Trail LOVE

Trail LOVE
55. Tatapan pembunuh


__ADS_3

"THALITA..!!!!!" teriak seorang laki-laki yang penuh amarah


Thalita menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya ia melihat sipemilik suara itu hingga membelalakkan matanya dan mulut yang menganga.


"Kenan..." gumam Thalita.


Yaa..laki-laki itu adalah Kenan. Kenan berjalan menghampiri Thalita dengan wajah yang menyeramkan karna dipenuhi amarah. Thalita hanya bisa menelan saliva nya.


"Ayo pulang.." dengan kasar laki-laki itu menarik tangan Thalita


"Ken..tunggu Ken biar aku jelasin" ucap Thalita kepada laki-laki yang menariknya tangannya itu.


"Ken. Lepasin!!!" ucap Thalita yang sudah merasakan sakit dipergelangan tangannya


Beberapa kali Thalita meminta Kenan untuk melepaskan tangannya, namun Kenan tak menggubrisnya. Hingga sampailah mereka dimobil Kenan.


"Win gimana nih...kasian Thalita" ucap Safira cemas


"Iyaa..gimana ya. Samperin aja yuk. Kita bantu jelasin" jawab Winda


"Jangan" tegas Revan


"Kok jangan sih..kasian Thalita" tanya Winda


"Tau ihh curut..Lo ngga liat tuh muka Kenan kaya mo nerkam orang, ntar kalo dia diapa-apain gimana?" sambung Safira


"Dia kan calon suaminya. Lagipula percuma lo bantuin dia sekarang. Yang ada malah bikin tambah emosi dianya. Udah tenang aja lo pada, ngga akan diapa-apain tuh bocah" ujar Revan


Safira dan Winda pun menuruti perkataan Revan, mereka hanya memandangi temannya yang ditarik paksa itu. Terlihat wajah kesakitan dari wajah Thalita, namun disisi lain terlihat wajah yang penuh amarah dari wajah Kenan.


Meski mereka khawatir namun mereka bisa apa, mereka takut malah akan semakin menambah keruh suasana.


"Van...badan aku sakit semua. Tolong anterin aku pulang yaa?" ucap Cindy kepada Revan sambil merengek manja dilengan Revan


"Halahh... kambuh tuh ulet bulu nya" gumam Safira


"Emm... oke gw anterin. Tapi gw cuma bisa nganterin lo sampe gerbang" jawab Revan


"Beneran..?? Yesss....."

__ADS_1


"Oke. Fir..win.. gw cabut yak"


"Lahh ngga salah tuh si curut nganterin ulet bulu.."


Revan melajukan mobilnya, begitu juga dengan Safira. Namun sampai gerbang kampus Revan menghentikan mobilnya tepat didepan mobil Safira.


"Si curut ngapain brenti tuhh.." ucap Safira


"Tauu... ada yang ketinggalan mungkin" sambung Winda


Setelah beberapa menit mobil Revan berhenti, Safira membunyikan klaksonnya lalu membuka kaca mobilnya.


Tiin..tiiin..


"Van..lo ngapain si. Cepetan jalan..." teriak Safira


Revan yang mendengar suara klakson Safira pun merasa risih. Ia keluar dan menghampiri mobil Safira.


"Brisik banget si lo. Sabar napa!" ujar Revan


"Keburu sore Van, macet tau" jawab safira


"Nohh ulet bulu ngga mau keluar" Revan menjawab dengan kesal


"Lahh lo katanya mau nganterin dia tadi" tanya Winda lagi


"Iya. Kan sampe gerbang. Ini gerbang" jawab Revan dengan polosnya


"Ihh si Be*o hahhaaa.... udah cepetan deh lo urus. Mo balik nih gw" sambung Safira, yang geli mendengar jawaban Revan hingga menimbulkan tawa yang begitu lantang, begitu juga dengan Winda yang tertawa geli mendengar ucapan Revan.


