
Seperti biasa usai mata pelajaran Thalita, safira dan winda kumpul dikantin. Entahlah akhir-akhir ini Thalita jadi sering ke kantin. Sepertinya dia sudah bersahabat dengan lingkungan kantin.
Kampus Thalita akan mengadakan acara seminar yang berkaitan dengan bisnis. Acara ini sifatnya wajib bagi mahasiswa dan mahasiswi jurusan Managemen Bisnis dan Akutansi. Namun meski tidak diwajibkan, jurusan lain pun bisa mengikuti acara ini.
Revan adalah mahasiswa jurusan Management bisnis dikampus itu, sehingga untuk acara ini Dosen menunjuknya sebagai Panitia sekaligus penanggung jawab acara ini.
"Hayyyy ciwi ciwi...." Revan tiba-tiba datang dan duduk disebelah Thalita
"Hemm...si curut" gumam Thalita
"Bu..orange juice 1..." teriak Revan kepada ibu kantin.
"Kenapa muka lo van, recek amat" tanya Safira
"Nihh..ngurusin buat seminar besok, lelah gw" jawab Revan dengan wajah lelahnya sambil bersandar dipundak Thalita.
"Ooh..." Safira ber oh ria, seakan tak perduli
"Rasain dah kalo gitu" ledek thalita
"Rese banget lo thal, temen lagi susah bukannya semangatin...huh" Revan mengangkat kepalanya dari pundak Thalita dan menarik rambut Thalita.
"Aww... sakit Van" ucap Thalita sambil mengelus kepalanya.
Pegawai ibu kantin datang dengan membawa orange juice pesanan Revan. Revan pun langsung meminumnya hingga habis.
"Aus bener mas, biasa aja kali minumnya.." ucap Winda
"Ahhhh segerrrrr....." ucap Revan setelah menenggak habis jus nya itu.
"Ehh... kalian daftar doong buat acara besok. Gw kasih tempat khusus deh buat kalian" ajak Revan
"Kita si mau..tapi Thalita ngga mau, ngebosenin katanya"
"Yeee.. seminar kali ini lebih seru..ngga kaya biasanya. Konsepnya dibikin fun, ada hiburan musik juga. Asik kan...gw gitu loh konseptornya, hahahha" ucap Revan yang bangga dengan dirinya sendiri.
"Kali ini Moderatornya ganteng, biasanya kan bapak-bapak. Ini pengusaha muda, yang lagi hits" Revan melanjutkan ucapannya dan membuat safira dan winda penasaran
"Hahh...serius?? Siapa...siapa?"
"Kenan Abrisam CEO dari Azzura Corporation"
"Uhuk..uhuk..." Thalita yang sedang makan tiba-tiba tersedak saat mendengar nama Kenan.
"thal, pelan-pelan kali takut banget gw minta" ucap Revan
Safira dan winda pun hanya tertawa renyah.
"Hahh...gw seneng banget dia bersedia jadi moderator. Dari dulu belum ada yang bisa ngundang dia, selalu ditolak dengan alasan sibuk. Tapi kali ini dia dengan senang hati nerimanya" ucap Revan lagi dengan bangga
Yaa seorang Kenan Abrisam ini memang tidak pernah menerima tawaran untuk menjadi bintang tamu diacara kampus-kampus, karna sejujurnya dia sangat risih dengan tatapan mahasiswi-mahasiwi yang mengidolakannya.
Kenan hanya ingin meghadiri acara-acara yang dihadiri orang-orang bisnis, karna tamu-tamu nya mayoritas laki-laki. Tentu saja dia menerima ini karna tahu itu adalah kampus tempat Thalita kuliah.
"Dia tau kali tunangannya kuliah disini. ehh.." ucap safira keceplosan sambil menutup mulutnya.
Thalita dan winda melotot kearahnya. Revan yang mendengarnya ikut melotot karna terkejut
"Serius lo?? Emang siapa tunangannya" tanya Revan penasaran
__ADS_1
"Emm....gw hehhehe" jawab Safira sambil nyengir.
"Yeeee....dasar udang rebon" ledek Revan sambil memukul kepala Safira dengan gulungan kertas
"Aww..Lo tuh semut bakot" ucap Safira tak mau kalah
"Hahhahaa...." tawa Thalita dan winda bersamaan
......................
Gedung Aula kampus sudah dipenuhi oleh mahasiswi dan mahasiswa yang menghadiri Event ini. Band akustik mengiringi para peserta yang hadir.
10 menit lagi acara akan dimulai, namun Thalita belum juga masuk. Revan melihat adanya Safira dan Winda pun menghampiri.
