
Hari sudah pagi, namun gadis-gadis cantik itu masih terlelap dalam tidurnya. Mungkin mereka masih menikmati mimpinya hingga suara alarmpun tak terdengar oleh mereka.
Dering ponsel Safira membangunkan Safira dari tidurnya. Dengan mata terpejam ia menjawab telfonnya, entah siapa yang menelfonnya sepagi ini.
"halo.."
"Woyy...masih molor lo yaa. Eh jam berapa ini, ngga ngampus lo?" teriak sebrang sana.
Windalah yang menelfon Safira, sebelumnya Winda menelfon Thalita namun tak ada jawaban.
"Brisik banget lo, baru juga jam berapa" protes Safira
"Jam berapa emang..sekarang itu udah jam 9. Lo mau berangkt jam berapa"
"Eemmm.. jam 9. Hahh jam 9, serius lo..?"
Safira terkejut dan langsung mengakhiri percakapannya dengan Winda.
"Thal bangun thal" Safira mengguncang tubuh Thalita dengan kencang karna panik. Namun Thalita hanya menggeliat.
"Bangun kita telat. udah jam 9 sekarang" tegas Safira, hingga Thalita membuka matanya tak kalah paniknya dengan Safira
"Sumpah lo, demi apa?"
"Demi langit dan bumi. udah ahh gw mo mandi"
"Ehh ngga ada waktu kali buat mandi"
"Oh iya.."
Disaat Thalita dan Safira tengah bersiap secepat kilat diiringi dengan rasa paniknya, lain cerita dengan Winda sahabatnya itu yang tertawa riang dikamarnya. Winda sengaja membangunkan mereka karna ia tau pasti kedua temannya itu kesiangan. Waktu yang sebenarnya saat ini adalah baru pukul 8.
Thalita dan Safira baru sjaa selesai mengikuti mata kuliah pagi ini, ia segera menemui Winda yang lebih dulu ke kantin. Thalita dan Safira rasanya geram dengan sahabatnya itu.
"Windaaaaaa......." teriak Safira dan Thalita lalu berlari berhamburan memeluk Winda. Lebih tepatnya seperti menyekap tubuhnya.
"Aduhhh...lepasin woy..ngga bisa napas gw" ucap Winda secara lirih.
__ADS_1
"Ini balesan karna lo udah ngerjain kita pagi ini" ujar Safira
"Ampun ngga lo, kalo ngga gw pites lo yaa.." balas Thalita
"Iya iya ampun ampun.. peace"
"Gimana sensasinya, sedap kan. Bangun pagi ngga pake mandi langsung cusss, hahahaa"
"Seneng banget lo yaa.. ehh bukan masalah ngga mandinya. Tapi paniknya tau ngga"
"Emang sialan lo yaa.. gw tuh baru bisa tidur jam 2 tau"
"Hahh..ngapain aja lo. Rumpiin gw lo ya berdua"
"Dihh najiss..."
"Boro boro rumpi, gw aja tidur dia malah asik chatan ama cow...emm.."
"Cowo?? Lo punya cowo Fir? wahh parah diem diem aja lo"
"Tau lo, temen macem mana lo?"
"Yeee lo kaya ngga aja lo win. Gw kan ngikutin jejak lo"
"Emang lo berdua sama nya, gw aja yang amsalah ama Kenan ngomong sama lo pada. Kenapa lo jadi kaya gitu sih ma gw. hemm..!"
"Bukan gitu Thal, gw awalnya kan belum ngakuin gimana perasaan gw. Apalagi si Revannya juga ngga jelas gitu. Malu lahh kalo gw cerita. Bukan ngga mau cerita si, tapi tepatnya belum mau ceeita gitu.."
"Iya iya paham.. kalo lo gimana Fir?"
"Gimana apany?"
"Cowo lo, siapa? cerita ngga!!!"
"Oh itu, emm hehe.. gw hampir sama si kaya winda, hubungan gw belum jelas gitu. Kan gw bilang sama lo kit baru kaya pdkt gitu.."
"Iya gw tau, yang gw tanya cowo nya itu siapa?"
"Yahh...gimana ya. Gw belum bisa kasih tau. Maaf ya"
__ADS_1
"Ahh ngga asik lo"
"Maaf Thal, Win. Gw janji gw bakal kasih tau kalo udah jelas. Kalian juga tau kok orangnya"
"Oh ya? Tapi bukan Revan kan?"
"Ya bukanlah...kaya ngga ada cowo laen aja punya lo gw sosor juga"
"siapa sih..bikin penasaran aja lo"
"Hehhe...sabar ya pemirsahh. masih Coming Soon"
Dua bulan sudah berlalu, akhirnya Kenan bisa menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Ia sungguh tidak tahan ingin cepat-cepat bertemu istrinya untuk melepas rindu.
Setelah kejadian itu, mereka sempat bertengkar hebat karna Kenan yang cemburu dan terhasut oleh Disya. Tapi Kenan menyayangkan kenapa Thalita harus berpelukan mesra dengan Revan.
Mereka berdua pun tak ada komunikasi lagi setelah perdebatan itu, mereka saling mendiamkan menahan ego nya masing-masing. Namun semua itu kalah dengan rasa rindu yang pada akhirnya mereka saling meminta maaf.
"Kenan pulang ya hari ini?" tanya Safira
"Engga, kata siapa lo?" jawab Thalita
"Ohh..kirain, trus kapan dia baliknya?" ucap Safira
"Bulan depan kayanya" jawab Thalita lagi
"Whatt??? Lama banget"
"Kenapa lo?, histerys amat. Gw aja yang bininya biasa aja"
"Hahhaa...engga"
Katanya hari ini nyampe, kenpa Thalita bilang bulan depan. Hemm.... ucap Safira dalam hati.
Seperti biasa Thalita dan Safira saat ini sedang berada di Cafe, mereka hanya berdua karna Winda menyusul bersama Revan.
Seorang Pria tampan baru saja masuk ke Cafe, matanya menjelajahi seisi Cafe itu mencari gadis pujaan hatinya.
__ADS_1
Kedua gadis itu tak menyadari bahwa ada seseorang yang terus memperhatikan mereka. Saat mereka tengah asik tertawa, pria tampan itu menghampiri mereka diikuti oleh Asistennya.
Pria itu perlahan melangkah, setelah dekat tangannya terjulur menutup mata Thalita. Membuat Thalita terkejut. Begitu juga dengan safira yang tak kalah terkejut saat melihat wajah kedua pria itu.