Trail LOVE

Trail LOVE
39. Ayah...


__ADS_3

"aaaaaaaaaaa........"


Kenan yang saat itu sedang diluar kamar berbicara melalui telepon selularnya itu terkejut mendengar suara teriakan dari kamar rawat Thalita dan segera berlari masuk kekamar Thalita.


Kenan mendapati Thalita yang berteriak sambil menangis tersedu.


"Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya kenan dengan sangat panik dan khawatir


"Kaki... hiks..." jawab Thalita sambil menangis


"Kaki? Kakimu sakit?" wajah Kenan semakin terlihat panik


"Kaki gw ngga ada ken..huaaaa..... kaki gw buntung huaaaaaaaa......hhuaaaa....." tangis Thalita semakin pecah


"Astaga Thalita... aku kira apa hufht...." Kenan menghela nafasnya


"Lo seneng yaa kaki gw buntung??? Hiks.."


"Senang apanya? Lihat kaki kamu masih utuh... tuh liat masih ada 2.." ucap Kenan sambil menyingkap selimut yang dipakai Thalita


"Tapi..kenapa gw ngga bisa gerakin.." ucap Thalita dan terdiam sejenak


" Hah..berarti gw lumpuh dong.. aaahhhhhhaaaaaahhha..... kaki gw lumpuh..huaahhaaa..." sambung Thalita dan semakin menangis.


"Aahhh....brisikk...!" benatk Kenan


"Lo jahat ken, katanya sayang sama gw. Tapi gw lumpuh kenapa lo malah marah-marah. Kalo lo ngga mo nikah sama gw, batalin aja pernikahan kita.. gw tuh lagi sedih tau ngga lo!!"


"Ahhh yaa Tuhan Thalita....."


"Dengar ..... aku bukannya ngga sayang sama kamu aku cuma pusing denger kamu teriak-teriak begitu, lagipula kaki kamu itu ngga lumpuh. Kaki kamu itu dipasang gips makanya ngga bisa digerakin"


"Ahhh satu lagi... tanpa kamu sadari kamu sendiri yang udah batalin pernikahan kita, harus nya kita udah nikah sekarang. Tapi yasudahlah...."


"Huhuuu....."


"Aduhh kenapa lagi ..." tanya Kenan semakin bingung dengan Thalita


"Huu..hu... maaf.. Maafin gw ken..?


"Sudahlah... tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri. Semua sudah terjadi" ucap Kenan


Kenanpun beralih duduk ditepi ranjang dengan menghadapkan wajahnya tepat didepan wajah Thalita.


"Jangan menangis lagi.. kamu harus bahagia, buang semua masalahmu dan lekas pulih agar kita bisa melanjutkan rencana indah kita.. setuju?" Ucap Kenan sambil mengusap air mata dipipi Thalita.


"Em..iya" jawab Thalita sambil tersenyum


Kini Thalita sudah merasa tenang, dia sudah bisa tersenyum.


"I love you.." ucap Kenan sambil tersenyum

__ADS_1


"I love you too.." jawab Thalita dengan wajah yang memerah karna malu.


Melihat wajah Thalita seperti itu membuat Kenan gemas sehingga ia ingin menciumnya. Perlahan wajah Kenan mendekat lalu mengecup bibir lembut Thalita. Thalita pun tidak bisa menolak dan mau tau mau menerimanya karna leher yang dibalut Cervical Coral itu membuat kepalanya tidak bisa bergerak.


"I love you more.." ucap Kenan setelah melepaskan ciumannya dan kembali mencium bibirnya dengan intens.


 


Bayu yang berada dirumah tampak senang setelah mendapat kabar dari Kenan bahwa Thalita sudah siuman. Saat ini dia sedang bersama Vina kekasihnya.


Yaa selama Thalita dirawat Bayu nampak terpukul dan Vina lah yang mendampinginya untuk menenangkannya.


