
Sore ini Safira, Winda dan Revan berada di Cafe tempat mereka nongkrong.
Safira dan Winda memesan banyak makanan, karna kebetulan hari ini Revan mentraktir mereka.
Mereka tidak tahu kalau ada maksud dibalik traktirannya Revan. Revan ingin mengetahui tentang Thalita dan laki-laki dikampus tadi.
"Curuuuuut, thanks banget loh traktirannya" ucap Winda kegirangan
"emm.. sama-sama" jawab Revan datar
"Iya Van, sering-sering aja kaya gini hahha.." sambung Safira
"Sialan lo, bangkrut gw yang ada" jawab Revan
"Kok lo ngga makan Van?" tanya Safira
"Masih kenyang, Gw kan udah makan Bakso tadi dikantin. Emangnya lo perut karung ngga ada kenyangnya" jawab Revan
"Sialan.." ujar Safira sambil mengunyah makanannya
"Ehh gw mau nanya deh. Cowo tadi yang jemput Thalita tuh siapa si?" tanya Revan penasaran
"Ooh itu calon suaminya" jawab Safira dengan polosnya
"Hahh...calon suami??" Reven terkejut dengan apa yang didengarnya barusan
"Hehh Fir.." Winda menyenggol siku Safira
"Upss.. yaah gw keceplosan gimana dong" ucap Safira berbisik kepada Winda
"Wahh...jadi gini nih. Main rahasiaan ma gw" ucap Revan
"Bukan gitu Van..belum saatnya aja. Ntar juga lo tau" Winda mencoba menjelaskan
"Trus apalagi yang gw belum tau?" tanya Revan lagi
"Emm.. udah kita taunya itu doang" jawab Winda berbohong
"Jangan bo'ong.. kalian kenal kan sama cowonya? tanya Revan yang semakin penasaran
"Eng..engga. kita ngga kenal kok.. iyakan Win" ucap Safira gugup dan dibalas anggukan oleh Winda
"Hemm... yaudah kalo kalian ngga mau cerita gw cabut aja ngga jadi traktirnya" ujar Revan dengan muka malasnya
"Lahh Van, tega lo. Makanan segini banyak masa kita yang bayar. Abis dong uang jajan gw" ucap Safira
"Kan lo yang makan" jawab Revan cuek
"Iya si..tapi kan gw pesen banyak gini karna lo yang mau traktir" ucap Safira yang wajahnya mulai memelas
"Yaudah gw yang bayar asalkan lo mau ceritain ke gw dari A to Z, Deal?? ucap Revan sambil menyodorkan tangannya
Safira dan Winda terdiam, mereka saling pandang dan berdiskusi. Mereka berbisik namun masih terdengar oleh Revan.
"Gimana nihh Win, kasih tau aja yaa... daripada kita disuruh bayar nih makanan"
"Lo si mesen banyak banget" ujar winda
"Yaudah trus gimana??" tanya Safira
"Jadi gimana? Cepetan tangan gw pegel nih" tegas Revan dengan tangannya yang masih diposisi semula
"Yaudah kita ceritain, tapi lo jangan bilang ma Thalita yaa.." ucap Winda kepada Revan
"Okee...Deal" tegas Revan
"Deal" jawab Safira dan Winda
Safira dan winda pun mulai menceritakan tentang Thalita dan Kenan. Tentu saja itu membuat Revan patah hati. Sudah lama Revan mencintai Thalita dan menunggu berharap Thalita akan membalas cintanya. Namun hari ini dia mengetahui kenyataan pahit yang membuatnya patah hati.
-
Kenan memarkirkan mobilnya di parkiran Cafe yang Thalita inginkan. Mereka keluar bersamaan dari mobil dan masuk kedalam Cafe.
Mata Thalita berkeliaran mencari tempat duduk yang nyaman. Saat itu juga dia melihat teman-temannya yang sedang makan.
"Ehh kok mereka ada disini" gumam Thalita
Kenan yang mendengar Thalita bergumam itupun melihat kemana arah yang dilihat Thalita. Kenan melihat Safira, Winda dan Revan. Dia pun tertarik untuk gabung dengan mereka, sekaligus ingin menunjukkan ke Revan bahwa Thalita adalah miliknya.
Tanpa pikir panjang Kenan berjalan menghampiri mereka dan meninggalkan Thalita.
"Ehh... aduhhh Kenan ngapain nyamperin si.. mana ada si Curut lagi" gumam Thalita yang mulai gusar
"Boleh gabung?" Sapa Kenan
"Uhukk...uhukk.. uhukk..." Safira tersedak karna terkejut melihat Kenan.
"Bo-boleh..." ucap Safira gugup
"Sendiri? Thalita mana?" tanya Winda
"Itu.. sayang sini" jawab Kenan sambil menunjuk kearah Thalita dan memanggilnya
"Ahhh sialan..ngapain manggil gw sayang segala si" gumam Thalita kesal.
