Trail LOVE

Trail LOVE
67. Malam Pertama part 2 (Gagal lagi)


__ADS_3

Malam ini dikediaman Bayu akan ada acara makan malam antar dua keluarga. Tentunya keluarga Thalita dan Kenan. Makan malam ini sebagai mempererat kekeluargaan antara dua keluarga sekaligus menyambut Kenan sebagai keluarga baru di keluarga Bayu. Selain itu makan malam ini juga sebagai malam perpisahan karna Rico dan istrinya akan kembali ke Paris 3 hari mendatang.


Dikamar besar dan mewah milik Kenan terlihat sepasang suami istri sedang bersiap-siap. Thalita yang masih memakai jubah handuknya sedang duduk dikursi meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya.


"Hahh...gini ya kalo udah nikah" ucap Thalita didepan cermin sambil menghela nafasnya.


"Kenapa?" tanya Kenan yang mendengar keluhan istrinya sambil memakai kemejanya.


"Yaa..dapet undangan makan malem dirumah sendiri rasanya aneh aja gitu" jelas Thalita


Kenan menyunggingkan senyumnya setelah mendengar jawaban istrinya itu.


"Hemm...memang kamu punya rumah? Itu rumah Ayah bukan?" ucap Kenan


Thalita langsung menolehkan wajahnya kearah Kenan, menatapnya kesal.


"Kenapa? Memang benar kan itu rumah Ayah, Apa aku salah?" sambung Kenan setelah melihat istrinya yang menatapnya tajam


"Iya iya itu rumah Ayah, tapi sama aja itu rumah aku juga. Aku kan anaknya" jelas Thalita


"Belum tentu.. terkecuali kalau Ayahmu sudah memberikannya kepadamu. Kalau belum yaa kamu tidak punya hak untuk memiliki rumah itu" jelas Kenan tak mau kalah


"Ngga gitulah.. aku ini kan anaknya jelas aku punya hak" ketus Thalita


"Mungkin dulu iya, tapi sekarang tidak lagi" balas Kenan


"Kenapa ngga!! Sampai kapanpun aku tetap anaknya ngga akan berubah" tegas Thalita


"Kenyataannya memang sekarang sudah berubah. Meskipun kamu anaknya tapi kamu sudah menikah, hak kamu sudah bukan lagi ditangan Ayahmu. Tapi sudah berpindah ditangan ku. Dan kewajibanmu sebagai anak juga sudah berpindah kepadaku sebagai istri. Jadi akulah yang lebih berhak atas dirimu bukan Ayah" jelas Kenan


"Lahh..."


"Aku tunggu dibawah, papa dan mama pasti sudah menunggu kita" ujar Kenan yang langsung memotong pembicaraan Thalita


Thalita terdiam karna merasa heran dengan sikap suaminya yang tiba-tiba kesal sendiri.


"Dihh...kenapa si tuh orang. Punya suami gini amat ya.. dia yang ngomong panjang lebar dia yang sewot. Aneh" ucap Thalita pada dirinya sendiri


Begitulah perdebatan yang terjadi antara mereka. Sudah 5 hari usia pernikahan mereka, namun Kenan belum juga mendapatkan haknya sebagai suami. Mungkin karna inilah perdebatan terjadi. Berharap Thalita akan peka atas hak dan kewajibannya.


Saat akan menuruni tangga, Kenan berbalik menuju kamarnya seperti ada sesuatu yang tertinggal. Kenan membuka pintu bersamaan dengan Thalita yang membuka jubah handuknya hingga memperlihatkan bagian depan tubuhnya dengan sangat jelas. Keduanya pun terkejut terutama Kenan yang spontan membelalakan matanya melihat Thalita yang hanya memakai pakaian dalam.


Melihat itu pun Thalita buru-buru memakai kembali jubah handuknya dan menutup tubuhnya.

__ADS_1


"Percuma ditutup, aku udah liat" ucap Kenan sambil berjalan kearah ranjang dengan santai, mencoba menghilangkan rasa gugupnya.


"Ka-kamu ngapain balik lagi" tanya Thalita gugup


"Ini. ponselku ketinggalan" jawab Kenan sambil menunjukkan ponselnya yang dia ambil dari atas ranjang.


Setelah mengambil ponselnya, Kenan malah duduk diatas ranjang dan berpura-pura memainkan ponselnya seperti sengaja menantikan adegan siaran ulang tadi.


