
1 minggu sudah berlalu. Thalita pun sudah kembali ke rutinitasnya sebagai mahasiswi karna kakinya sudah kuat untuk berjalan tanpa tongkat. Kini dikampusnya ia seperti artis mendadak yang menjadi bahan perbincangan para wanita yang mengidolakan Kenan.
Ada yang yang mencibir karna iri. Ada yang memandang kagum karna bisa dicintai Laki-laki tampan, kaya raya dan seorang pengusaha mida yang sukses tentunya. Namun adapula yang benci dan menganggap Kenan tidak benar-benar mencintainya.
Dan yang paling membencinya adalah Cindy. Cindy menyukai Revan sejak SMA, untuk itu dia kuliah dikampus yang sama dengan Revan. Namun Revan tidak bisa membalas perasaannya karna perasaan Revan hanya untuk Thalita. Dan dimana ada Revan pasti ada Thalita. Itulah mengapa Cindy sangat membenci Thalita.
Sosial media masih terus mengekspos Foto-foto Kenan bersama Thalita.
"Gila yaa... ngga di FB, IG, Twitter muka lo masih aja nongol ... keren dah" ucap Winda
"Yang keren tuh bukan Thalita, tapi Kenan. Coba kalo dia ama Revan belum tentu jadi trending topic kaya gini" ledek Safira
"Emm...ngapain lo bawa-bawa gw.." tegas Revan
"Hhehee... canda Van canda..." ucap Safira
"Ehh.. Thal, Kenan jemput ngga?" tanya Winda
"Engga. Dia ada meeting" Thalita menjawab santai
"Kebetulan. Cafe yuk..? Dah lama kita ngga nongki" ajak Winda
"Haayuuuu.... hahhaa..." dengan riangnya Thalita dan Safira menjawab ajakan Winda
"Van lu ikut kan?" tanya Thalita
"Emm... ikut ngga yaa?" Revan mengerucutkan bibirnya seraya berfikir
"Ngga usah sok sibuk dehh..." ujar Thalita
"Iya iya.. gw ikut?" jawab Revan lagi
"Nahh gitu kek...lama amat. yaudah yuk.." ucap Safira
"Duluan...gw ke toilet dulu" ucap Revan
"Okelah. Jangan lama!!" tegas Safira
"Bawel"
Mereka pun beranjak dari kursinya dan melangkah pergi. Dipersimpangan menuju halaman parkiran kampus. Mereka bertemu dengan Cindy dan dayang-dayangnya.
"Dihh... udah dilamar, masih aja nempel sama Cowo lain. Dasar Laknat"
"Hahahaa..."
Cindy berbicara kepada teman-temannya lalu tertawa kencang membuat Thalita merasa geram. Thalitapun berbalik dan menghampiri Cindy
"Lo ngomongin gw???"
"Iyalah...siapa lagi cewe laknat disini"
__ADS_1
"Mau lo apa si?? Ngga bosen lo ya gangguin gw mulu"
"Mau gw lo lepasin Revan..."
"Lepasin?? Buat apa?? Buat lo?? Hehh... jangan ngarep deh, ngga akan gw biarin"
"Maruk banget lo jadi cewe" ketus Cindy
"Trus kenapa?? Lo iri...?? Bilang Bos... hahhaa" ucap Thalita sinis lalu tertawa lantang dan disambut tawa Safira dan Winda.
"Hahahhaaa...."
"Udah yuk akh..Revan udah nungguin kita diparkiran" ajak Winda
"Yuk..gw juga ngga mau lama-lama disini. Jemberrrrrr..." jawab Thalita
"Minggir" ketus Safira saat tubuhnya terhalang oleh dua dayang-dayang Cindy.
"Cewe sialan!!! Liat aja, selama Revan belum jadi milik gw, lo ngga akan hidup bahagia.." Cindy menarik kasar rambut Thalita yang hendak pergi.
"Aakhh... hehh..lo pikir gw takut" pekik Thalita kemudian menarik rambut Cindy lebih kasar.
"Eehh Thal.." teriak Safira dan Winda.
Mereka ingin membantu Thalita namun kedua dayang Cindy menghalangi.
