Trail LOVE

Trail LOVE
69. Salah sasaran


__ADS_3

Malam ini Bayu dan Vina memilih untuk menginap dirumah Kenan karena besok pagi mereka berangkat ke raja ampat ketempat Resort baru milik Bayu. Mereka berangkat dengan menggunakan Jet Pribadi milik Kenan melalui Helipad yang ada di atap rumahnya.


Yaa Rumah Kenan memang besar bahkan sangat besar, segala fasilitas pun sangat lengkap. Selain rumah utama, disana juga Kenan membuat kantor kecil. Kantor itu biasanya digunakan untuk meeting besar saat ia tidak datang kekantor dan menyambut rekan bisnis yang akan membicarakan soal bisnis. Karna bisa dibilang Kenan adalah orang yang tertutup sehingga ia tidak suka jika ruang kerja dirumahnya dimasuki oleh orang luar. Dan didepan kantor kecilnya itulah


Dikamar mewah milik Kenan terlihat seorang wanita sedang sibuk memasukan pakaian ke dalam kopernya. Ditengah kesibukannya seorang laki-laki masuk dan tersenyum melihat kesibukan istrinya.


"Belum rapih juga?" tanya Kenan sambil melingkarkan kedua tangannya di perut Thalita


"Belum nih. Kamu ngga packing baju-baju kamu?"


Kenan mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Thalita dan melepaskan pelukannya dari tubuh Thalita


"Loh..jadi dari tadi kamu sibuk packing untuk keperluan kamu sendiri?"


"Iya"


"Pakaianku?"


"Pakaian kamu yaa kamu packinglah sendiri, masa aku"


"Kamu kan istriku"


"Tapi aku kan ngga tau baju apa yang mau kamu bawa"


"Hahh... lalu apa gunanya aku punya istri kalau kebutuhanku mesti aku siapkan sendiri" ujar Kenan dengan suara agak meninggi


Mendengar itu Thalita merasa tidak senang, ia langsung meletakkan pakaiannya dengan kasar diatas koper dan menatap Kenan dengan mata tajamnya


"Apa kamu bilang? Aku ngga ada gunanya buat kamu?"


"Yaa gimana ngga, kamu sibuk sendiri daritadi aku kira kebutuhan aku juga kamu siapin ternyata kamu cuma siapin kebutuhan kamu sendiri" jawab Kenan


"Trus kamu marah? Bilang aja kamu nyesel kan nikah sama aku?" ketus Thalita dengan suara lebih tinggi


Melihat raut wajah Thalita yang mulai menyeramkan karna emosi itu, Kenan sadar kalau perkataannya sudah menyinggung Thalita. Perasaannya sudah tak enak, dia pun mengalah demi terjadinya kekerasan.


"Emm...bukan begitu sayang. Maksud aku.."


Belum selesai Kenan bicara, Thalita sudah memotongnya "Ngga usah sayang-sayang deh.. aku denger sendiri tadi kamu ngomong ngga ada gunanya kamu punya istri kan, jadi buat apa kita lanjutin pernikahan kita?"


"Kamu ngomong apa sih..Maksud aku bukan begitu..


"Trus apa??!"


"Yaudah iya, aku salah ngomong maaf yaa.." ucap Kenan dengan wajah yang memelas.


Kenanpun memeluk Thalita namun dengan sigap Thalita menepis pelukan Kenan "Kamu tuh keterlaluan banget si Ken, cuma perkara beginian aja kamu sampe ngomong kaya gitu"


"Yaudah aku minta maaf.. tadi kan aku bilang aku salah ngomong. Maaf... Kamu maafin aku kan?" ucap Kenan


Thalita terdiam melihat wajah Kenan yang memelas seperti anak kecil, terlihat manis dan menggemaskan. Bisa dibilang ia terpana dengan wajah Kenan seperti itu namun segera ia menepisnya meski ketampanan Kenan naik 90⁰


"Ahh tau ahh...bete"


Thalita melenggang pergi karna rasa kesalnya lebih besar dari rasa kagumnya akan ketampanan Kenan.


"Kamu mau kemana"


"Kemana kek.." Thalita melangkah kearah pintu namun sebelum membuka pintu Kenan menahan pintu itu.


"Minggir!!"


