
Bait demi bait Revan menyanyikan lagu itu. Yaa laki-laki diatas mini stage itu adalah Revan. Revan sangat menghayati lagu itu, benar-benar dari hati seolah-olah mewakili perasaannya. Suara merdunya membuat wanita yang mendengarnya terpana.
"Ngga sangka ternyata si curut suaranya bagus banget yaa.." puji Safira
"Ho ohh... gw pikir dia cuma bisa nyanyi lagu teriak teriak doang hahhaa..." sambung Thalita
Sambil terus bernyanyi mata Revan selalu tertuju pada Winda. Namun sayangnya melihat Clara ikut bernyanyi dengan wajah tersenyum Winda merasa Revan dan Clara saling adu pandang. Dan lagu yang dibawakan Revan adalah lagu untuk Clara
Hemm... ternyata bener dugaan gw, Revan sama Clara emang ada apa-apa nya. Bodoh..gw emang bodoh terlalu kepedean kalo Revan jatuh cinta ma gw.. Yaa Tuhan tahan Win tahaan..
Begitulah isi hati winda, seandainya ia bisa pergi secepat kilat ia akan pergi. Namun rasanya tak enak jika ia harus meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Clara nampak begitu menikmati lagu itu, begitu juga Thalita dan Safira. Merekapun ikut bernyanyi namun tidak dengan Winda. Wajahnya masam terbakar api cemburu.
"Win, ko lo diem aja sih.. nyanyi doong ini kan lagu kesukaan lo kan?" ucap Thalita
"Iya..lo kenapa sih bete amat kek nya" sambung Safira
"Ngga apa-apa. Lagi ngga mood" jawab Winda dengan ketus
"Uuuhhhh..." sorak sorai dan tepuk tangan pengunjung cafe meramaikan suasana dikala Revan telah menyelesaikan lagunya.
"Waww...waww...waww.. gila bagus banget suara lo. Dalem men.. luar biasa, kasih tepuk tangannya sekali lagi doong..." Sang MC pun naik keatas panggung dan memperlihatkan kekagumannya kepada Revan.
"Ehh tapi tunggu Bro, ini kan lagu sedang jatuh cinta yaa? emang lo lagi jatuh cinta? Soalnya lo nyanyi menghayati banget iya ngga sih temen-temen..?" tanya sang MC
"Hahha...bisa dibilang gitu" jawab Revan
"Wuoooo... cewe lo ada disini? Boleh tau ngga yang mana sih, coba deh kalian penasaran ngga sih sama cewenya yg mana. Bolehlah yaaa dikasih tau ke kita ya kan.." lanjut sang MC
"emm.. ada. Sebenernya ini lagu emang buat dia sih, karna gw belum pernah nyatain perasaan gw ke dia. Semoga dengan lagu ini bisa mewakili perasaan gw ke dia" ujar Revan
"uuu so sweeeet... ehh Bro emang masih jaman yee nembak make lagu? Mendingan nih lo samperin nih cewe lo, trus lo bilang ke dia kalo lo cinta ma dia. Brani ngga? Anggep aja ini tantangan dari gw dan semua yang ada disini. Setuju ngga?" tantang MC itu dan pengunjung cafe pun bertepuk tangan seolah-olah setuju dengan ide si MC itu.
"Setujulah..emang udah niat" jawab Revan dengan lantang.
Revanpun turun dari panggung dan berjalan masih dengan Mic ditangannya menghampiri meja tempat Winda dan kawan-kawannya duduk.
Winda yang melihat Revan semakin mendekatpun tak kuasa menahan, entah apa yang ia rasakan namun yang jelas ia ingin sekali pergi dan tak ingin menyaksikan Revan menyatakan cintanya kepada Clara.
Tiga labgkah, dua langkah, semakin dekat. Saat tinggal selangkah lagi Winda menenggak minumannya lalu pergi begitu saja. Ia benar-benar tak ingin menyaksikan pertunjukan itu.
__ADS_1
"Guys..gw duluan yaa.." ujar winda. Dengan cepat ia menyambar tas nya lalu pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Ia benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya jika harus menyaksikan moment ini.
"Lahh..Win lo mo kemana?" Ujar Thalita namun Winda terus berjalan dan tak menghiraukan teman-temannya.
Revan menghentikan langkahnya dan menatap heran kepergian Winda.
"I Love You Win" ucap Revan dengan lantang menggunakan Mic yang masih ia pegang.
Langkah Winda pun terhenti mendengar ucapan Revan itu.
"Winda, Aku sayang kamu. Aku jatuh cinta sama kamu" ucap Revan lagi.
Winda pun menoleh menatap Revan yang masih berdiri ditempatnya.