Revanpun kembali kemobilnya, dia membuka pintu mobil namun bukan pintu mobil kemudi. Ia membuka pintu mobilnya dimana ada Cindy duduk disitu. Ia meminta Cindy turun, namun Cindy tak menggubrisnya. Revanpun terpaksa menarik paksa Cindy keluar dari mobilnya.


"Kok kamu jahat banget si Van.. kamu bilang mau nganterin aku tadi.." ucap Cindy


"Kan gw bilang, gw cuma bisa nganterin lo sampe gerbang. Ini gerbang.." jawab Revan


Tiin...tiiin..


"Bawel... Dah ya gw mo balik" teriak Revan

__ADS_1


"Uunchhh... kaciiiaannn..." ledek Safira dan Winda kepada Cindy saat melewatinya


"Hahhahaaa......" tawa yang menggelegar dari mulut Winda dan Safira


"Awas aja lo, bakal gw bales. Liat aja !!!" gumam Cindy dengan tatapan tajam seperti pembunuh.


Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Terlihat jelas diwajahnya ia sedang marah namun matanya tetap fokus pada jalan. Thalita yang mengetahui Kenan sedang marah itupun mencoba mencairkan suasana.


"Emm... kamu ngga jadi meeting?" tanya Thalita, namun tak digubris oleh Kenan


"Oiyaa...kita mau kemana sih?" sambung Thaluta dan masih tak digubris. Thalitapun menjadi kesal


"Ken, ngomong doong!!! Kamu marah soal tadi, aku bisa jelasin semua itu ngga seperti yang kamu bayangin" ujar Thalita kesal. Dan kini Kenan mereponnya.


"Memang kamu tau apa yang aku bayangin??" ketus Kenan


"Emm..." Thalita berfikir sejenak


"Aku lagi nyetir, lebih baik kamu diam" Kenanpun melajukan mobilnya semakin kencang


"Hah!!!... bocil banget si..." gumam Thalita kesal


Thalitapun mengalah dan memilih diam. Entah akan dibawa kemana ia tak memikirkannya lagi. Hingga akhirnya mobil telah sampai di gedung Apartemen.


Yaa...Kenan membawa Thalita ke apartemennya. Tujuannya adalah ingin memperjelas ucapan Thalita dikampus tadi. Sebenarnya Kenan bukanlah laki-laki yang lebih memilih diam tak bicara jika ada masalah dia lebih memilih untuk menyelesaikannya langsung namun tidak didepan umum. Dia akan mencari tempat untuk bicara berdua.


"Ini dimana?" tanya Thalita saat Kenan hendak membuka mobilnya.


"Kamu ini pura-pura bodoh atau memang bodoh??" jawab Kenan


"Hah..!! ooh...itu maksudnya ini apartemen siapa gitu..?


Kenan menggelengkan kepalanya lalu membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju Lift. Sedang Thalita masih didalam mobil Kenan mendengus kesal.


Thalitapun dengan wajah kesalnya mengikuti langkah kaki Kenan. Hingga mereka sampai pada kamar yang dituju. Kenan membuka kunci apartemennya dan masuk kedalam diikuti oleh Thalita.


Entah kenapa saat berada didalam, ada perasaan aneh yang Thalita rasakan. Thalita melihat Kenan yang sedang duduk di sofa menatapnya tajam membuat Thalita gugup.


"Kok.. mendadak perasaan gw ngga enak gini yaa.." ucap Thalita dalam hati

__ADS_1


Ada perasaan takut dihati Thalita melihat tatapan Kenan. Tatapan itu seperti ingin membunuh, begitulah Kenan saat sedang marah. Sebenarnyapun Thalita tidak pernah takut kepada siapapun terkecuali Ayahnya. Namun entah kenapa melihat Kenan seperti ini membuatnya takut. Mungkin ia menyadari kesalahannya saat dikampus tadi.


__ADS_2