Trail LOVE

Trail LOVE
22. Obrolan Tiga Dara


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa 4 hari sudah berlalu dari kejadian malam itu.


Sudah 3hari Thalita berdiam diri dikamarnya.


Dia merasa tidak enak badan, namun tidak demam. Badanya lemas serasa tak bertulang, dia merasa lelah mungkin karena terlalu banyak berfikir. Bukan memikirkan mata kuliahnya namun memikirkan sebentar lagi dia akan menikah.


Untung saja Bayu sudah meminta izin bahwa Thalita tidak bisa masuk kuliah selama 1 minggu. Bayu ingin Putrinya terlihat Fresh saat malam pertunangan nanti.


................


Dikantin kampus terlihat Safira dan Winda sedang menikmati makan siang. Sudah beberapa hari dia menelfon sahabatnya itu namun tidak ada jawaban. Pesan pun tidak ada yang dibalas.


"Ishhh....si Thalita kemana si. Dari hari minggu gw telfon susah banget, chat gw juga ngga dibales. Sekarang malah ngga aktif nomernya. Bikin khawatir aja nih anak.." ucap Safira kesal


"Ehh kita kerumahnya aja yu.." ajak winda.


"Ide bagus..yaudah yu buruan mumpung ngga ada si cunguk Revan. Kalo dia liat ntar minta ikut lagi" ucap Safira


Yaa selama beberapa hari ini Revan selalu mengikuti Safira dan Winda. Dia selalu menanyakan Thalita, Revan merasa kalau Safira dan Winda mengetahui sesuatu.


Safira dan Winda pun sampai didepan gerbang rumah Thalita.


Tiin...


Mang udin satpam rumah Thalita membukakan gerbang untuk mereka.


"Ehh Non Winda..Non safira"


Winda dan Safira hanya memberikan senyuman kepada Mang Udin.


"Makasih ya mang.."


Winda memarkirkan mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah Thalita tanpa permisi. Yaa itu karna Mereka sudah terbiasa datang kerumah itu, mereka sudah dianggap seperti saudara Thalita.

__ADS_1


Diruang tengah ada Bi Een yang lagi beberes.


"Bi.."


"Ehh ada Non Winda, Non Fira"


"Thalita ada kan bi" tanya Winda


"Ada Non, dikamarnya. Udah 3hari Non Lita ngga keluar-keluar kamar, makan aja bibi bawain kekamar"


Safira dan Winda saling pandang. Yang ada pikirannya hanya Thalita, mereka sangat khawatir karna ini bukan seperti Thalita yang mereka kenal. Biasanya Thalita bisa mengendalikan dan mengabaikan setiap masalah.


Tok..tok..tok..


"Thal gw masuk yaa.."


Ceklek.... pintu terbuka, dilihatnya Thalita sedang tidur.


"Woyyy... bangun" teriak Safira dan berhasil membangunkan Thalita


"Ehh Nona liat jam doong.. " teriak Safira


"kata bibi lo ngga kluar-kluar kamar. Ngapain aja lo dikamar" tanya Winda


"Tidurlah..ngapain lagi. Udah sana ganggu aja lo ahh.."


"Ya ampuun Thal..kebangetan lo yaa..udah ditelfon ngga diangkat, chat ngga dibales sekarang kita kesini malah diusir.. lo ngga kangen apa sama kita?" ucap Safira


"Udah bangun, mandi sana biar seger. Buluk banget tau ngga lo" ucap winda


"Hemm... iya iya pada brisik lo ahh. Yaudah gw mandi dulu" Thalita pun beranjak dari tempat tidurnya dan mandi.


Setelah Thalita selesai mandi, mereka bertiga duduk di balkon kamar Thalita. Balkon yang sudah disulap menjadi tempat yang cozy. Disitulah tiga dara itu berkumpul.

__ADS_1


Thalita menceritakan semua yang terjadi malam itu. Thalita juga memberitahukan bahwa dia akan segera bertunangan dan melangsungkan pernikahan.


"yaudah Thal jalanin aja, lagian apa sih yang kurang dari seorang KENAN ABRISAM. Dia ganteng, kaya, pengusaha muda, sukses lagi. Siapa coba yang ngga mau ma dia" ucap winda


"bener tuh.. kalau gw jadi lo sih..ngga bakal gw tolak, hahahaa..." ucap Safira.


Mereka pun tertawa bersama.


Thalita teringat akan ponselnya, dia langsung mangaktifkan ponselnya. Ada banyak notif pesan masuk sampai-sampai dia pusing lihatnya.


"Gila...rame amat Hp gw" ucap Thalita kemudian Safira merebut ponselnya


"Sini gw liat siapa aja yang kangen sama lo hahaha..."


Safira membacakan siapa saja yang mengirim pesan kepadanya


"Winda, safira, sicurut..siapa nih si curut.. ehh ehhh ada kenan nih gw buka yaa chatnya"


"jangan..!!!" Thalita langsung merampas kembali ponselnya dari tangan Safira.


"kok ngga dibales Thal"


"males ahh... udah biarin aja"


Thalita meletakkan kembali ponselnya. Safira dan winda merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu.


"hemm... bosen nih. keluar yuk.. kemana kek" ucap Safira


"ke Cafe aja yu.." ajak Winda


Safira dan Thalita pun menyetujui ajakan Winda. Mereka bertiga pergi ke Cafe menggunakan mobil Winda. Didalam mobil mereka bernyanyi dan tertawa. Berkat kedua temannya itu mood Thalita sudah mulai membaik. Sepertinya Thalita sudah mulai bersahabat dengan keadaan.


.

__ADS_1


.


...----------------...


__ADS_2