Trail LOVE

Trail LOVE
45. Malam Spesial


__ADS_3

1 minggu sudah terlewati. Hubungan Kenan dan Thalita semakin manis saja begitupun dengan Bayu dan Vina yang semakin terang-terangan tentang hubungan mereka.


Malam ini Bayu mengajak Vina dan Kenan untuk makan malam bersama. Bayu memilih Restoran yang menyajikan masakan Jepang, tentu saja itu karna sang Putri ingin makan masakan jepang.


Bayu berangkat lebih dulu karna harus menjemput Vina di apartemennya. Sedangkan Thalita menunggu pria tampannya menjemput dirumah.


Malam ini Thalita dan Vina memakai gaun yang membuat mereka berdua menjadi terlihat cantik. Begitu juga Kenan dan Bayu yang terlihat tampan.


Ini adalah makan malam pertama setelah 1 bulan Thalita melewati dirumah sakit. Bayu ingin menjadikan malam ini makan malam yang spesial untuk merayakan kesembuhan Thalita, meski belum seutuhnya pulih namun Bayu sangat bersyukur.


Dimeja VVIP mereka menyantap menu pembuka yang dihidangkan oleh Pelayan Resto. Mereka menikmati makanan pembuka sambil sesekali berbincang untuk menghindari kecanggungan. Malam ini terasa berbeda bagi Bayu karna dia merasa gugup. Entah apa yang membuatnya gugup.


Namun ada hal aneh lainnya yang Thalita rasakan selain melihat sikap Ayahnya yang terlihat salah tingkah dia juga melihat Ayahnya yang sesekali saling pandang dengan Kenan. Mereka berdua seperti sedang berbicara melalui tatapan mata dan bahasa tubuh yang hanya mereka yang mengerti.


Ditengah perbincangan mereka Bayu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan, namun betapa terkejutnya Thalita karna beberapa pelayan datang bersama iringan musik. Salah satu pelayan membawa buket bunga mawar putih yang indah.


Thalita terkejut dan menutup mulutnya yang menganga, Thalita merasa bahagia karna Kenan menyiapkan ini semua untuknya. Dia melirik Kenan dengan penuh senyuman dan mata yang berbinar. Sedang Vina merasakan juga apa yang Thalita rasakan, biar bagaimanapun Vina sudah menganggap Thalita seperti putrinya.


"Hahh....ya ampun Ken, romantis banget" ucap Thalita kepada Kenan.

__ADS_1


Pelayan yang memberikan buket bunga itu kepada Vina membuat mata Vina melotot dan senyumnya hilang seketika karna kebingungan.


"Lohh...salah bu-bukan disini tapi disana" ucap Vina gugup sambil menunjuk kearah Thalita.


"Tidak Vin, bunga itu untukmu" ucap Bayu.


"hah..." ucap Vina seakan tak percaya.


Mata Thalita terbuka lebar karna terkejut, bunga yang dia pikir untuknya ternyata untuk Vina. Seketika senyum Kenan menghilang saat melihat gadisnya melirik tajam kearahnya. Perasaannya langsung berubah menjadi tidak enak. Sepertinya dia merasakan akan ada masalah datang menimpanya.


Dan yang lebih membuat Thalita terkejut lagi saat Bayu beranjak dari kursinya turun kebawah dan duduk bertumpu dengan 1 kaki. Bayu menyodorkan kotak yang berisi cincin berlian.


Yaa malam ini Bayu merayakan kepulangan Thalita dari rumah sakit sekaligus melamar Vina.


Vina terkejut hingga menutup mulutnya yang menganga. Jantungnya mempompa lebih cepat. Begitu juga dengan Thalita yang terkejut akan perbuatan Ayahnya. Dia tak menyangka Ayahnya akan seromantis ini sampai-sampai dia mengira ini adalah perbuatan Kenan untuknya.


"Ahhh so sweet" ucap Thalita kagum.


Vina masih mematung dia tak tahu harus menjawab apa, dia melirik ke arah Thalita seraya bertanya. Thalita pun tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya. Tentu itu membuat Vina merasa bahagia. Vina menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan lalu menjawab lamaran Bayu.

__ADS_1


"Mau.." lirih Vina menjawab lamaran Bayu.


"Aku mau menikah denganmu" tak terasa Vina menitikkan air matanya.


Bayu tersenyum bahagia, lalu menyematkan Cincin itu kejari manis Vina dan mencium punggung tangan Vina.


"Terima kasih.. aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan menjagamu sampai akhir hayatku"


Thalita makin terkejut melihat tingkah Ayahnya, Dia tau Ayahnya bukanlah laki-laki romantis.


Bayu berdiri dan mengajak Vina berdiri lalu mereka saling berpelukan. Setelah cukup lama mereka berpelukan Vina melepaskan pelukannya dan merentangkan tangannya ke arah Thalita.


Thalita langsung menghampiri dan memeluknya, kini mereka bertiga berpelukan. Air mata pun mengiringi kebahagiaan mereka. Vina mencium kening Thalita dan dibalas oleh Thalita yang mencium pipi Vina dan Bayu.


"Ehemm... maaf apa sudah bisa dimulai acara makan malamnya, aku sudah lapar" ucap Kenan dengan wajah polosnya.


"Hahahaa...." mereka semua tertawa.


Baru ini Thalita tertawa lepas penuh kebahagiaan. Meski awalnya dia sempat kesal karna kejutan yang ia pikir untuknya ternyata untuk calon istri Ayahnya. Namun keberhasilan Ayahnya melamar Vina membuat Thalita lupa akan kekesalannya dan tergantikan oleh air mata kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2