Trail LOVE

Trail LOVE
73. Kedatanga Disya


__ADS_3

Semua sudah berkumpul di Resto untuk menikmati makan malam. Semua menu yang tersedia di Resto pun sudah dihidangkan. Axelle dan Revan pun sudah berkumpul dengan keluarga Thalita dan Kenan begitu juga dengan Safira dan Winda.


"Selamat malam semuanya, maaf sudah membuat kalian menunggu" sapa Kenan


"Tidak apa Ken, santai saja" ucap Bayu dengan ramah


"Kami maklum kok son, tenang saja hahhahaaa....." ucap Rico dengan gaya meledeknya


"Betul Om, pengantin baru mah bebas" sambung Revan


"Ken, enak ngga blaem blaem di Resort baru hihihii..." tanya Revan dengan suara berbisik namun masih terdengar oleh yang lain. Raut wajah Kenan seketika berubah tersipu malu hanya bisa menahan groginya.


"Ehh curut gua tampol lo yaa.." ujar Thalita


"Ampun nyai.. ampun"


Karna semua sudah berkumpul acara makan malampun dibuka oleh Miko Manager Resort itu.


"Selamat malam semuanya..Saya Miko Manager Resort ini mewakili karyawan disini mengucapkan banyal terima kasih kepada Tuan Besar Bayu Dermawan karna sudah mempercayakan kami untuk menjaga Resort ini.


Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Nyonya Besar Vina dan Nona Thalita beserta suaminya Tuan Kenan.


Tak lupa Saya juga mengucapkan selamat datang untuk Tuan Besar Rico dan istrinya Nyonya Sonya. Dan juga Nona-nona cantik dan para tuan muda yang tampan.


Sekali lagi Kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya dan Selamat datang untuk kalian semua dan selamat menikmati semua fasilitas di Resort Wilona ini"


Miko sudah selesai dengan sambutannya. Ia pun meminta mereka untuk menilai masakan malam ini. Miko juga memberi tahukan Rundown acara untuk besok. Setelah itu Miko bergabung untuk makan malam mengikuti perintah Bosnya.


"Sayang..." ucap Bayu dan Kenan secara bersamaan memanggil Thalita


"Maaf.." ucap Kenan kepada Bayu


"Ahh...tidak apa-apa Ken. Ayah yang harusnya minta maaf, Ayah lupa kalau putri Ayah sudah ada yang punya" ucap Bayu

__ADS_1


"Ahhh... beruntungnya jadi Thalita dicintai dua laki-laki tampan hahhaa...." ledek Vina


Semuapun ikut tertawa, dan disela tawa mereka ada sosok perempuan cantik datang menghampiri mereka. Wanita dengan Body yang aduhai dengan berpakaian dress pendek tanpa lengan menjadikannya terlihat sexy.


"Permisi, maaf mengganggu.." ucap wanita itu


Revan tersedak saat melihat wanita yang menyapa itu ternyata wanita yang ia kenal. Sedangkan Kenan tidak memperhatikan pemilik suara itu, ia tidak memperdulikan karna itu adalah suara perempuan.


Namun Kenan menoleh saat Revan menendang kakinya dan memberi isyarat untuk melihat wanita itu. Kenanpun menoleh dan betapa terkejutnya ia saat melihat wanita itu.


Hampir saja ia ingin marah kepada wanita itu, karna berfikir wanita itu mengikutinya dan ingin mencari masalah untuk menghancurkan rumah tangganya.


"Di.." belum selesai Kenan menyebut nama itu, Vina sudah menghampiri lebih dulu wanita itu. Tentu saja membuat Kenan, Revan dan juga Axelle terkejut sekalifus bingung. Begitu juga dengan Rico yang sangat membeci wanita itu.


"Hai sayang.. kau sudah sampai, ayo..bergabung dengan yang lain" ajak Vina dan membawa wanita itu bergabung dengan yang lain.


