
Hari sudah malam suara ponsel membangunkan Kenan yang sedang tertidur pulas di sofa. Sejak kepergian Thalita, Kenan terus memikirkannya hingga frustasi dan mengakibatkan sakit dikepalanya. Tak terasa ia pun tertidur.
Kriiing....kriiing..
"Halo.."
"......"
"Apa! Oke.. aku segera kesana"
Suara diseberang sana membuat Kenan panik. Dia pun bergegas pergi meninggalkan apartemennya dengan tergesa-gesa.
Kenan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga sampailah ia di Bar ternama tempat yang diberikan oleh si penelfon tadi.
Kenan memasuki Bar tersebut, matanya menjelajahi seisi Bar itu sampai ke sudut. Hingga akhirnya ia menemukan seorang laki-laki melambai kepadanya.
Dengan cepat Kenan menghampiri laki-laki itu. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat wanita disampingnya yang sedang mabuk berat dengan kepala diatas meja.
"Thal..." Kenan membangunkan wanita yang sedang mabuk berat itu dengan menggoyangkan bahunya.
Yaa dia adalah Thalita, dan yang menelfon Kenan tadi adalah Revan. Kenan melirik tajam wajah Revan lalu dengan emosi ia menarik baju Revan dengan kedua tangannya
"Kamu yang membuat Thalita seperti ini Hahh ???!!!!" tanya Kenan dengan mata tajamnya
"Hhhh....Lepass!!!!" Revan mencengkeram lengan Kenan dan menariknya agar terlepas dari bajunya
"Lo kan cowoknya, kenapa tanya sama gw. Dia begini pasti lagi bete atau lagi ada masalah. Harusnya gw yang tanya sama lo, lo udah bikin masalah apa sama dia?" balas Revan tak mau kalah
Kenan diam tak menjawab pertanyaan Revan. Revanpun semakin yakin bahwa yang terjadi dengan Thalita saat ini adalah karna Kenan.
"Oh..apa karna masalah dikampus tadi?" sambung Revan. Mendengar itu mata Kenan langsung mendelik menatap Revan hingga membuat Revan tersenyum sinis kemudian kembali berbicara
"Lo cemburu?? Lo takut dia lebih milih gw daripada lo?? Hahhaa....ken..ken..?" ujar Revan
Kenan masih diam, dia tidak menyangkal apa yang Revan ucapkan padanya karna memang benar adanya. Revan pun menarik nafasnya panjang lalu duduk kembali dikursinya menenggak minumannya kembali diikuti oleh Kenan.
"Hahh... gw deket sama dia itu dari kecil, mustahil gw ngga jatuh cinta sama dia. Tapi sayangnya dia ngga cinta sama gw. Rasa sayang dia ke gw itu sebatas kakak dan adik. Gw itu udah kaya kakak buat dia. Wajar kalau dia ngga rela gw dapet cewek modelan Cindy yang ngga punya harga diri itu" kali ini Revan berbicara selayaknya laki-laki yang tenang tanpa emosi.
"Jujur, hati gw sakit banget liat kalian. Gw pun pengen ngejauh dari dia. Tapi.. semakin gw menjauh malah semakin nyakitin dia" dengan getir Revan mengutarakan perasaannya.
__ADS_1
Revan berbicara panjang lebar. Diapun menceritakan bagaimana dia dulu menjaga Thalita sampai saat ini. Dia selalu ada disamping Thalita saat sedih dan senang. Bahkan disaat Thalita rapuh karna kurangnya perhatian dari Ayahnya. Dulu, Thalita hampir terjerumus memakai Narkoba namun Revan berhasil mencegahnya. Kenanpun tidak menyangka Thalita seperti itu. Kesepian..itulah yang Thalita rasakan saat itu.
"Ken...gw udah ikhlasin cinta gw buat lo. Gw harap lo juga bisa ikhlasin hubungan gw ma dia sebagai kakak adik" kali ini Revan berbicara seperti memohon.
