
Setelah 30 menit perjalanan Winda dan Safira pun sampai diparkiran Cafe, dilihatnya motor Trail milik Thalita.
"Thalita dah sampe tuh" ucap Winda.
"Yahh dari kampus kesini, buat dia mah cuma 5 menit kali..nih kita masuk juga pasti dia ngoceh-ngoceh bilang kita lama" ucap Safira sambil membuka pintu mobil.
Merekapun masuk dilihatnya Thalita yang duduk sambil memainkan hp nya. Thalita pun menyadari kedatangan Safira dan Winda.
"Lama banget lo pada...jamuran gw nungguin" ucap Thalita kesal
"Tuhh kan..gw bilang juga apa, apal banget gw mah ama dia" ucap safira kepada Winda yang lagi nyengir.
Safira dan Winda segera duduk tanpa membalas perkataan Thalita barusan. Sepertinya mereka sudah khatam dengan sikap sahabatnya itu.
Mereka memesan makanan dan minuman, diselingi dengan obrolan-obrolan ngga penting, dan sesekali mereka tertawa lepas seperti tidak ada masalah. Inilah yang dibutuhkan Thalita saat ini.
"Thal..lo masih ngga mau cerita nih sama kita, gw yakin lo lagi ada masalah kan?" Ucap Winda berharap Thalita mau cerita kali ini
"Ngga taulah hari ini tuh nyebelin banget, gw lagi bete sama bokap gw ehhh ditengah jalan ada orang main nangkring aja dimotor gw ngga pake permisi..dah gitu seenaknya nyuruh gw nganterin dia kekantornya dikira gw kang ojek kali" ucap Thalita dengan nada kesal
"Orangnya cewe apa cowo?" Tanya safira
"Trus lo mau nganterin dia" tanya Winda
"Dia cowo. Awalnya gw ngga mau, gara-gara ada Polisi terpaksa deh gw nganterin dia.." jawab Thalita
"Kok bisa ada Polisi emang lo diapain sama dia" tanya Winda
"Ngga diapa-apain sih..cuma kan kita sempet debat. Mungkin Polisinya ngeliat ada keributan dah gitu posisi gw ditengah jalan jadi orang yang dibelakang gw ngga bisa jalan" Thalita menjelaskan
__ADS_1
"Ooh..." ucap Safira dan Winda bersamaan
"Ehh.. btw cowo nya ganteng ngga, hehhee" tanya Safira sambil nyengir
"Emm...gw ngga merhatiin..tapi kayanya sih dia pengusaha muda gitu deh" jawab Thalita
"Wuahh...keren dong. Namanya siapa?" Safira histeris
"Mana gw tau..gw ngga nanya" jawab Thalita cuek
Safira dan Winda melongo mendengar jawaban Thalita.
"Ya ampuuun Thal, lo tuh bego apa bloon si.. ada pengusaha muda didepan mata lo anggurin..yaa salaaam" ucap Safira sambil menepok jidatnya dan winda yang cuma geleng-geleng kepala.
"Hemmm..." Thalita menarik nafasnya lalu mengeluarkannya. Seketika matanya melotot karna teringat sesuatu.
"Oiya...gw punya kartu namanya.." ucap Thalita sambil merogoh kantong celana belakang.
"Kenan Abrisam, CEO Azura Corporation"
"Wuaaaaahhhhh...." seketika Safira dan Winda melotot dan menganga seakan tak percaya.
"Kenapa lo? Kenal?" Tanya Thalita yang heran melihat tingkah kedua temannya.
"Eng-engga sih...hehhee" ucap Safira
"Ehh kita googling aja, kalo Pengusaha besar pasti ada fotonya di Google" ucap Winda
"Brilian..." ucap Safira girang
__ADS_1
Winda langsung ketik nama Kenan Abrisam
di Aplikasi Google, dan munculah beberapa foto Kenan dan Profile nya.
"Ini bukan orangnya?" Tanya Winda kepada Thalita
"Iya kayanya yaa.. gw lupa" jawab Thalita dengan muka yang biasa-biasa aja.
"Yaa ampun Thalita, ini sih ganteng bingit" ucap Safira
"Gw heran cowo seganteng ini lo bisa lupa" ucap Winda
Yaa itulah Thalita, dia tidak pernah memikirkan laki-laki.
"Buat gw aja yaa.." Safira memohon meminta kartu nama Kenan
"Enak aja..gw tuh masih ada urusan ama nih orang. Dia harus bayar semuanya atas tingkah dia hari ini ke gw.." ucap Thalita sambil merampas kartu nama dari tangan Safira.
"Trus rencana lo apa?" Tanya winda
"Gw mau suruh dia bikin skripsi gw, dia kan CEO pasti pinter dong..hehhee" ucap Thalita sambil senyum jahat.
Safira dan Winda cuma bisa melongo dengan ide gila Thalita.
.
.
...----------------...
__ADS_1
Visual KENAN ABRISAM