"Engga!! Udah doong aku kan udah minta maaf. Jangan pergi ya?"


"Minggir ngga?"


Kenan tak menghiraukan teriakan Thalita, ia masih berdiam diposisinya berharap Thalita akan menyerah dan mengurungkan niatnya untuk pergi. Namun ternyata Kenan salah.


Bugghhh... satu tinju melayang diperut Kenan hingga Kenan meringis kesakitan. Belum puas melihat kenan kesakitan Thalita menarik baju Kenan dan memutar arah tubuh Kenan lalu mendorongnya kedalam hingga menjauhi pintu kamar itu.


Rupanya Kenan lupa bahwa wanita yang ia nikahkan bukanlah wanita yang biasa. Kini ia sadar ia memang belum bisa mengendalikan Thalita menjadi istrinya.

__ADS_1


Jedarrrrr... Thalita menutup pintu dengan sekencang-kencangnya. Kenan terlihat pasrah dan mengacak ngacak rambutnya setelah kepergian Thalita.


Thalita mendatangi sebuah Club tempat dimana ia dan teman-teman motornya nongkrong.


"Wuidih....manten baru. Tumben lo nongol" ucap Rio


"Lagi bete.. curut kesini ngga?" jawab Thalita


"Belum keliatan, lo telfon aja" sambung Rio sambil menenggak minuman alkoholnya.


Disebuah Cafe Safira dan Winda sedang menikmati ice coffee kesukaan mereka sambil menunggu Revan datang menjemputnya.


Safira dan Winda berencana menginap dirumah Kenan agar mudah saat berangkat besok pagi.


Revanpun muncul dan langsung meminum minuman Winda tanpa izin.


"Ihh...kebiasaan lo ahh. Pesen kek sendiri.." ketus Winda


"Alah kelamaan, gw keburu aus" jawab Revan


"Bilang aja males lo" sambung Safira


"Nahh...pinter. oiya Thalita nelpon ngga?" ucap Revan


"Ngga" ketus Winda yang masih kesal dengan Revan karna sudah menghabiskan ice coffee nya.


"Gw juga ngga. Kenapa emang?" sambung Safira


"Dia berantem ma Kenan trus pergi" ucap Revan


"Hahh..berantem??!!" ucap Safira dan Winda bersamaan. Mereka terkejut karna yang mereka tau pengantin baru itu sedang berbunga-bunga.


"Trus dia pergi kemana?" tanya Safira


"Lo nanya gw, trus gw nanya siapa? Lakinya aja barusan nelpon gw nanyain dia" jawab Revan


Kriing..kriing


"Udah angkat cepetan"


Halo..


Dimana lo?


"Lo yang dimana? Laki lo nyariin noh"


Gw di club. Kesini dong


Ngapain lo disitu bukannya pulang


Udah jangan banyak nanya. Buruan!!!


Thalita langsung menutup telfonnya. Revanpun hanya bisa menggeruti kesal karna ulah temannya itu "yee...belum dijawab main matiin aja"


"Dimana dia?" tanya Safira


"Di Club. Gw mo kesana. Lo pada mo ikut ngga?" jawab Revan


"Ikutlah, masa ngga" jawab Winda


Revan langsung melajukan mobilnya ke Club bersama Safira dan Winda. Sebelumnya Revan menghubungi Kenan dan memberitahukan keberadaan Thalita.


"Woyy...ngapain lo disini. Mo kobam lo ya?" sergah Revan sambil menepuk pundak Thalita


"Enggalah. gw cuma lagi bete" jawab Thalita


"kobam apaan si?" bisik Safira


"Mabok" jawab Winda


"Eh..lo berdua tumbenan kesini?" tanya Thalita kepada Safira dan Winda

__ADS_1


"yee...lo lupa yaa. kita kan mau nginep dirumah lo" jawab Safira


"oiyaya.. yaudah ntaran aja ya. Minum dulu aja hehehee..." ucap Thalita sambil menenggak segelas bir dingin


"Ogah..haram yee" sambung Winda


Selang beberapa menit Kenan muncul disela tawa mereka. "Thalita.. ayo pulang"


"Kenan. kok tau aku disini ? heemm...pasti lo yang kasih tau ya?" ujar Thalita sambil menunjuk wajah Revan


"yaa sorry, abis dia ngancem kalo gw ngga kasih tau kita bertiga ngga jadi diajak ke Resort bokap lo. Gw kan kasian ama nih ciwi ciwi udah bawa-bawa koper" jelas Revan


Kenan memberi isyarat kepada Revan untuk menjauh agar Kenan bisa bicara dengan Thalita. Revanpun mengerti dengan isyarat yang Kenan berikan dan mengajak Safira dan Winda untuk memesan minuman.


