Trail LOVE

Trail LOVE
96. Pelampiasan


__ADS_3

Malam ini dikamar Kenan akhirnya terdengar suara setelah 2 bulan ini terdengar sunyi. Kenan begitu rindu dengan kamarnya terutama ranjangnya yang kini terisi oleh tubuh istrinya. Ia melahap habis istrinya seperti singa yang kelaparan.


"aaahhh....ken.."


"aaahhh..sayang nikmat sekali"


Kenan semakin kuat menghentakkan gerakannya dan mempercepat temponya kala mendengar ******* istrinya.


"aaaahhh...ken..ahhhh"


"iya sayang...sebentar lagi.."


"aaahhhhh" mereka mendesah nikmat secara bersamaan setelah Kenan mengeluarkan cairan panasnya.


Kenan menjatuhkan kepalanya didada istrinya. Diantara kedua buah kenyal Kenan merasakan kenyamanan. Kenan mengangkat kepalanya menatap istrinya yang sedang menyisir rambut suaminya dengan jarinya. Mereka saling menatap, dan tersenyum tersipu malu. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah mereka.


Kenan masih berada diatas tubuh Thalita belum mau melepaskan senjatanya dari lubang kenikmatan istrinya.


Ia terus memandangi istrinya yang tersipu malu. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal kenan mencium bibir istrinya. yang semula hanya kecupan berulang hingga menjadi ciuman lembut dan lebih lama namun menimbulkan ketegangan kembali.


Kenan mendorong lebih dalam lagi kepememilikannya yang belum sempat ia keluarkan. Thalita yang awalnya menolak kini hanya pasrah menerima serangan kedua dari suaminya itu akhirnya ikut menikmati. Kenan memperlakukannya dengan lembut, hingga membuat Thalita bergairah kembali tanpa merasakan sakit.


Kenan tertidur pulas setelah dua kali mengeluarkan yang sudah tertahan selama dua bulan ini. Tidurnya kali ini bisa dibilang tidur pertama yang menenangkan baginya setelah dua bulan belakangan ini. Bagaimana tidak, selama dua bulan itu Kenan gelisah karna terus memikirkan istrinya. Rindu yang teramat dalam selalu membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak.


Thalita mengerjapkan matanya. Dengan tubuh polos tanpa benang yang hanya tertutup selimut wanita itu menggeliat. Ia membuka matanya karna merasakan perut yang sangat lapar.


"Sayang..." Thalita mengusap wajah Kenan yang tertidur pulas sambil memeluknya. Kenan mendengar namun tak mau membuka matanya ia malah semakin erat memeluk istrinya.


"Aku masih ngantuk sayang, kita tidur lagi ya.." ucap Kenan dengan mata yang masih terpejam


"Bangun aku lapar... sayang ayo bangun kamu mau aku sakit karna kelaparan?" Thalita terus menggoyangkan tubuh Kenan hingga suaminya itu membuka matanya.


Kenan yang terkejut mendengar ucapan istrinya langsung membuka matanya.


"tentu saja tidak, aku tidak akan membiarkan istri tercintaku ini sakit" ucap Kenan membuat Thalita senyum tersipu.


Kenan masuk kekamar mandi dan membasuh wajahnya dengan air untuk menghilangkan rasa kantuknya.

__ADS_1


Kemudian ia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju dapur diikuti Thalita yang bergelayut manja dilengannya. Sesampainya didapur Kenan meminta Thalita untuk duduk karna dia akan memasak untuk istrinya.


"Baiklah kita lihat apa yang bisa kita masak" ucap Kenan sambil membuka pintu kulkasnya.


"Kenapa isi kulkas ini kosong" Kenan berguman karna melihat kulkasnya yang kosong. Paahal selama ini kulkas nya selalu penuh.


"Sayang, apa bibi tidak pernah masak? kenapa kulkas ini kosong? Aku akan mengurnya besok" tanya Kenan dengan sedikit raut wajah yang marah.


"Ehh...jangan. itu bukan salah bibi. Semenjak kau di Amerika aku meminta bibi untuk tidak masak. Karna aku tidak pernah makan dirumah. Sayang kan kalau bibi masak tapi ngga ada yang makan" jawab Thalita memberi penjelasan kepada suaminya.


"Hemm.. baiklah. kalau begitu kita pesan online saja. Kau mau makan apa?" ucsp Kenan, kemudian ia membuka aplikasi online food.


