
Dikamar pasien VVIP Thalita terbaring tak berdaya dan tak sadarkan diri. Tangis Bayu pecah seketika melihat Cervical Corral yang melingkar dileher Putrinya serta tangan dan kakinya dibalut Gips.
Thalita mengalami cedera parah dikakinya sehingga dia harus menjalani operasi tulang. Sedangkan cedera dileher dan tangannya tidak separah kakinya sehingga tidak perlu tindakan oprasi tulang.
Pasca operasi Thalita masih belum membuka matanya. Bayu yang masih duduk dikursinya itu menangis sambil menggenggam telapak tangan putrinya itu.
"Maafin Ayah sayang... maafin" lirih Bayu dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
Bayu dihantui rasa bersalah karna merasa penyebab kecelakaan ini adalah dirinya. Kenan menjadi tidak tega melihat calon mertuanya itu masih menangis tersedu.
"Om.. sebaiknya Om pulang. Om harus istirahat, biar kenan disini yang menunggu Thalita" kenan mencoba membujuk Bayu agar pulang.
"Tidak ken, Thalita seperti ini karna Om. Om yang salah.. jadi biarlah Om tetap disini"
"Om.. ini semua bukan kesalahan Om. Kenan sedang menyelediki penyebab kecelakaan ini. Jadi pulanglah, agar Om bisa istirahat. Kenan akan mengabarimu jika Thalita sudah sadar"
"Tapi Ken..." Bayu semakin tertunduk lesu.
"Om..kalau Om sakit, Om tidak akan bisa melihat Thalita disini" bujuk Kenan
"Baiklah.. tolong kabari Om kalau dia siuman"
Akhirnya Bayu menuruti perkataan Kenan. Diapun pulang bersama mang Asep yang masih setia menunggunya diluar.
Namun tidak ada bedanya dengan Bayu, Kenan yang berusaha tegar didepan Bayu kini menitikkan air mata. Dia mengusap wajah Thalita yang terpejam dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya.
"Baru semalam aku melihatmu tersenyum bahagia, tapi sekarang aku harus melihatmu menderita seperti ini..." ucap Kenan sambil menangis
Kenan terus menciumi punggung tangan Thalita yang ditusuk jarum infus. Air matanya terus mengalir. Baru ini Kenan merasakan pedihnya melihat orang yang dia cintai terbaring tak berdaya.
__ADS_1
Rasa takut kehilangannya begitu besar. Mengingat mereka yang baru saja merasakan Cinta. Meski Kenan sudah pernah merasakan jatuh cinta, namun kali ini berbeda cinta Kenan kepada Thalita begitu besar. Entah sejak kapan perasaan itu muncul. Yang jelas Kenan benar-benar merasakan kepedihan yang amat dalam karna takut kehilangan.
------
Hari sudah menjelang pagi, perawat mengetuk pintu dan masuk kekamar pasien. Kamar dimana ada Thalita yang terbaring diranjang yang belum juga sadarkan diri.
Perawat itu membangunkan Kenan yang tertidur dikursinya dengan kepala di atas ranjang.
"Tuan..maaf membangunkan Anda, Saya mau membersihkan tubuh Nona. Apa Tuan bisa tunggu diluar sebentar?" ucap Perawat itu dengan sopan
Kenan yang baru tersadar dari tidurnya itu hanya mengangguk pelan dan beranjak dari kursinya lalu berjalan hendak keluar.
"A-yah..." lirih Thalita dengan mata yang masih terpejam memanggil Ayahnya.
Kenan mengurungkan niatnya untuk keluar, dia menoleh kesumber suara dan dengan cepat dia menghampiri Thalita. Susterpun keluar untuk memanggil Dokter.
"Sayang...kamu sudah sadar" panggil Kenan
"Dokter, cepat periksa tadi dia bersuara" ucap Kenan kepada Dokter itu dengan kepanikannya.
"Baik.." ucap Dokter sambil memegang stetoskopnya untuk memeriksa Thalita.
Setelah beberapa menit dokter memeriksakan kondisi Thalita, Dokter menjelaskan kepada Kenan tentang kondisinya.
"Sepertinya kondisinya sudah membaik, tak lama lagi dia akan sadar. Tapi saat dia sadar nanti tolong jangan beri banyak pertanyaan, apalagi membicarakan yang terlalu berat karna bisa berpengaruh dengan syaraf motoriknya. Akibat kecelakaan ini bisa saja dia mengalami trauma"
Kenan hanya mengangguk pertanda mengerti atas penjelasan Dokter.
Saat Dokter memberikan perintah kepada susternya untuk melepaskan selang oksigen yang menempel dihidung Thalita, saat itulah Thalita mengerjapkan matanya setelah itu membukanya perlahan.
__ADS_1
"Ini dimana..." lirih Thalita
"Sayang, kamu udh sadar" kenan terlihat begitu senang saat melihat Thalita membuka matanya.
Thalita yang mendengar suara Kenan pun melirik dan memanggilnya.
"Ken....."
"Hahh....syukurlah akhirnya kamu sadar juga"
"Ahhh....sakit" Thalita meringis kesakitan
"Dok apa dia baik-baik saja" tanya Kenan yang panik melihat Thalita kesakitan
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika dia merasakan sakit itu respon yang bagus. Setelah ini akan saya berikan obat"
"Ah..syukurlah"
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu"
Dokter pun pamit dari kamar itu meninggalkan mereka berdua. Kenan menatap lekat wajah kekasihnya itu dengan senyum bahagia.
Suara pintu kembali diketuk, terlihat suster datang untuk membersihkan tubuh Thalita.
Kenanpun mengecup Kening Thalita lalu keluar dan menghubungi Bayu untuk memberikan kabar bahagia karna Thalita sudah siuman.
.
.
__ADS_1
...----------------...