Trail LOVE

Trail LOVE
19. Pasangan Serasi


__ADS_3

Dikamarnya Thalita merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dia memikirkan semua ucapan Kenan. Alasan Kenan tidak menolak perjodohan membuatnya gelisah.


Perkataan Kenan ada benarnya juga, kapan lagi kita bisa memberikan kebahagiaan kepada Orang Tua. Thalita merasa dirinya egois, Thalita sadar kalau selama ini dia belum bisa membahagiakan Ayahnya yang merawatnya dari kecil seorang diri. Semua waktunya dia limpahkan kepada Thalita.


Thalita pun mengingat semua prilakunya yang hanya untuk bersenang-senang, bahkan terkadang membuat masalah yang menjadikan Ayahnya menjadi susah dan malu.


Beda dengan Kenan, meskipun dia merasa belum bisa membahagaiakan Papanya tapi setidaknya dia sudah membuat Papa nya bangga dengan menjadi Pengusaha muda yang sukses.


"Yaa Tuhan..apa yang harus gw lakuin sekarang.. apa gw salah kalau gw nolak perjodohan ini.. kalau gw tolak pasti Ayah kecewa. Apa gw terima aja ya.."


hening...


Tak lama thalita berteriak sambil mengacak ngacak rambutnya


"Aaaaahhhhh.... ngga ngga gw ngga mau nikah muda" Thalita menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara kasar.


Thalita sudah cukup pusing memikirkan perjodohan ini, dia pun masuk kekamar mandi untuk berendam air hangat di bathup supaya badannya lebih rilex.


Selesai sudah ritual mandi sore ini. Saat sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer ponselnya bunyi tanda pesan masuk.


"Jangan lupa pakai baju yang aku beli tadi, HARUS!!" perintah Kenan.


"Hemm...maksa banget si" ucap Thalita dan meletakkan kembali ponselnya tanpa membalas pesan Kenan dan melanjutkan kegiatan mengeringkan rambutnya.


Tok..tok..tok..


Suara pintu kamar Thalita yang diketuk.


"sayang..." panggil Bayu


"Masuk aja yah ngga dikunci" teriak Thalita


Pintu terbuka dan dilihatnya Bayu memasuki kamarnya.


"Kenapa yah?"


"Belum rapih"


"Belum, baru selesai mandi. Ko Ayah udah rapih aja emang jam berapa makan malemnya"

__ADS_1


"Makan malemnya tetep jam 7 tapi jadinya diHotel Abella bukan dirumah, makanya Ayah udah rapih jam 6.30 kita berangkat"


"Waduh berubah tempat, kalau gw jalan bareng papa nanti Kenan kesini ngga ada gw, bisa-bisa rencana gw ngga jalan nih.." ucap Thalita dalam hati


"Sayang..ko bengong" panggil Bayu yang melihat putrinya melamun


"Ehh..hehhe ngga ko. Oiya..Ayah jalan duluan aja gimana, Lita masih lama soalnya kalau telat kan ngga enak sama temen Ayah. Jadi biar Lita aja yang telat"


"Emmm.. kamu mau kabur ya.." ucap Bayu curiga


"Ya ampuun ngga yah.. Lita kan harus rapih, harus cantik. Emang Ayah mau kalau Lita pake baju kaya biasa pake celananya yang robek-robek?"


"Berani Kamu nanti Ayah buang semua baju sama celana kamu itu"


"Yaa makanya, kan butuh waktu yah..belum make up belum hair do, trus nyocokin bajunya.. kalau Ayah ngga percaya nanti mang asep abis anterin Ayah langsung suruh pulang deh buat jemput Lita" Thalita berusaha meyakinkan Ayahnya


"Baiklah... Ayah berangkat duluan. Tapi awas ya kalau sampe kamu ngga dateng. Ayah hukum kamu tinggal di Asrama selama sebulan"


"Siapp Bosss...."


................


Kenan sudah sampai di rumah Thalita, Bi Een mempersilahkannya masuk.


Kenan hanya mengangguk sambil berjalan menuju ke ruang tamu dan duduk di sofa. Matanya berkeliling melihat sekitar, rumah yang interiornya didesign bergaya eropa sangat eleghant dan terlihat mewah.


"Yuk jalan.."


Suara Thalita mengejutkan Kenan yang sedang melihat-lihat isi ruang tamu itu. Kenan pun menoleh kesumber suara, matanya melotot seperti mau copot, mulutnya menganga melihat penampilan Thalita yang begitu cantik bahkan lebih cantik dari biasanya.


Thalita memakai baju Jumpsuit pendek dengan lengan panjang berwarna hitam. Tentu saja baju itu yang dibeli Kenan di mall tadi. Ditambah makeup tipis diwajahnya serta rambut yg digerai rapih.


Kenan yang malam itu memakai kaos berwarna hitam dan jaket berwarna hitam warna yang sama seperti baju Thalita itu pun terlihat sangat tampan.


Mereka pun saling pandang, salang menatap kagum. Dan bercengkrama dalam hati masing-masing.


"wahhh....cantik banget. emang ngga salah aku pilih baju itu" ucap Kenan dalam hati


"ya ampuun.. dia pake apa aja tetep ganteng" ucap Thalita dalam hati

__ADS_1


"permisi Tuan ini minumnya silahkan.." bi Een datang membuyarkan lamunan kedua orang itu.


"wahh Non sama Aden pakai bajunya janjian ya. kok samaan warnanya. Serasi banget kalian. yang 1 ganteng yg 1 lagi cantik. cocok deh... bibi jadi seneng liatnya" ucap Bi Een dengan senyum sumringahnya.


Thalita dan Kenan pun jadi salah tingkah mendengar tanggapan Bi Een.


"emm... apa sih bi Een ini sok tau" ucap Thalita sambil melaju keluar dan diikuti Kenan dibelakangnya.


"Permisi.." pamit Kenan kepada Bi Een.


"iya den, hati-hati dijalan" jawab bi Een


Bi Een masih melihat mereka dari depan pintu.


"itu siapa nya Non ya.. mani kasep pisan. bener-bener pasangan serasi"


................


Didalam mobil mereka menjadi canggung dan salah tingkah. Kedua jantung mereka berdebar entah apa yang mereka rasakan. Sampai akhirnya mereka menyadari kecanggungan itu.


"oiya.." kata itu keluar dari mulut mereka secara bersamaan.


"ehem.. kamu dulu deh" ucap Kenan


"ohh..emm.. itu.. kita ke Hotel Abella yaa.." ucap Thalita


"Oke.." jawab Thalita


"Hotel Abella.. itu kan Hotel Papa, Papa juga lagi ada disana. Semoga saja ngga ketemu" ucap Kenan dalam hati


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Tidak ada yang berani membuka obrolan hanya sesekali saling lirik. Sepertinya rasa canggung masih menghantui. Kenan menjadi sangat tidak nyaman dengan mobilnya sendiri, begitupun dengan Thalita.


.


.


...----------------...


Visual Kenan dan Thalita Malam ini

__ADS_1




__ADS_2