"Kamu ngga lagi mabuk kan?" tanya Kenan
"Menurut lo?"
"Aku ngga bisa percaya omongan orang mabuk"
"Terserah lo mau percaya atau ngga.. gw jg ngga berharap lo buat percaya" ketus Revan
Kenan menunduk diam, mencerna setiap kata yang Revan ucapkan. Benar yang Revan ucapkan, yang lebih sakit hatinya disini adalah Revan. Harusnya dia bersyukur karna Thalita lebih mencintainya daripada Revan. Egois rasanya jika harus meminta Thalita menjauh dari Revan yang sudah dekat sejak lama.
Kenan memandangi wajah Thalita yang sedang tak sadarkan diri. Menatapnya lekat.
"Lo tenang aja, dia ngga akan mati. Dia cuma "kobam" .." ucap Revan yang mengerti akan raut wajah Kenan yang begitu mengkhawatirkan Thalita
"Kobam???"
"Hah..jangan bilang lo ngga tau kobam?"
"Mabok. Kobam itu mabok. Dahh gw cabut.."
"Van.." panggil Kenan, kali ini suaranya merendah.
"Terima kasih, karna selama ini lo udah jagain dia sebaik mungkin. Aku pun akan melakukan hal yang sama. Aku harap kita bisa sama-sama jagain dia" sambung Kenan
Revan mengangguk pelan dan menepuk bahu Kenan sebelum pergi meninggalkan Kenan.
Pukul 9 pagi, mentari pagi menyelinap masuk kedalam celah-celah jendela kaca. Gadis itu mengerjapkan matanya. Ia meringis karna kepalanya terasa berat dan pandangannya berkunang-kunang.
"Ahh....pusing" karna tak sanggup untuk membuka mata akhirnya gadis itu hanya merubah posisinya. Ia menelungkupkan tubuhnya dan memejamkan matanya kembali.
Tok..tok..tok..
Ceklekk..
__ADS_1
"Non..bangun. ditunggu Ayah dibawah" ucap Bi Een dambil membuka tirai kamar itu sehingga cahaya matahari bisa leluasa masuk kekamar itu.
Bi Een masuk kekamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Nona nya itu.
"Non.. airnya udah siap. Ayo bangun mandi biar seger"
"Emm...Nanti aja Bi, kepala Lita pusing banget"
"Itu pasti karna mabuk semalam yaa.." ucapan Bi Een membuat Thalita terperanjat kaget.
"Mabuk??" tanya Thalita dan Bi Een hanya menganggukkan kepalanya
"Makanya ini Bibi bawakan air hangat yang dicampur air garam, supaya Non lebih enakan badannya"
Thalita masih mengingat-ingat kejadian semalam. Beberapa detik kemudian Thalita ingat kalau semalam ia ke Bar bersama teman-temannya kemudian Revan datang menyusulnya. Namun ia tak ingat bagaimana ia ada dirumah. Fikirnya Revanlah yang mengantarnya pulang.
"Hahh..!!" Thalita membungkam mulutnya dan membelalakkan matanya
"Bi..Ayah gimana? Tau ngga?"
"Yaa tau Non.. semalem yang bawa Non kekamar itu ya Ayah Non..orang Non ngga bisa jalan, udah ngga sadar"
"Aaaaarrrgghhh.....gimana doong Bi...Ayah pasti marah-marah nih" ucap Thalita sambil mengacak ngacak rambutnya
"Udah Non, mikirnya nanti aja. Nih minum dulu air garamnya abis itu mandi, air hangatnya udah bibi siapin" ucap Bi Een lalu pamit keluar dari kamar itu.
Thalitapun menuruti apa yang diperintahkan Bi Een. Ia bergegas kekamar mandi setelah merasa mual karna meminum air garam itu.
.
.
...----------------...
Minum Air hangat yang dicapur garam ternyata banyak manfaatnya lohh...
Ngga percaya?? Cari tau di Google deh manfaat minum air garam hangat.
Semoga bermanfaat yaa....🥰🥰
__ADS_1