"Sate padang" jawab Thalita dengan semangat


"Oke.." jawab Kenan. Jari jemarinya menyentuh layar ponselnya, matanya fokus menjelajahi apa yang ia cari.


"Aahh bagaimana ini, semuanya tutup" ucap Kenan karna yang ia cari tidak ada. Semua penjual sate padang di online itu tutup.


"Sayang, bagaimana kalau kita tidur dulu. Sebentar lagi pagi setelah itu kita.." ucap Kenan dengan hati-hati karna takut istrinya marah, namun belum juga selesai ia bicara, istrinya sudah memotong pembicaraannya.


"Ngga! kamu gimana sih, aku laparnya sekarang masa disuruh makannya nunggu pagi. Mau lambung aku sakit ya?" ujar Thalita


"Pasti ada kalau dicari mah. Bilang aja kamu males, kamu lebih milih aku nahan laper kan biar aku sakit lambung" ujar Thalita dengan wajah ngambek nya.


"Aku tidak punya pikiran seperti itu, mana ada suami yang mau istrinya sakit" ujar Kenan


"Yaudah beliin cepet" tegas Thalita.


"Hahh... baiklah. Tunggu sebentar" jawab Kenan pasrah karna istrinya ini sudah mulai ngegas.


Kenan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Kamu mau kemana? Kok rapih, bawa kunci mobil juga?" tanya Thalita yang melihat suaminya sudah berganti celana pendek yang semula hanya memakai boxer saja dan ia juga memakai jaket serta membawa kunci mobil.


"Mau beli sate padang sayang.." jawab Kenan lembut, padahal sebenarnya ia malas.


"Aku ngga bilang kamu yang beli kan?" tanya Thalita

__ADS_1


"Lalu siapa yang mau beli? di online semua tutup" jawab Kenan


"Aku ngga minta kamu untuk beli di online, aku juga ngga minta kamu yang beli" Ketus Thalita


"Yasudah, bukan aku yang beli tapi kita. Ayo" jawab kenan dan mengajak Thalita untuk jalan bersama.


Pikirnya Kenan, Thalita tidak mau ditinggal.


"Bukan kita juga yang beli. Kita tunggu disini aja" jawaban Thalita membuat Kenan semakin kesal karna dibuat bingung .


"Online bukan, Aku bukan, kita juga bukan, lalu bagaimana makanan itu datang kalau tidak ada yang beli" kali ini nada bicara Kenan agak tinggi karna istrinya benar-benar membuatnya bingung.


"Axe" jawab Thalita cuek


"Apa?"


"Aku mau Axe yang beli"


"Apa??"


"Jangan pura-pura ngga denger dehh.."


"I iya sayang, aku dengar, tapi ini pukul berapa, Axe pasti sedang tidur. Aku merasa tidak enak.."


"Jadi..kamu lebih milih ngga enak sama Axe dan biarin aku sakit??. keterlaluan kamu!!"


"Kau ini kenapa? Masalah makan aja repot. Sudahlah kalau tidak mau aku yang beli tidak usah makan, nikmati saja rasa laparmu itu" Kali ini Kenan sudah habis kesabarannnya. Ia tak habis pikir kenapa mau makan saja serumit ini.


"Jahat.. Kamu jahat, hikss..." ucap Thalita dan air mata keluar begitu saja


"Bukan begitu sayang.." Kenan melunak saat melihat istrinya menangis tapi belum.juga bicara Thalita sudah berlari meninggalkannya dan masuk kekamar.


Kenan hanya bisa mengusap wajahnya kasar, pasalnya Thalita bukanlah gadis yang baperan atau cengeng. Bisa dibilang ia adalah gadis yang tegar, cuek dan tak pernah mau ambil pusing hal-hal yang rumit. Tapi kenapa kali ini ia seperti ini, mungkin ia sedang manja karna sudah lama tak bertemu Kenan itulah yang ada dipikiran Kenan saat ini.


"Sayang..maafin aku. Aku akan menelfon Axe sekarang untuk membeli sate padang, oke? tapi jangan marah lagi ya?"


"ya udah cepetan telfon Axe nya. Aku udah laper"

__ADS_1


Kenan mengangguk dan meraih ponselnya untuk menghubungi Axe. Untung saja Axe mengangkat telfonnya, karna kalau tidah entah apa yang terjadi setelah ini.


__ADS_2