimu. Ayah akan sangat berdosa jika tidak memberikan Resort ini padamu.."
"Ayah..." Thalita meneteskan air mata mendengar perkataan Ayahnya, ia jadi teringat akan mendiang ibunya.
"Terima kasih kau telah tumbuh menjadi putri Ayah yang sangat cantik, maaf jika Ayah bukan Ayah yang sempurna untukmu. Sayangilah Resort ini seperti kau menyayangi Ibumu. ILOVEYOU"
Ayah dan Putri itu saling berpelukan, tangis haru dan bahagia menyelimuti suasana malam itu. Semua yang menyaksikan pun ikut terharu menyaksikan mereka.
.
.
.
__ADS_1
...----------------...