Trail LOVE

Trail LOVE
68. Makan Malam dua Keluarga


__ADS_3

Kini semua berkumpul dimeja makan. Menikmati makan malam yang disediakan keluarga Bayu. Mereka makan dengan khidmat hanya ada suara piring yang tersentuh sendok dan garpu mereka. Masakan Vina memang lezat wajar saja mereka sangat menikmati, Kenan yang sangat pemilih makanan itu saja terlihat lahap menyantap masakan Vina namun tetap elegan saat menyantapnya. Vina sangat puas melihat menantunya itu menyukai masakannya.


Saat menyantap hidangan penutup, Bayu membuka obrolan. "Oh iya.. bagaimana putriku selama disana, apa dia sering merepotkan kalian sebagai menantu?" tanya Bayu kepada Rico dan Sonya


"Tidak sama sekali. Justru aku senang melihatnya karna Kenan jadi lebih banyak bicara" jawab Rico


"Justru aku menunggu menantuku merepotkanku dengan kehamilannya" sambung Vina membuat Kenan tersedak


"Uhuk...uhuk..uhuk..."


"Biasa aja kali makannya" ucap Thalita sambil menyodorkan gelas berisi air putih dan menepuk nepuk punggung Kenan.


Beda dengan Kenan dan Thalita expresi wajah semua yang ada dimeja makan itu terkejut dan tertawa bahagia. Mereka setuju dengan ucapan Vina.


"Kau sendiri bagaimana Ken, istrimu melayanimu dengan baik kan? Kalau tidak bilang Ayah yaa.. supaya Ayah bisa ajarkan bagaimana menjadi istri yang baik" tanya Bayu kepada Kenan dan hanya dijawab senyuman tipis oleh Kenan.


"Apa sih Ayah.. melayani. Lita istrinya bukan pelayannya" ujar Thalita


"Lohh... kamu ini bagaimana sih. Istri itu kan harus melayani suaminya dengan baik. Jangan-jangan kamu belum pernah melayani suamimu ya? Ken benar begitu kan ?" ujar Bayu


"Ah anu Yah..emm.." Kenan tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana respon mereka semua jika tahu istrinya belum melayaninya.


"Aah...Ayah sudah paham, dengan kamu jawab Ah em ah em itu.. wahh tidak bisa seperti ini. Bagaimana ini?" ujar Bayu


"Hahhaa... santai saja Bayu. Mungkin mereka masih malu-malu. Bagaimana kalau setelah makan malam ini kita ajari Kenan jurus-jurus macan putih kita. Hhahaha..." ucap Rico


"Hahhaa...kau benar, aku setuju" jawab Bayu sambil melirik Thalita. Thalita yang melihatnya pun hanya memicingkan bibirnya.


Acara makan malam pun sudah selesai, kini mereka semua berkumpul ditaman belakang. Bersantai menikmati udara malam dengan obrolan-obrolan ringan yang tak berfaedah menurut Thalita.


Thalitapun pamit kekamarnya terlebih dahulu. Bosan rasanya berada dilingkungan itu. Yaa maklum saja seorang Thalita tidak pernah berkumpul ditengah-tengah keluarga. Bahkan saat bersama geng motornya pun ia lebih banyak diam dan menyendiri.


Disela tawa para orang tua itu, Ponsel Bayu berdering. Ia pun pamit untuk menjawab ponselnya. Setelah Bayu pergi menuju ruang kerjanya, Kenanpun pamit untuk menyusul Thalita dikamarnya.

__ADS_1


Selang beberapa menit Bayu kembali dengan membawa kabar.


"Rico, apa kau ingat Proyek Resort ku di Raja Ampat?" tanya Bayu kepada Rico


"Iya, aku ingat. Kalau tidak salah itu..." Rico menggantungkan ucapannya setelah melirik Vina. Ia takut salah bicara untuk itu ia tidak melanjutkan ucapannya.


Resort yang dibangun Bayu adalah Resort mewah bernama "WILONA RESORT". Resort ini rencananya akan diberikan kepada istri Bayu. Namun sayang saat pembangunan baru dimulai Istri Bayu meninggal. Bayu pun menjadi frustasi dan menghentikan pembangunan itu.


Butuh waktu untuk Bayu bangkit dan setelah itu ia memulai pembangunan Resort itu. Rico adalah orang pertama yang mengetahui semua cerita Bayu.


"Tidak apa-apa Ric, Vina sudah tau semuanya. Dan Resort ini pun rencananya akan kuberikan kepada Thalita sebagai kado pernikahannya sekaligus agar ia bisa belajar mengelola bisnis" jelas Bayu sambil menggenggam tangan Vina.


"Ahh..baiklah. Lalu bagaimana dengan pembangunannya apa berjalan dengan lancar?"


"Tentu saja, bahkan sudah siap dipasarkan. Namun sebelum Launching Aku harus memastikan semua Fasilitasnya bagus. Maka dari itu, bagaimana kalau kita menginap disana untuk beberapa hari sekalian kau bantu mereview apa saja yang kurang"


"Wahh ide bagus, bagaimana sayang kebetulan penerbangan kita masih beberapa hari lagi kan?"


"Setuju, aku mau. Siapa tau dari sana dapat cucu.." jawab Sonya dengan penuh kegembiraan dan disambut oleh Vina yang ikut tertawa membayangkan Thalita hamil.


Dimeja kantin terdapat dua gadis sedang duduk menunggu pesanannya datang.


"hahh...bosen banget yaa ngga ada Thalita. Tuh anak kapan masuknya sih..lama amat?" keluh Safira


"yee...namanya juga penganten baru lo gimana si.." jawab Winda


Safira pun terdiam mendengar jawaban Winda. Disaat bersamaan Revan datang menepuk pundak Safira. "woyyy... tuh muka buluk amat mba ngga ada ceria-cerianya. kenapa lo?" ujar Revan yang melihat wajah cemberutnya Safira


"sialan lo, bete gw ngga ada Thalita" jawab Safira


"vc aja sih.. ribet amat"


"udah. tapi ngga diangkat"

__ADS_1


"lagi bikin anak kali"


Tak lama ponsel safira berdering ada panggilan video masuk dari Thalita. Dengan cepat Safira menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.


"kenapa lo telfon gw.. kangen yaa hahha... gw abis mandi tadi"


"iyee..lo kapan masuk si lama banget. sepi ngga ada lo"


"belum tau"


"Thal gimana, udah blaem blaem belom?" tanya Revan dengan mimik mesumnya


"apaan si lo curut..."


"hahahaaaa...." mereka pun tertawa, menertawakan expresi wajah Thalita.


"udehh puas lo ngetawain gw.. gw mo ngajak kalian nih ke raja ampat mau ngga?"


"mauuuuu..." teriak Safira dan Winda


"dihh...ngapain. ngawal lo bulan madu gitu, ogah amat" sambung Revan


"yee..liburan. sama keluarga gw dan keluarga kenan juga. jadi tuh bokap gw mau launching resort baru nya. nahh sebelum launching kita dulu nih yang nikmatin fasilitasnya sekalian ngecek ada yang kurang atau ngga"


"ooh...gass lahh kalo gitu mah"


"oke sipp.."


"Brangkaaaaattt...."


...----------------...


Minal Aidzin Wal Fa'idzin yaa buat Para Raiders

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Maafkan kalau UP nya lama hihihii...


__ADS_2