"Fir, win.. Thalita mana, kalian ngga bareng masuknya?" tanya Revan
"Tadi dia ketoilet dulu, makanya kita duluan" jawab Safira
"Bentar lagi juga masuk" ucap Winda
"Tapi pasti dateng kan?" tanya Revan
"Pastilah.. kenapa si lo? Uring-uringan banget. Tenang aja si.." ucap Safira
"Nih gw telfon" ucap Winda sambil mencari nama Thalita dikontak Handphone nya.
Tuuut....tuuut...
Haloo...
"Thal lo dimana, cepetan masuk acaranya udah mau mulai. Soalnya kata Revan kalo lo masuk pas acara udah dimulai nanti ngga dibolehin masuk"
"Jangan jalan, lari thal"
"Bawel lo ahh..."
Brukkhhh....
Thalita menabrak seseorang.
"Sorry...sorry...gw buru-buru" ucap Thalita tanpa melihat wajah orang itu.
Saat Thalita hendak melanjutkan langkahnya, tiba-tiba orang itu menarik lengan Thalita hingga tubuhnya hampir jatuh. Thalita pun menepis dengan kasar dan membalikkan tubuhnya.
"Apaan si lo..." thalita membentak orang itu, namun terdiam saat dia melihat orang itu.
Laki-laki tampan yang selama ini ada dibayangannya. Laki-laki yang sudah membuat jantungnya berdebar-debar. Dan laki-laki yang sudah berhasil mengambil ciuman pertama nya.
"Kenan..." ucapnya lirih
"Iya ini aku, kenapa?"
"Kenapa lo bilang!! Harusnya gw yang tanya kenapa lo main tarik-tarik tangan gw"
"Kamu yang jalan tidak pakai mata, kamu yang menabrakku dan sekarang kamu yang marah-marah.. kamu ini manusia atau bukan??"
"Hahh....menurut lo???"
"Udah ah..gw buru-buru" baru satu langkah Thalita beranjak namun Kenan kembali menarik lengannya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Kenan
"Kepo!" Kenan kembali menarik tangannya saat Thalita hendak pergi.
Namun kali ini Kenan tidak melepaskan tangan Thalita.
"Ihh lepasin" Thalita mencoba melepaskan tangannya namun tangan Kenan lebih kuat.
"Bos..sudah waktunya acara dimulai, mereka belum bisa mulai kalau Bos belum masuk"
"Oke.." jawab kenan kepada Axelle.
Kenan mengubah genggaman tangannya ke telapak tangan Thalita dengan mengenggam jemarinya lalu mengajaknya berjalan.
"Ehh... mo kemana" tanya Thalita bingung
"Ke Aula kan? Kita jalan sama-sama" jawab Kenan
"Iya tapi lepasin tangan gw Ken, nanti ada yang liat" Thalita merasa risih dengan genggaman tangan Kenan karna takut ada teman sekampusnya yang melihatnya.
"Memang kenapa kalau ada yang lihat, kita kan sudah bertunangan. Apanya yang salah" ucap Kenan
"Ken..Plisss ken lepasin.." Thalita memohon
"Ken lepasin ngga!! Kalo ngga gw tonjok lo ya" ucap Thalita dengan suara yang tinggi.
Mendengar itu Kenan menghentikan langkahnya lalu berputar menghadap wajah Thalita tanpa melepaskan genggaman tangannya.
"Nihh..kalau berani" ucap Kenan sambil menyodorkan pipi nya ke wajah Thalita.
Thalita mendadak gugup, wajah Kenan kini sangat dekat dengan wajahnya. Mata nya bisa melihat jelas pipi Kenan yang mulus. Jantung Thalita semakin berdetak kencang tak karuan. Dia tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menelan saliva nya.
"Ehemm" suara Axelle menyadarkan Thalita
Bughh.. Thalita menonjok perut Kenan
"Aww..." Kenan kesakitan hingga badannya membungkuk. Axelle melihatnya dengan mata melotot
"Bos..." Axelle menghampiri Kenan dan memegang tubuh Kenan karna khawatir dengan keadaan Kenan yang sedang kesakitan.
"Rasain!!! Lo pikir gw takut hah!!" ucap Thalita dan segera pergi meninggalkan Kenan.
"Dasar perempuan gila!!" teriak Kenan
.
.
...----------------...
🤗🤗
maaf yaa kalau masih ada typo nya..
Semangatin aku yuk dengan memberikan saran dan kritik nya dikolom komentar
jangan lupa kasih VOTE buat aku yaa
🤗🤗
__ADS_1