"Mas, ini Disya anak sahabatku yang sudah seperti keponakanku sendiri"


"Ooh.. jadi ini yang kau ceritakan tempo hari, ternyata cantiknya bukan hanya dicerita ya hahha..."


"Oiya.. Disya kenalkan ini anak tante yang paling cantik namanya Thalita dan ini suaminya Kenan"


"Hay..salam kenal" sapa Disya kepada Thalita


"Hay..." Thalita ikut menyapanya, namun tidak dengan Kenan, ia merasakan perasaannya benar-benar tak nyaman.


Thalita menyadari pandangan Disya kepada Kenan yang tidak biasa. Setelah Disya menyapa semua yang ada disitu mereka melanjutkan makan malam dengan khidmat. Hanya Bayu dan Vina yang memulai obrolan kepada Disya sedangkan yang lain hanya menyimak.


Usai makan malam, Rico dan istrinya pamit terlebih dahulu untuk kekamar. Ia tak ingin berlama-lama berkumpul bersama karna adanya Disya suasana pun menjadi canggung.


Kenan berbisik kepada Thalita, mengajaknya meninggalkan meja itu. Namun Thalita menolak ia menahan Kenan untuk tetap tinggal. Perasaan Thalita seperti ada yang mengganjal, ada rasa penasaran dihatinya.


Siapa Disya sebenarnya. Kenapa ia menatap Kenan dengan penuh kagum atau bisa juga dibilang penuh dengan kerinduan namun kenapa Kenan seperti ingin menghindar. Lalu bagaimana dengan Papa, kenapa tatapan Papa kepadanya seperti orang yang membencinya. Begitu juga dengan Axelle yang tak berani menatap bahkan menyapa. Revan..sepertinya Revan juga mengenal perempuan ini.

__ADS_1


Begitulah yang ada dibenak Thalita tentang wanita dihadapannya. Dan akhirnya Disya menyapa Kenan, inilah yang Thalita tunggu-tunggu.


"Ken..kau apakabar? Lama kita tak bertemu" tanya Disya kepada Kenan


"Baik" jawab Kenan singkat dan datar.


"Emm..jadi kalian udah lama kenal? Apa kalian teman masa sekolah, kuliah atau teman masa kecil?" tanya Thalita dengan tatapan seperti orang mengintimidasi.


Disya tersenyum mendengar pertanyaan Thalita lalu menatap Kenan.


"Ken, mau aku yang jawab atau kamu yang jawab?


"Kan gw nanya lo, kenapa mesti laki gw yang jawab? Ya lo lah yang jawab, giamana si.."


"Emm...benar juga ya. Aku dan Kenan adalah..."


"Aku lelah, ayo kita kekamar" ujar Kenan memotong ucapan Disya dan menarik lengan Thalita


Thalita mengikuti arah langkah Kenan dengan wajah masamnya.


"Kamu pasti ada apa-apanya kan sama dia? Kalo ngga ada apa-apa buat apa kita pergi harusnya dengerin dulu dia ngomong apa, kamu harusnya.." ucapan Thalita terhenti saat Kenan menghentikan langkahnya dan memandangnya dengan tajam.


Wajah Kenan mendekati wajah Thalita dan tanpa aba-aba Kenan mencium bibirnya dengan ganas.


"Kau bisa diam kan? Aku tidak suka dicurigai, sekali lagi kau bicara tentang perempuan itu aku tidak akan mengampunimu!" tegas Kenan.


Thalita langsung terdiam setelah perlakuan Kenan kepadanya, seperti inilah saat Kenan sedang marah. Bahasanya menjadi formal karna sebenarnya ia tidak bisa bahasa informal atau bahasa gaul seperti Thalita. Namun ia mempelajarinya sedikit demi sedikit.


"Hhh...kenapa dia semarah ini, sebenernya siapa si tuh cewe. Penasaran gw.. awas aja kalau sampe gw tau hubungan lo sama tuh cewe gw gerus lo ampe alus.. huhhh" ucap Thalita dalam hatinya dengan penuh amarah.


.


.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2