"Kamu minum apa?" tanya Kenan yang melihat Bir di meja.


"Kenapa? kamu takut aku mabuk? tenang aja aku ngga mungkin ngelakuin itu disaat Orang tua kita lagi bahagia. Aku ngga akan merusak suasana mereka" jelas Thalita


"Oke.. emm..aku minta maaf ya. kamu mau kan maafin aku?" Kenan mencoba merendah agar masalah ini bisa terselesaikan


"Aku pikir-pikir dulu dehh" ketus Thalita, setelah itu ia beranjak dari kursinya berniat meninggalkan Kenan.


"Mau kemana? Ayo kita pulang" Kenan menahan pergelangan tangan Thalita, dan dengan segera Thalita melepasnya.


"Ngga. Pulang aja sendiri aku masih mau disini" ketus Thalita lalu melenggang pergi


"Thalita, jangan buat kesabaran aku habis" ujar Kenan sambil mencengkeram lengan Thalita


"Kalau udah abis trus mau apa?"


"Udahlah Ken, kamu ngga perlu maksain untuk hidup sama Aku. Makasih karna kamu udah sabar ngadepin aku yang ngga berguna ini"


"Maksud kamu apa sih. Kenapa jadi ngga terarah gini. Jangan-jangan kamu yang terpaksa menikah denganku"


"Hahh..kok jadi aku. Jelas-jelas kamu sendiri yang bilang kalau aku ini ngga ada gunanya jadi istri kamu"


"Oke aku salah. Aku minta maaf. Tapi maksud aku itu bukan seperti yang kamu bayangkan. Aku mencintaimu Thalita. Come on.. kita sudahi pertengkaran ini oke...Kita pulang yaa.."


"ckk..entahlah..aku masih ngga percaya sama kamu"


"Astaga..harus dengan cara apa lagi mengendalikan dia" gumam Kenan.


Baru beberapa langkah seorang Pelayan memberikan minuman kepada Thalita. Tanpa pikir panjang Thalita pun langsung menenggaknya.


"Yahh...salah sasaran bro" ucap seorang laki-laki kepada temannya yang melihat Thalita meminum minuman itu.


"Mampus gw mana Thalita lagi yang minum. Cabut cabut" ucap seorang temannya yang terlihat panik.


"Heyy..mo kemana lo?" tanya Revan sambil menarik baju laki-laki itu


"ehh elo Van, kita mo cabut. ada janji ma cewe hhehe..."


"Ooh gitu. tapi barusan gw denger lo nyebut nama Thalita. Ada apa nih?"


"Oh itu, anu emm.."


Kedua laki-laki itu terlihat ketakutan, Revanpun semakin curiga. Revan hampir melayangkan tinjunya karena kedua laki-laki itu belum juga mau memberitahunya.


Thalita yang sedang berjalan kearah Revanpun melihat Revan sesang mengepalkan tangannya "Van, ada apa nih?"


"Bro kita minta maaf banget, maaf banget. Yang gw maksud itu bukan Thalita, tapi cewe yang ada disebelahnya. Tapi tuh pelayan malah kasihnya ke Thalita"


"Maksudnya apaan?? Lo kalo ngomong yang jelas, mau gw tinju dulu baru lo perjelas hahh!!" tegas Revan


"Minuman Van, minuman yang dibawa pelayan itu bukan buat Thalita sebenernya tapi buat cewe itu"


"Yaelah tinggal pesen lagi si susah amat. Ntar gw yang bayar deh" ujar Revan


"Bukan gitu Van, masalahnya minuman itu ada Obat perangsangnya"


"What!!!" teriak Revan. Matanya membulat karna terkejut. Namun setelah beberapa detik senyum licik muncul dari bibir Revan. Entah apa yang ada di fikirannya itu.

__ADS_1


__ADS_2