Winda terdiam saat Revan perlahan menghampirinya sambil menyanyikan bait reff lagu dari Tyok Satria yang berjudul ada untukmu.
...Genggamlah tanganku, bersamaku...
...Kau 'kan menentukan arah...
...Bersama diriku yang 'kan s'lalu...
...Yakinkan hatimu temaniku...
...Di setiap langkah-langkahku...
...Ku di sini, di sampingmu...
...Ku 'kan s'lalu ada untukmu...
Winda terpaku membisu saat melihat wajah Revan dihadapannya yang menatapnya lembut,
"I LOVE U Win.." ucap Revan menyodorkan Bucket bunga yang dia genggam.
Winda masih diam, rasa senang, dan tak menyangka Revan menyatakan cinta kepadanya bukan Clara.
"Win, terima win" teriak Safira membuyarkan lamunannya.
Winda pun mengulurkan tangannya untuk menerima bucket bunga itu dari tangan Revan. Senyum bahagia pun datang dari raut wajah Revan. Saking bahagianya Revan langaung memeluk tubuh mungil Winda dengan erat sambil berbisik
"Makasih..kamu udah nerima cinta aku. Aku sayang kamu Win"
__ADS_1
Winda pun membalas pelukannya tanpa sepatah katapun, hanya senyuman yang keluar dari bibirnya dan sedikir air mata yang membasahi sudut matanya. Rasa bahagianya membuat bibirnya kelu. Ia hanya butuh meyakinkan diri bahwa apa yang dialaminya saat ini adalah kenyataan.
Revan melepaskan pelukannya sejenak untuk menatap wajah gadisnya.
"Kamu cinta kan sama aku, kamu sayang sama aku?" tanya Revan dan Winda pun mengangguk
"Berarti sekarang kita sepasang kekasih? kita jadian nih?" tanya Revan lagi dan dibalas anggukkan oleh Winda namun kali ini dengan bibir yang tersenyum bahagia.
Suara tepuk tangan meramaikan Cafe itu saat adegan Revan dan Winda saling berpelukan.
"Woyy... udah kali pelukannya, laper nih laper hahhaa" ledek Safira dan diikuti tawa oleh Thalita dan yang lainnya.
Beda hal dengan Thalita yang sedang berbahagia bersama teman-temannya merayakan hari istimewa Revan dan Winda, disebrang sana Keenan nampak gusar karna rasa rindu kepada istrinya.
Ia menatap layar ponselnya dan membuka kolom chat istrinya. Namun Istrinya tak membalas chat nya bahkan tanda terbaca pun belum berubah. Keenan beralih ke icon Video dan ingin melakukan panggilan video call, dan lagi-lagi ia kecewa karna tak ada jawaban dari pujaan hatinya.
"Thalitaaaa... sedang apa kamu disana? Apa mungkin kamu sudah tidur?" ucapnya secara lirih.
Kenan memilih untuk kembali bekerja, ia ingin pekerjaannya cepat selesai dan segera kembali ke Indonesia bersama istrinya.
Saat ini Kenan sedang berada di New York. Karna putaran waktu yang berbeda itulah membuat Kenan menjadi sulit berkomunikasi dengan istrinya. Bagaimana tidak saat Kenan senggang dimalam hari, Istrinya sibuk dengan kuliahnya dan saat siang hari Istrinya tentu saja sudah terlelap dimalam hari.
Kenan fokus pada layar laptop dan memeriksakan setiap point pekerjaan karyawannya.
cling
Notif pesan masuk, membuat Kenan tersenyum yakin bahwa pesan itu datang dari istrinya. Namun lengkungan bibir itu menyurut kecewa karna ternyata bukan nama istrinya yang muncul dikolom chat melainkan nomor lain yang tidak terdaftar di kontaknya yang ternyata adalah Disya yang mengirim pesan itu.
Raut wajahnya mendadak berubah garang setelah membuka pesan dari Disya yang mengirimkan sebuah foto. Foto dimana Thalita sedang memeluk laki-laki dengan erat, terlihat dari wajahnya Thalita sangat bahagia.
Brakkk...
Kenan berdiri dan memukul meja dengan kedua telapak tangannya. Dada nya sungguh sesak, nafasnya tersengal sengal tertutup oleh amarah.
"Siapa laki-laki dalam foto itu?"
Namun meski dirinya dirasuki rasa cemburu, ia tak ingin percaya begitu saja. Ia pun mengabaikan dan kembali kelayar laptop. Tapi fikirannya berkata lain, rasa keingintahunya lebih besar.
"Tidak.. tidak.. aku tidak boleh terpancing begitu saja. Disya pasti sengaja melakukan ini untuk menghancurkan rumah tanggaku. Tapi siapa laki-laki itu.. Ahhh syiitt!!!"
__ADS_1