
"Kerahkan anak buahmu dan cari tau siapa laki-laki ini" perintah Kenan sambil menunjukkan Foto yang dikirim Disya.
Axe mengernyitkan dahinya saat melihat foto Thalita berpelukan dengan laki-laki lalu setelah itu ia tertawa kecil, bagaimana tidak Axe tahu betul tentang foto itu. Bahkan mereka sedang ada acara itupun Axe mengetahuinya. Bagaimana Axe bisa mengetahuinya?Entahlah hanya dia dan Tuhan yang tahu.
"Ini..? Bos jangan bilang kau pulang ke Indonesia gara-gara foto ini? hhahahaa...." ucap Axe
"Kenapa kau tertawa? Ini sama sekali tidak lucu, aahhh atau kau sedang mengejekku karna istriku telah berselingkuh?" ujar Kenan
"Apa?? Jadi kau berfikir Nyonya Thalita selingkuh? Ya ampun Bos... buka matamu lebar-lebar. Laki-laki itu Revan Bos" jawab Axe
"Revan?? Maksudmu Istriku selingkuh dengan Revan?? Bangsattt Revan?" ucap Kenan sambil mengepal tangannya karna menahan amarah.
"Bu-bukan begitu bos.. maksudku..." jawab Axe gugup, begitu melihat kepalan tangan Bos nya.
"Diam atau kubunuh kau. Laksanakan saja tugasmu dan jangan membantah!" Ancam Kenan.
"Baiklah.. aku akan menghubungi anak buahku, bersabarlah" jawab Axe dan langsung menghubungi anak buahnya.
"Baik. kabari aku secepatnya" pinta Kenan dan dijawab anggukan oleh Axe
"Lalu kapan aku bisa berangkat?" tanya Kenan
"Ke-kemana bos?" tanya Axe
"Astaga Axe!! Apa kau benar-benar ingin mati? Aku harus menemui istriku sekarang, apa kau tidak paham!!" jawab Kenan dengan nada sedikit meninggi membuat Axe menghela nafasnya sebelum menjawab.
"Bos..pekerjaan kita disini belum selesai, kalau kau tinggalkan begitu saja semuanya akan hancur termasuk perusahaanmu" jawab Axe mencoba mengingatkan betapa pentingnya Proyek ini.
Namun mendengar itu Kenan tak berkata apa-apa, matanya menatap Axe penuh ancaman. Pertanda bahwa perintahnya tidak boleh dibantah atas dasar apapun.
"Maaf Bos..untuk soal ini aku tidak akan menurutimu. Aku tidak ingin kau jatuh miskin dan hancur, karna kalau kau jatuh miskin maka aku juga akan jatuh miskin dan aku tidak siap untuk itu. Lebih tepatnya aku tidak mau menjadi miskin" Axe mencoba memberanikan diri untuk menjelaskan dan berharap Bosnya mengerti.
"Aku tidak perduli" tegas Kenan
"Bos tolonglah.. tidak mungkin kan Nyonya selingkuh"
"Awalnya aku berusaha untuk tidak mempercayainya, tapi setelah mendengar ini hatiku panas. Terlebih lagi istriku tidak menjawab panggilanku" ketus Kenan
"Mendengar apa?" tanya Axe heran
__ADS_1
Kenan memberikan ponselnya kepada Axe, meminta agar Axe mendengarkan percakapan antara Disya dan Thalita. Axe pun mendengarkan dengan seksama.
Setelah mendengarkan Axe baru paham kenapa Bos nya seperti itu. Dari percakapan itu memang mendominasi sekali seolah-olah perannya adalah Thalita meski Axe tahu bahwa yang dimaksud Disya pasangan romantis adalah Revan dan Winda.
Axe sudah berusaha menjelaskan, namun Kenan tetap tidak percaya padanya sebelum benar-benar mendapat informasi yang tepat dan akurat. Axe bingung harus menjelaskan bagaimana lagi, ia tidak dapat meyakinkan Bosnya karna posisinya pun tidak ada dipesta itu.
Tak lama anak buah Axe mengirimkan foto dan kabar bahwa Thalita sedang bersama teman-temannya merayakan hari jadi Revan dan Winda. Axe menyampaikan kepada Kenan informasi itu. Kenan pun merasa lega, karna anak buah Axe mengirimkan banyak foto yang diambil secara diam-diam oleh anak buah Axe.