"Bagaimana? Apa kata Kenan.." tanya Vina


"Thalita sudah siuman" jawab Bayu dengan senyum sumringah diwajahnya


"Benarkah? Ahh syukurlah..aku senang mendengarnya" ucap Vina


"Ayo..kita kerumah sakit" ajak Bayu kepada Vina dan dianggukan oleh Vina.


 


" A.. buka mulutmu" Kenan menyodorkan sendok kemulut Thalita


"Udah Ken, gw kenyang.."


"Kamu harus habisin makanan ini, udah tiga hari kamu ngga makan" tegas Kenan


"Ayo.. buka mulutnya A.."


"Emm.."


Tok..tok..tok..


Thalita dan Kenan melihat kearah pintu yang terbuka. Dilihatnya Bayu yang membuka pintu itu seorang diri dan masuk menghampiri Thalita dan Kenan.


"Ehh..Om" sapa Kenan dan dibalas senyuman oleh Bayu.


"Sayang, gimana keadaan kamu? Apa kata Dokter..? tanya Bayu.


"Ayah ngapain kesini?" ketus Thalita dengan mata yang tak menatap Bayu sama sekali


"Tentu saja karna Ayah khawatir sama kamu.."


"Bukannya Ayah ngga perduli sama lita!!" ucap Thalita dengan nada agak tinggi


"Apa-apaan kamu ini. Mana ada Ayah yang ngga perduli sama anaknya, Ayah sayang sama kamu.." ucap Bayu


"Stop. Mending Ayah pulang aja, lita ngantuk..mo istirahat" Thalita pun memejamkan matanya


"Lita...kamu masih marah sama Ayah? Ayah bisa jelasin ini salah paham lita.." ucap Bayu namun tak digubris sama sekali oleh Thalita

__ADS_1


"Lita Ayah tau kamu cuma pura-pura tidur" sambung Bayu


"Om..biar dia istirahat dulu ya.." ucap kenan kepada Bayu


"Tapi ken.."


"Ayo Om.. Kenan antar" Kenan mengajak Bayu untuk keluar dari Kamar itu.


Setelah Bayu pergi bersama Kenan, Thalita membuka matanya dan menitikkan air mata.


"Ayah....hiks.."


 


Sampai diluar Kenan melihat Vina yang sedang duduk dikursi tunggu.


"Tante.." sapa Kenan


"Iya Ken, tante kesini untuk antar Om. Bagaimana keadaan Thalita" tanya Vina


"Sudah lebih baik tan" jawab Kenan kepada Vina.


Bayu terlihat lemas dan sedih diraut wajahnya, Dia menahan tangisnya. Pedih rasanya mendengar Putrinya tidak ingin bertemu dengannya.


Kenan yang melihat Bayu seperti itu merasa iba, dan mencoba menenangkannya.


"Om..tenang dulu ya. Thalita baru siuman, Dokter bilang jangan terlalu memberatkan fikiran Thalita. Nanti Kenan akan bantu bicara sama Thalita" ucap Kenan


"Kenan benar Bay, kamu harus sabar. Ini tidak mudah untuk Thalita. Sebaiknya kita pulang dulu"


"ucap Vina


Bayu pun mengangguk mengerti dengan ucapan mereka berdua.


"Baiklah.. Ken kami permisi dulu, titip Thalita yaa..." ucap Vina


"Iya Tan.."


"Ken, maaf sudah merepotkanmu" ucap Bayu


"Tidak sama sekali Om, Thalita kan calon istri Kenan, dan Kenan sangat mencintainya. Kenan akan merawatnya dengan sepenuh hati" ucap Kenan


"Terima kasih" ucap Bayu


Kenan mengangguk dengan senyuman. Bayupun merasa tenang, setidaknya Thalita tidak sendirian. Ada Kenan yang selalu menjaganya dan merawatnya dengan sepenuh hati. Serta mencintainya dengan tulus.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2