Mau tak mau Thalita menghampiri mereka dan menyapa teman-temannya itu
"Ha-hay semuanya.. hehhe.." sapa Thalita, semua menyambutnya terkecuali Revan yang mengacuhkan Thalita.
__ADS_1
"Van, lo kenapa? recek amat tuh muka" tanya Thalita kepada Revan mengalihkan suasana.
"ngga apa-apa" jawab Revan acuh
"Dia siapa sayang..?" dengan sengaja Kenan bertanya kepada Thalita
"hah...ohh ini Revan.. Van kenalin ini Kenan" Thalita memperkenalkan Revan dan Kenan.
Mereka pun berjabat tangan dan saling tatap. Namun bukan tatapan seorang teman. Seperti tatapan seorang musuh.
Kenan menarik kursi untuk Thalita dan mempersilahkannya duduk. Kemudian Kenan manarik kursi untuknya dan duduk lalu membuka buku Menu cafe itu.
"Sayang...kamu mau makan apa?" tanya Kenan yang sengaja memanggilnya sayang didepan Revan.
"Ah.. emm apa ajalah" jawab Thalita canggung.
Revanpun tidak tahan melihat kemesraan mereka. Dan memilih untuk pergi. Hatinya benar-benar sakit saat mendengar Kenan memanggilnya sayang.
Suasana berubah menjadi canggung. Thalita pun tidak bisa bergerak bebas. Disisi lain ada Revan yang seperti sedang marah padanya, dan disisi lain ada Kenan yang terus mengumbar kemesraan tidak seperti biasanya.
"Nih..buat bayar makanan lo. Gw cabut duluan ya..ada urusan" Revan memberikan credit card nya kepada safira lalu beranjak dari kursinya dan berpamitan.
"Lo mo kemana Van, gw baru dateng" tanya Thalita heran
"Bukan urusan lo!" Revan menjawab dengan nada yang tertekan dan berlalu pergi.
"Dihh... si Curut kenapa tuh, sewot banget kayanya" thalita masih heran dengan sikap temannya itu.
Safira dan Winda terdiam namun raut muka nya seperti orang menyimpan beban. Kenan yang memahami situasi itu pun beranjak dari kursinya.
"Mo kemana?" tanya Thalita kepada Kenan sambil menahan tangan Kenan dengan wajah khawatir karna Thalita takut Kenan menemui Revan
"Toilet. mau ikut?" jawab Kenan meledek
"Ishhh...." Thalita langsung melepaskan tangan Kenan
Kenan berjalan ke Toilet namun bukan untuk buang air melainkan untuk menelfon seseorang.
Tuuuut...tuuut..
"Halo bos.."
"Axe..coba kau selidiki keberadaan Disya, dan apa saja yang dia lakukan. Jika ada yang mencurigakan segera beritahu"
"Siap Bos"
"Satu lagi. Aku minta kau pilihkan anak buah terbaikmu untuk menjaga Thalita secara diam-diam, dan pekerjakan mereka secepatnya!!!"
"Siap Bos.. ada lagi?"
"Berikan yang terbaik, jika tidak.... akan kupatahkan tangan dan kakimu itu"
-
"Dia udah tau semuanya" ucap Winda
"Maksud lo Revan?" Thalita terkejut
"Sorry Thal, gw yang salah. Gw terpaksa ceritain kalo ngga dia ngga mau bayarin makan kita.. Maafin gw thal..." ucap Safira dengan nada sedihnya mencoba menjelaskan karna merasa bersalah.
"Iya Thal maafin kita yaa... kita kesini karna mau ditraktir sama dia, kita ngga tau kalo niat dia traktir malah kaya gini" sambung Winda
Thalita menghela nafasnya kasar. Dia terdiam memikirkan Revan karna merasa bersalah.
"Hufthhh.... dia pasti marah banget sama gw" ucap Thalita
"Thal...sorry... lo boleh deh hukum gw apa aja terserah lo, asalkan lo mau maafin kita, please...." ucap Safira memohon sambil menguncupkan kedua telapak tangannya
"Ngga apa-apa. Emang gw yang salah ngga ngasih tau dia. Gw tau akhirnya bakalan kaya gini" ujar Thalita
Safira dan Winda masih dengan rasa bersalahnya. Dia bingung harus berbuat apa.
"Udah kalian tenang aja.. gw bakal temuin dia..nanti malem gw ketongkrongan buat jelasin semuanya" ujar Thalita mencoba menenangkan sahabatnya itu
Safira dan Winda pun merasa lega karna Thalita tidak marah pada mereka.
Pelayan Cafe datang membawa makanan dan minuman yang dipesan Thalita dan Kenan.
"Makasih mba..." ucap Thalita kepada pelayan itu
"Udahh lanjutin makan nya.. ngga usah terlalu dipikirin ntar bengek lu pada...." sambung Thalita kepada Safira dan Winda
"Sialan lo" ucap Safira dan Winda bersamaan
"Hahaha...."