Axe juga menunjukkan sebuah Video saat Revan menyatakan cinta kepada Winda. Video itu didapat dari anak buahnya yang didapatkan dari salah satu pengunjung. Disitupun terpampang jelas Revan memeluk dan mencium Winda.
-----
Masih di Cafe, Thalita dan teman-temannya baru tersadar jam sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB.
"Ehh guys..dah jam 1 nih. cabut yuk.." ajak Safira
"Yahh entaran aja si..baru jam 1. gw masih pengen sayang-sayangan kan ma cewe gw" ucap Revan
"Yaelahh alay lu.. inget bro besok makul pagi" cletuk Safira
"Itu kan elo bukan gw. gw mah masih libur besok. Nyiapin presentasi hasil kemarin" jawab Revan
"Ehh yang gw maksud bukan lo yee.. tapi cewe lo. hadehhh..." jawab Safira
"Lo juga, udah napa si jangan nempel mulu ma Winda" ucap Thalita lagi
"Lahh kenapa, cewe gw suka-suka gw lahh... ahhh lo pengen yaaa... sian deh yang ditinggal laki 2 bulan. hahhaa...." ledek Revan
"****** lo!!" ketus Thalita membuat semua tertawa. ia pun jadi teringat suaminya dan segera mencari ponselnya. Benar saja 20 panggilan tak terjawab dari Kenan.
"Hahh!!! Duhh gawat, laki gw nelpon sampe 20kali"
"Whatt!!! serius lo!
"Serius. Yuk ahh cabut, gw mo telfonan ma laki gw. Fir lo jadi kan nginep, temenin gw yak yak.."
"Iya cantiiiikkk..."
Mereka pun akhirnya keluar dari Cafe secara bersamaan. Thalita pulang bersama Safira, sedangkan Winda diantar Revan.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Thalita langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah tubuhnya merasa segar ia langsung menatap layar ponselnya untuk melakukan panggilan video call dengan suaminya namun tak ada jawaban.
Ia pun beralih ke panggilan biasa, namun tak juga ada jawaban. Setelah beberapa kali barulah terdengar suara laki-laki yang mebuat hatinya bergetar.
"Ada apa?"
"Ih..jutek amat si. Kamu marah ya?"
"Maaf sayang tadi Hp aku ditas ditambah suara musik yang gede jadi ngga kedengeran suara telfon"
"Baiklah. Aku yakin kau bersenang-senang sampai melupakan aku"
"Siapa bilang, aku ngga lupa kok. Mana mungkin aku bisa lupa suami aku yang kece badai ini"
"Sudahlah.. aku sedang sibuk. Jangan menelfonku lagi"
"Eh kok gitu.. sayang... ken..halooo"
"Yahh dia ngambek. Nih orang ngga kangen bini apa ya. Hah..nyebelin banget si" Thalita terus menggerutu karna sudah diabaikan oleh suaminya.
Ia menyudahi kekesalannya saat melihat Safira yang sedang senyam senyum sendiri sambil melihat layar ponselnya.
"Heh.. chatan sama siapa lo, mesam mesem sendiri" tanya Thalita
"hehhee..." safira hanya menjawab dengan memamerkan gihinya yang rapih.
"Dihh nyengir lagi. Chatan ama cowo lo yaa.. siapa sihh..liat doong" ujar Thalita
"Apaan si kepo lo" jawab Safira
"Yaa kepo lahh.. cowo mana yang deketin lo, kasih tau ngga?"
"Sabar sih.. nanti kalo udah saatnya gw kasih tau oke? saat ini masih dalam pe de ka te" tegas Safira
"Ce ileeee.... iya dehh.. awas lo ya kalo diem diem jadian. Pokoknya kenalin gw ma cowo lo itu" ujar Thalita
"Iye tenang..lagian lo juga kenal kok.. upsss" jawab Safira lalu menutup mulutnya dengan tangannya.
"Maksud lo, gw kenal ma dia? siapa sih kok gw jadi penasaran"
__ADS_1
"Bu-bukan, maksud gw nanti juga lo kenal. kan gw kenalin ntar"
"Ooh.. hahh gw tidur ajalah bete. Laki ngambek, temen nginep bukannya nemenin malah asik sendiri" ucap Thalita