Trail LOVE

Trail LOVE
71. Drama Pagi Hari


__ADS_3

"Aaaaaaa...... Kenaaaaaaannn......" teriak Thalita saat ia membuka matanya dan menyadari tubuhnya tak berbalut pakaian sehelaipun.


Kenan yang saat itu sedang berada dikamar mandi pun tersenyum geli mendengar teriakan istrinya. Untung saja ia sudah bangun lebih dahulu jika tidak mungkin saja ia akan kena pukulan maut istrinya.


"Kenapa kamu teriak-teriak, takut kehilanganku? Tenang saja aku tidak akan pergi kemana-mana" ucap Kenan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Kenan yang hanya berbalut handuk dipinggangnya itu menghampiri Thalita. Membuat Thalita tercengang sambil menelan saliva nya. Ia merasa canggung melihat Kenan dengan ABS nya yang terpampang jelas.


"Diem ya diem..ini pasti kerjaan kamu kan?" ujar Thalita, membuat Kenan menghentikan langkahnya.


"Apa?" tanya Kenan heran


"Kamu apain aku semalem?" tanya Thalita dengan salah tingkah.


"Hemm..." Kenan mendengus karna ternyata istrinya belum mengingat kejadian semalam


"jadi kamu belum ingat? Harusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan semalam sampai tubuhku seperti ini?" sambung Kenan


"Hahh.." Thalita terkejut saat Kenan menunjukkan tubuh bagian belakangnya penuh dengan cakaran dan tubuh bagian depan banyak tanda kiss mark bahkan kissmark juga terlihat dileher Kenan.


Thalita masih terdiam, matanya melihat namun pandangannya berlari kesituasi semalam. Ia mengingat-ingat apa yang terjadi malam itu. Tak butuh waktu lama, ia pun mulai mengingat kejadian semalam. Bagaimana ia saat masih di Club dan saat sampai dirumah. Bahkan ia juga ingat saat ia menerkam Kenan dengan buas hingga pertarungan intim itu terjadi.


"Hahh!!!" Raut wajah Thalita berubah semu merah karna malu, spontan ia menenggelamkan dirinya kedalam selimut menutup rapat-rapat wajahnya. Ia tak berani menatap Kenan karna malu. Yaa malu, bahkan ia merasa dirinya seperti tak punya harga diri.


"Ampun ya Tuhan...ampuuun... apa yang udah gw lakuin semalem. Hahh...bego banget gw" guman Thalita dalam hatinya


"Heyy...apa yang kamu lakuin didalam sana, cepat mandi. Kamu ngga lupa kan kalau hari ini kita berangkat ke Raja ampat" ujar Kenan yang melihat Thalita bersembunyi dibalik selimut.


Thalita tak menggubrisnya karena tidak dapat menahan malunya


"Heyy kenapa kamu diam? aahh...apa kamu mau kita melakukannya lagi? Emm... baiklah" sambung Kenan


"STOP!! Oke..oke.. aku mandi" teriak Thalita dari balik selimut


Thalita pun membuka selimutnya hanya sebatas wajahnya. "Minggir.." pinta Thalita yang melihat suaminya masih ada didepannya. Ia tak ingin keluar dari selimut tanpa pakaian didepan Kenan. Kenanpun melangkahkan kakinya ke ruang pakaian.

__ADS_1


"Aww...perihh" pekik Thalita saat ia menggerakkan kakinya


"aduh kok sakit banget ini. Ahhh sial pasti ini karna kenan semalem"


"Kenapa masih disitu?" tanya Kenan yang melihat istrinya belum beranjak dari tempat tidur.


"A-anu.. emm.. ini aku" kikuk Thalita. Ia tidak tahu harus bagaimana memberitahukan kepada Kenan. Pasti sangat memalukan jika ia jujur.


"Duhh.. gimana gw bangun ya...?" ucap Thalita dalam hati.


"Apa?? Kamu tau kan, kalau kamu belum bangun dari tempat tidur itu artinya kamu mau aku tiduri lagi" ujar Kenan mengancam Thalita


"Bukan ken, ini mau bangun kok..tapi ngga bisa.. sakit banget Ken" jawab Thalita


"Sakit? Kamu sakit?" ucap Kenan khawatir. Dengan cepat ia mendekati Thalita dan menyentuh Keningnya.


"Tapi ngga demam kok?"


"Ishh...bukan itu yang sakit" ujar Thalita


Dengan kikuk Thalita menjawab


"I-itunya yang sakit"


Kenan terdiam mencerna denga cermat apa yang dikatakan istrinya. Iya pun akhirnya paham apa yang dimaksud dengan "ituny" itu.


"Baiklah...tunggu sebentar" Kenan masuk kedalam kamar mandi. Ia menyiapkan air hangat didalam bathtub dan memberikan essence oil yang ia dapatkan dari mami tirinya.


"Eehh mau ngapain" protes Thalita saat Kenan menarik selimutnya.


"Aku bantu kamu kekamar mandi" jawab Kenan


"Eng-engga usah..." ucap Thalita sambil menahan selimutnya


"Kenapa? Kamu malu? Aku sudah lihat semuanya dengan jelas sejelas-jelasnya. Bahkan kamu sendiri yang memamerkannya" ujar Kenan

__ADS_1


"Engga pokoknya engga.." Thalita masih terkekeh dengan selimutnya. Namun Kenan tak menghiraukannya. Ia pun menarik paksa selimut itu hingga terbuka.


"Keeeeennn...aku bilang ngga yaa ngga... aaaaaa..." teriak Thalita saat Kenan mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawanya kekamar mandi untuk berendam.


...****...


Dimeja makan sudah berkumpul para Orang Tua. Kenan dan Thalita turun bersama. Terpancar aura yang berbeda dari wajah mereka, tentu saja membuat para orang tua mereka yang melihatnya tersenyum.


"Pagi semua" sapa Kenan


"Morning Son.." ucap Sonya


"Pagi sayang.. emm sepertinya Mantu bunda happy banget pagi ini. jadi tambah ganteng nih. Anak bunda juga nih wajahnya bersinar gimana gitu.."


"Hah.. a-apa sih Bunda"


"Ehem..sudah-sudah kita sarapan dulu. Kasian mereka pasti lapar setelah perang semalaman, hahhaa...." ucap Rico


"Pah.. watch your words" bisik Kenan sambil melirik Thalita memberikan kode agar Rico tak mengejeknya.


"Wahhh.... anak Ayah udah ada pemiliknya yaa..sampe ditandain gitu" ejek Bayu


"ckk.. Ayah apaan si?" Thalita berdecak kesal karna malu


"ishh..tuh gara-gara kamu. Malu tau" ketus Thalita kepada Kenan


"Aku lagi aja yang kena. Memangnya kamu bagaimana? Lihat kan aku juga punya. siapa lagi coba yang buat kalau bukan kamu" jawab Kenan


Perdebatanpun berlanjut kembali dimeja makan. Para orang tua pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah pengantin baru ini.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2