Trail LOVE

Trail LOVE
15. Pertemuan di Cafe


__ADS_3

Thalita sudah berada di Cafe dekat Gedung Azzura Corp. Dia pun mengirim pesan kepada Kenan.


Kenan yang saat ini sedang memimpin Rapat semua Divisi pun mendengar ada notif dari ponselnya. Matanya melotot saat ia melihat nama "Taril Love" yang ada dinotif nya.


Yaa Kenan menamai Thalita "Trail Love" di ponselnya. Tanpa pikir panjang Kenanpun langsung membuka pesan itu.


"Hey.."


"Gw lagi ada di Cafe samping kantor lo nih"


"Bisa kesini ngga? Gw ada perlu sama lo"


Begitulah isi pesan Thalita untuk Kenan. Spontan Kenan tersenyum saat membaca pesan itu. Dia tidak menghiraukan karyawannya yang saat itu sedang presentasi. Hatinya senang, pikirannya pun tertuju kepada wajah Thalita yang sangat cantik sampai-sampai ia pun lupa membalas pesan Thalita.


Suara ponselnya menghentikan lamunannya, dilihatnya ada panggilan masuk dari "Trail Love". Yaa Thalita menelfon Kenan karna pesannya tidak dibalas oleh Kenan.


Kenanpun segera menjawab telfon dari Thalita.


"Halo"


"Halo..kenapa pesan gw cuma dibaca aja, lo pikir koran ??"


"I-iya maaf, Aku lagi meeting"


"Gw ngga perduli, pokonya gw tunggu sekarang juga di Cafe, bisa??"


"I-iya bisa.. 20menit lagi aku sampai sana"


"5menit"


"15menit"


"10menit dari sekarang, kalo ngga gw anggap ngga bisa"


"Oke oke.. 10menit aku sampai sana"

__ADS_1


Thalita pun mengakhiri panggilannya. Dan Kenan langsung pergi terburu-buru meninggalkan ruang meeting. Hingga membuat semua karyawannya yang ada diruang rapat itu bingung, termasuk Axelle Asisten nya.


Sesampainya di Cafe kenan melihat Thalita yang melambaikan tangannya. Seperti biasa Thalita yang berpakaian Casual dengan wajah tanpa makeup terlihat begitu cantik natural. Saat itu juga jantung kenan berdegup kencang, ia begitu gugup. Namun Kenan mencoba tetap tenang. Kenanpun duduk dikursi berhadapan dengan Thalita.


"Ehem.. maksud gw undang lo kesini adalah..." ucap thalita namun seketika terhenti karna kenan memotong pembicaraannya


"Tunggu, kau tahu aku berlari dari kantor kesini dan kau tidak memberiku waktu untuk bernafas, bahkan menawariku minum saja tidak.. keterlaluan! Apa kau tidak lihat aku sulit bernafas" ucap Kenan dengan nada kesal dan nafas yang tersengal sengal.


"Baiklah..." jawab Thalita sambil melambaikan tangan ke pelayan Cafe.


"Permisi.. ada yang bisa saya bantu?" Sapa Pelayan Cafe


"Ice lemon tea 1 dan Spaghety Carbonara 1" ucap Kenan kepada Pelayan


Mereka pun saling diam..belum ada yang memulai pembicaraan. Hingga akhirnya pelayan pun datang membawa pesanan Kenan. Kenanpun langsung menyantap makanannya sesekali dia melirik Thalita yang masih terdiam.


"Kau tidak makan" tanya Kenan


"Gw ngga laper" jawab Thalita yang dijawab "O" oleh kenan.


"Sorry gw ngga punya banyak waktu jadi langsung to the point aja" ujar Thalita


"Gw mau lo jadi pacar gw" ucap Thalita dengan lantang. Seketika Kenan langsung tersedak makanannya saat mendengar ucapan Thalita, matanya melotot dan mulutnya menganga seakan tak percaya.


Mungkin saat ini hati kenan bersorak kegirangan mendengar pernyataan Thalita. Bagaimana tidak, sejujurnya Kenan memang sudah jatuh cinta kepada Thalita. Namun ia tidak menyangka Thalita mempunyai perasaan yang sama dan menyatakan perasaannya secepat ini.


Saat kenan hendak menjawab, Thalita melanjutkan ucapannya.


"Jangan salah paham, ini cuma pura-pura" lanjut Thalita


"APA!!!" jawab Kenan terkejut. Ternyata ini hanya pura-pura.


"Jadi, gw mau dijodohin. Gw mau batalin perjodohan ini makanya gw minta lo buat jadi pacar gw sabtu malam nanti" ucap Thalita


"Kenapa hati aku sakit yaa mendengar ini hanya pura-pura" gumam kenan dalam hati.

__ADS_1


"Hahh... aku tidak mau, lagipula tidak ada hubungannya denganku kau mau dijodohkan dengan siapa. Tidak ada untungnya juga bagiku" ucap Kenan cuek masih sambil melahap spaghetynya


"Plisss ken, tolongin gw. Ini ngga akan lama kok cuma beberapa jam aja..pliiisss..." ucap Thalita memohon dengan menguncupkan kedua telapak tangannya. Namun Kenan masih diam tak merespon hingga Thalita melanjutkan lagi ucapannya


"Ahh manisnyaa.." kenan bergumam. Kenan yang melihatnya pun menjadi tidak tega


"Gini deh... sebagai imbalannya gw akan turuti semua kemauan lo" sambung thalita masih dengan gayanya yg memohon


"Baiklah..sebagai imbalannya aku mau kamu menemaniku makan siang selama 1 bulan dan kau harus menjemputku dikantor" ucap kenan dengan santai


"APA!! 1 bulan?? Nemenin makan siang?? Jemput kekantor??" Thalita terkejut


"Hahhh yang bener aja, gw cuma mau lo jadi pacar pura-pura gw cuma 1 malam itu juga paling cuma 3 atau 4 jam kenapa imbalannya 1 bulan, gw ngga setuju" ujar Thalita kesal


"Kau tidak pernah tau kan efek dari rencanamu ini apa? Ayahmu akan mengenaliku sebagai pacarmu lalu apa yg terjadi setelahnya" ucap Kenan


"Emm...baiklah. aku sudah selesai makan. Sepertinya tidak ada lagi yang harus dibicarakan, aku harus kembali kekantor. Permisi" Kenanpun hendak beranjak dari kursinya


"Ehh tunggu!" Thalita menahan kenan


"Bagaimana kalau 2 minggu?" Thalita bernegosiasi dengan Kenan berharap Kenan setuju


"Maaf, sebenarnya aku tidak tertarik menjadi pacar pura-pura mu, jadi aku tidak akan bernegosiasi denganmu" ucap Kenan jual mahal.


Kenanpun berdiri dan bersiap untuk pergi. Thalita yang sedang berfikir sejenak itu pun langsung menahannya kembali. Sepertinya kali ini Thalita tidak punya pilihan lain dan itu membuat Kenan menari-nari didalam hatinya karna ini adalah caranya untuk semakin dekat dengan Thalita


"Ahhh sial!!" Gumam Thalita


"OKE. Deal!!!" Benar saja Thalita menyetujuinya. Dia menyodorkan telapak tangannya dan Kenan pun menyambutnya.


Mereka kini saling berjabat tangan pertanda kerjasama telah dimulai.


"Yessss...." kenan bersorak dalam hati.


.

__ADS_1


.


...----------------...


__ADS_2