"Udah sana keluar, hp nya udah diambil kan?" perintah Thalita


"Emm.. setelah aku pikir-pikir rasanya ngga enak kalau turun sendirian. Apa kata mama dan papa nanti mereka pasti berfikir kita lagi berantem" jawab Kenan


"Hahh...alesan!" gumam Thalita dan melangkah keruang ganti sambil membawa pakaian yang akan ia kenakan.


"Mau kemana?" tanya Kenan


"Keruang ganti, mau ganti baju"


"Ganti disini" perintah Kenan sambil menarik lengan Thalita


"Ngga"


"Tadi kamu ganti disini, kenapa sekarang keruang ganti"


"Memang kenapa kalau ada aku, kamu malu? Jangan lupa aku ini suami kamu, lagi pula aku udah liat tadi"


"Ahh serah deh" Thalita menepis tangan Kenan dan melangkah keruang ganti. Namun langkah Kenan lebih cepat, ia berdiri didepan pintu menghalangi Thalita agar tidak bisa masuk


"Dihh...minggir ngga?"


"Ngga"


"Ken aku mau ganti baju, jangan ngulur waktu deh.. kasian mama sama papa nungguin"


"Kamu yang memperlambat waktu, ganti baju aja apa susahnya sih"


"Yaudah makanya minggir, aku mau masuk. Kalo kamu ngga minggir aku kapan ganti bajunya"


"Oke silahkan" Kenan mempersilahkan istrinya masuk keruang ganti, namun ia tetap berdiri disitu.


"Kamu ngapain disitu?" tanya Thalita yang melihat Kenan berdiri didepan pintu


"Ngeliatin kamu"

__ADS_1


"Ya ampun Ken, orang mau ganti baju kok diliatin sih" ucap Thalita namun tak digubris oleh Kenan


"Astagaa....ni orang ngga pergi juga. Duhh masa gw telanjang didepan dia si. Mana ngeliatin mulu lagi bikin grogi aja" ucap Thalita dalam hati


"Ken, keluar dulu lah...aku mau ganti baju. Bentaaaaaarr aja. Pliiiisss...."


"Kamu ngomong apapun aku tetap disini. Jangan memperlambat waktu. Jadi cepatlah.."


Thalita berdecak tak bisa berkata-kata lagi. Dan mau tak mau ia pun membuka jubah handuknya didepan Kenan. Karna merasa risih dengan mata kenan yang masih memandangnya ia pun berbalik membelakangi kenan. Namun siapa sangka ternyata itu memancing umpan.


Degg...


Thalita terkejut bukan main saat ada tangan melingkar diperutnya.


Yaa...umpan disini adalah Kenan. Kenan yang melihat jelas tubuh Thalita yang hanya memakai dalaman itu langsung menghampiri Thalita dan memeluknya dari belakang. Dalam pandangannya tubuh belakang Istrinya begitu terlihat seksi dan menggemaskan.


Saat ini Thalita benar-benar kaku, tubuhnya tak dapat bergerak. Jantungnya berdebar sangat kencang hingga membuatnya sesak. Bulu kuduknya merinding hingga menjalar kedarah daging saat Kenan mencium bahunya dan naik keleher jenjang Thalita.


"Ken..." lirih Thalita dengan nafas yang tak beraturan saat tangan Kenan mulai menyentuh dan meremas gunung kembarnya.


Kenan hanya menjawab "emm..." tanpa melepas kecupannya dan tangannya yang masih bekerja menggerayangi seluruh bagian tubuh Thalita.


Kenan mengangkat tubuh Thalita, menggendongnya ala bridal sambil terus mencium bibir Thalita.


Namun saat Kenan meggendong Thalita dan membawanya keranjang, kaki Kenan tersandung, mereka pun terjatuh


"Aww... sakit....." teriak Thalita kesakitan karna kepalanya terbentur sisi ranjang.


"Maaf maaf..." ucap Kenan sambil mengelus kepala Thalita


"Maaf maaf... makanya kalau jalan tuh liat liat" ketus Thalita


"Iya maaf ya sayang.." ucap Kenan lagi


"Udah ahhh...awas" Thalita langsung menolak saat Kenan akan menciumnya.


Thalita langsung keluar dari kamarnya setelah memakai pakaiannya. Sedang Kenan hanya bisa menghela nafasnya panjang dan bergumam.


"Gagal lagi... huhhh...kenapa selalu gagal saat sudah memuncak. aaarrrrgggghhh....sial...!!!"


Entah sudah keberapa kalinya Kenan selalu gagal saat akan memulai itu. Bukan karna Thalita menolak namun karna adanya hal-hal yang tak terduga terjadi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2