"Minggir lo" teriak Winda
"Lo aja yang minggir" ucap Dinda
"Siapa takut" jawab Mita
Mereka bertigapun akhirnya berkelahi ala perempuan. Sejujurnya Thalita lebih suka berkelahi dengan laki-laki karna lebih mudah melawannya. Namun jika berkelahi dengan perempuan ia tidak dapat bergerak karna selalu rambut yang jado sasarannya.
Diparkiran sudah ada Revan yang menunggu tiga dara nya yang tak kunjung datang.
"Ini tim gesrek pada kemana si..lama amat. Ditelfon ngga ada yang angkat pula"
Ditengah kegusarannya Revan mendengar bisik-bisik mahasiswi yang menyebut nama Thalita.
"Eeh..lo liat Thalita ngga?" tanya Revan kepada salah satu mahasiswi itu.
"Thalita lagi ribut tuh sama Cindy, jambak-jambakan" jawabnya
"Hah!! Seriusan? Oke oke thanks yaa"
Tanpa aba-aba Revan langsung berlari ketempat yang diberitahukan oleh temannya itu. Revan mencari keberadaan Thalita, Safira dan Winda namun mereka sudah tidak ada ditempat itu.
Kenan meraup wajahnya, dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Suara deringan ponsel Revan mengejutkan wajah paniknya.
Kriiing..kriiing
__ADS_1
Tanpa berlama-lama dia langsung menggeser tombol hijau yang ada dilayar ponselnya saat dilihat nama Winda yang menelfonnya.
"Lo dimana Win..?"
"_____"
"Oke, gw kesana"
Revan bergegas keparkiran, dia berlari karna begitu mengkhawatirkan Thalita
"Dimana si Curut?" tanya Safira
"Lagi jalan kesini" jawab Winda
"Hahh...sialan tuh perempuan. Bikin mood gw ancur aja" ketus Thalita berbicara dengan kedua sahabatnya itu. Namun disaat yang bersamaan ada Cindy dibelakangnya yang tidak sengaja mendengar ucapan Thalita
"Lo yang udah bikin mood gw ancur. Lo inget ya kata-kata gw, ngga akan gw biarin lo bahagia sebelum lo jauhin Revan" tegas Cindy sambil menodongkan jari telunjuknya kewajah Thalita
"Hahh...? Lo siapa?? Lo itu cuma sampah. Buat apa juga gw dengerin lo" Thakita pun mendorong bahu Cindy
"Tau... udah deh sono lo, pergi pergi.." sambung Safira
"Apa lo bilang? Gw sampah? Lo tuh lebih dari sampah busuk yang berserakan" ucap Cindy yang mulai memanas
"Dimata gw lo ngga lebih dari pelacur. Bisa dibilang lo itu lebih parah dari pelacur" sambungnya. Tentu saja ucapannya itu membuat kepala Thalita bertanduk.
Plakkk....
Sebuah tamparan mendarat dipipi mulus cindy. Belum puas menamparnya kini Thalita mencengkeram keras kedua pipi gadis itu lalu mendorongnya hingga tersungkur
"Punya mulut dijaga... atas dasar apa lo ngatain gw pelacur.."
"Lo udah dilamar ma Kenan, tapi masih aja lo nempel ma Revan"
"Terserah gw dong mau deket ma siapa..bukan urusan lo"
Cindy tersenyum licik tatkala memiliki ide untuk memancing-mancing Thalita.
"Gw minta lo jauhin Revan, relain dia buat gw?" ucap Cindy memancing Thalita
"Hahah....Sampe kapan pun gw ngga bakal jauhin Revan apalagi buat deketin dia sama Lo"
Thalita tak sadar jika ucapannya itu didengar oleh dua makhluk tampan yang baru saja datang. Mereka terkejut dengan perkataan Thalita hingga membuat mereka membelalakkan matanya.
Tak puas sampai disitu. Cindy terus memancingnya. Dia berharap setelah ini dia akan mendapat masalah besar
"Lo kenapa si.. inget lo itu udah mau nikah"
"Gw emang mau nikah, tapi bukan berarti gw harus jauhin Revan buat lo!!"
"THALITA..!!!!!" teriak seorang laki-laki yang penuh amarah
__ADS_1
Thalita terkejut hingga membelalakkan matanya dan mulut yang menganga
...----------------...