Disela tawa mereka Kenan datang dan duduk dikursinya. Saat Kenan menyantap makanannya, ponselnya berbunyi ada pesan masuk dari Naura.
Kenan membuka aplikasi pesan yang ada di ponselnya. Mata Kenan terbuka lebar saat melihat foto-foto yang dikirim Naura. Dia terlihat fokus melihat ponselnya. Ternyata yang dilihatnya adalah Foto-foto Thalita saat menggunakan gaun pengantin dibutik tadi.
Thalita yang melihat wajah calon suaminya itu menjadi kepo, dia melirik ke arah layar ponsel milik Kenan. Thalita melihat foto dirinya diponsel itu.
"Ehh...coba liat. Ini foto dari Naura yaa" Thalita merampas ponsel Kenan.
"Bagus-bagus semua yaa... Kalo lo suka yang mana Ken?" tanya Thalita saat melihat Foto-fotonya yang memakai gaun pengantin
"Semua yang kamu pakai aku suka" jawab Kenan datar
"Uuuuhhhh.... hahaha" ledek Safira dan Winda
__ADS_1
"Gombal...!! yakali dalam sehari gw pake semua nih gaun"
"Why not ??"
"Tau akhh.... ga asik banget si lo"
"Ehh Fir, Win lo liat deh... menurut lo bagusan yang mana?" tanya Thalita
"Wahhh....Thal, lo cantik banget.." puji Safira
"Yee dari orok kali. Lagian yang gw suruh liat gaunnya bukan muka gw.. " ucap Thalita terkekeh
"Iya iya..." ucap Safira
"Tapi emang bener Thal, lo pantes banget pake gaun pengantin.. cocok semua" ujar Winda
"Ehh yang ini bagus nih...
"Ini juga bagus nih..
Aksi pilih memilih gaun pun berubah menjadi perdebatan diantara 3 gadis-gadis cantik itu.
Kenan yang melihat hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Maaf Nona-nona... silahkan diputuskan mau pilih gaun yang mana, sebelum ku ambil ponselnya" ujar Kenan
"Jadi yang mana nih..." tanya Thalita
"Yang ini aja"
"Tapi kalo menurut gw yang ini Thal"
"Gw si sukanya yang ini, tapi yang ini juga gw suka"
Kenan menepuk jidatnya, karna masih juga belum ada pilihan mengenai gaun.
"Heyy...heyy..heyy..." suara Kenan yang sedikit teriak membuat mereka semua terdiam.
"Udah...udah... gini aja deh... gimana kalo kita gambreng? Yang menang berarti Thalita harus pake gaun yang dia pilih, gimana??" Ujar Safira
"Oke" jawab Thalita dan Winda bersamaan
Mereka bertiga sudah bersiap dengan telapak tangannya. Namun tidak dengan Kenan.
"Ken, lo juga ikutan"
"Aku?? kalian sajalah"
"Hem...ngga asikk banget si...!!!"
"Udah biarin aja Thal, lagian dia mana ngerti si main beginian secara dia gede di Paris" ucap Winda dan dianggukkan oleh Thalita
Mereka tengah bersiap dengan tangannya masing-masing.
Hompimpa alaihum gambreng...
Gambreng...
gaaambreng...
Sudah beberapa kali permainan itu dimainkan namun belum juga ada pemenangnya.
Kenan yang memperhatikan permainan itu menjadi tertarik untuk mencoba nya.
"Baiklah aku ikut.." ucap Kenan
"Emang bisa" ledek Thalita
"Bisa... aku sudah melihatnya" jawab Kenan
"Okee Siap yaa..." ucap Safira
Hompimpa alaihum gambreng...
Dan pemenangnya adalah Kenan.
"Yesss....aku menang" seru Kenan sambail menggerakkan tangannya kegirangan
Thalita, Safira dan Winda pun bertepuk tangan.
"Okee... jadi yang mana gaunnya" tanya Thalita
"Gaun??" jawab Kenan bingung
"Iya gaun, kan lo menang tadi jadi lo yang pilih gaunnya"
"Oh... aku hanya ikut main bukan untuk pilih gaun"
jawab Kenan tanpa dosa hahah
Thalita menjadi kesal, dia menatap Kenan dengan matanya yang melotot dan tangan yang dikepal seperti mau menonjok.
"Oke..oke.. aku akan pilih gaunnya" ucap Kenan ketakutan
Safira dan Winda yang menyaksikan dua pasangan sejoli itu menahan ketawanya. Ada rasa iri namun mereka juga bahagia karna pada akhirnya sahabatnya itu akan menikah dengan orang yang dia cintai dan bukan karna paksaan lagi.
Akhirnya Gaun sudah dipilih dan mereka semua setuju dengan pilihan Kenan.
...----------------...
__ADS_1