
Thalita, Safira dan Winda sedang makan siang di kantin kampusnya.
"Thal, ko lo tumben sih ngajak kita makan disini biasanya anti banget lo makan disini. Kenapa?" tanya winda
"Ehh iya juga yaa...gw baru engeh lohh?" ucap Safira
"Gw lagi kabur, hahhaaa..." jawab Thalita kepada kedua sahabatnya itu.
"Hahhh...kabur" ucap Safira dan Winda bersamaan, lalu keduanya saling bertatap.
"Ngga ko, gw diajak makan siang sama bokap gw di resto. Gw bilang aja kalo gw masih ada kelas, makanya gw masih disini. Jaga-jaga kalo bokap gw ngajak video call" ucap Thalita
"Ooh gitu..licik juga lo, hahhaa" ucap Safira
"Bentar deh, masalahnya dimana ya. Yang ngajak makan kan Bokap lo bukan Orang lain. Kenapa lo mesti nolak, pake boong segala lagi" ucap Winda heran
Thalita pun berfikir sejenak, sepertinya dia harus ceritakan masalahnya kepada kedua sahabatnya itu
"Girls...sini deketan" ucap Thalita dengan mencondongkan wajahnya kedepan dan diikuti oleh Safira dan Winda.
Setelah wajah mereka berdekatan hingga kepala mereka saling tempel Thalita membisikkan sesuatu.
"Sebenernya gw mau dijodohin" ucap Thalita dengan suara sangat pelan hingga tak terdengar oleh siapapun.
"Hahhh!! Lo dijod...emmm" Thalita membungkam mulut Safira yang hampir saja keceplosan
"sssttttt....gw ngomong bisik-bisik kenapa lo mesti teriak sih. Kalo ada yang denger gimana bodoh" ucap Thalita dengan suara agak ditekan.
__ADS_1
"Upss...sorry. reflex gw" jawab Safira
"Lo tau orangnya siapa? Tanya Winda
"Boro-boro!!! Bokap gw cuma bilang dia anak temen kuliahnya, dia seorang pengusaha muda. Nahh siang ini mereka lagi makan bareng makanya gw ngga mau ikutan" ucap Thalita
"Trus lo terima perjod..ehh rencana bokap lo maksudnya hehhee" ucap Safira yang hampir keceplosan lagi
"Ngga lahh..gw belum siap. Gw masih pengen bebas" jawab Thalita
"Lahh kenapa? Dia pengusaha muda lohh... kaya raya udah pasti. Siapa tau dia juga ganteng" ucap Safira
"Kalo gantengnya ngalahin Chester bennington sih ngga apa-apa, gw terima hahaa" ucap Thalita sambil tertawa.
"Ngayal aja lo sana" ucap Safira
Mereka pun tertawa kencang sampai-sampai menjadi pusat perhatian dikantin itu.
.
Kenan dan Rico sudah masuk kedalam Resto, mereka disambut oleh pelayan kemudian diantar keruang VIP.
Diruang VIP sudah ada Bayu yang duduk seorang diri.
Bayu berdiri seraya menyambut kedatangan Rico dan Kenan.
"Selamat datang Calon besan dan calon mantu hahhaa...apa kabarmu hari ini" sapa Bayu
__ADS_1
"Baik-baik saja calon besan hahha" jawab Rico
Merekapun berpelukan bahagia. Kenan yang melihat merekapun hanya menggeleng kepala.
"Cihh calon besan" ucap kenan dalam hati
Mereka bertiga pun duduk setelah Bayu mempersilahkan duduk.
"Lohh.. Putrimu mana Bay, kenapa kau hanya sendirian saja?" Tanya Rico kepada Bayu
"Ah iya... Rico, Kenan. Mohon maaf sebelumnya Putriku tidak bisa hadir karna mendadak ada kelas tambahan dikampus" jawab Bayu dengan wajah yang tak enak hati
"Hemm...baguslah dia tidak datang" ucap kenan dengan suara pelan namun terdengar oleh Bayu dan Rico. Rico pun yang mendengar langsung menegurnya dengan menyenggol lengannya kenan.
"Emm-mak maksudnya bagus lah dia tidak datang karna dia lebih mementingkan kuliahnya. Artinya dia tidak ingin ketinggalan mata kuliahnya. Bukan begitu Om" ucap Kenan menjelaskan dengan suara sedikit gugup
"Ahhh yaa kau benar, hahaha... sekali lagi Om minta maaf ya" ucap Bayu dan dibalas senyuman oleh Kenan dan Rico.
Mereka pun memulai aktifitas makan siangnya. Sesekali ada obrolan ringan antara Bayu dan Rico.
Setelah selesai makan siang mereka mulai perbincangan tentang perjodohan Kenan dan Thalita. Rico dan Bayu pun sudah merencanakan pernikahan akan dilaksanakan bulan depan. Kenan tidak ikut bicara dengan rencana kedua laki-laki tua itu. Menurutnya percuma saja jika ia menolak rencana itu tentunya tidak akan berhasil.
.
.
...----------------...
__ADS_1
**terima kasih untuk para pembaca yang udah nyempetin waktunya baca Novel pertama aku ini.
**minta like dan komen nya yaa..🤗