
Hari ini Thalita sudah kembali pulang kerumah. 2 minggu sudah dia dirawat di Rumah sakit tanpa Kenan yang menemani. Hanya Tante Vina lah yang menjaganya selama ia dirumah sakit. Namun tetap saja ia merasa kesepian karna tak ada Kenan disampingnya. Bukan kesepian lebih tepatnya Rindu. Rindu akan sosok Lelaki tampannya yang selalu ada untuknya.
Untung saja setiap hari Revan bersama Safira dan Winda yang selalu datang menjenguknya ke Rumah sakit sehingga Thalita merasa terhibur dan melupakan kerinduannya sejenak.
Disebuah ruangan bernuansa abu, ia merebahkan dirinya diatas kasurnya dikamar yang slama ini dia rindukan. Dia berguling kekanan dan kekiri, kasur yang sangat nyaman itupun tidak bisa memberikannya kenyamanan.
Diapun membangunkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju tempat tercozy baginya, apalagi kalau bukan balkon dikamarnya. Dia merebahkan dirinya dikursi rotan panjang yang diberi bantalan sofa sehingga siapapun yang duduk atau tidur dikursi itu pasti betah dan bikin mager kalau kata Thalita mah.
Thalita termenung pikirannya kosong. Sepi... itulah yang dirasakannya. Thalita menatap langit yang cerah namun terasa redup, angin bertiup dan membelai rambut panjangnya hingga membuat ia terlelap dalam tidurnya.
Dia berjalan menelusuri kastil mewah nan megah. Disana ia bertemu dengan Pangeran tampan. Pangeran itu menghampirinya dan mengulurkan tangannya mengajaknya berdansa. Mereka berdansa dikastil yang sangat megah itu. Lalu berjalan bergandengan tangan menikmati pemandangan yang indah dengan banyaknya kupu-kupu. Pangeran itu tersenyum lalu mencium bibirnya dengan sangat lembut. Ciuman itu terasa begitu hangat. Rasanya ia tidak ingin berpisah dengan Pangeran itu.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuatnya terbangun dari tidurnya.
"Non..Non Lita.. bangun Non.. sebentar lagi waktunya makan malam"
Thalita membuka matanya, dia tersadar dari mimpinya.
"Iya bi.." teriak Thalita
"Ahh... ternyata cuma mimpi. Tapi ko ciumannya bener-bener kaya nyata ya.. anehh.." gumam Thalita sambil memegang bibirnya.
"Tau ahh... mikirin amat, mending gw mandi biar seger" diapun bergegas mandi lalu bersiap untuk makan malam.
Thalita sudah selesai dari ritual mandinya. Aroma tubuhnya kini sangat menyegarkan membuat tubuhnya menjadi lebih segar.
Thalita menuruni anak tangga secara perlahan, masih dengan tongkat sebagai penopang tubuhnya karna kakinya belum kuat untuk menapak. Dimeja makan sudah ada Bayu yang menunggunya, dan juga Bi Een yang sedang menyiapkan lauk pauk dimeja makan.
"Hemm... wangi banget anak Ayah" sapa Bayu
"Hehe.. biasa deh. Tadi Lita abis ritual biar lebih fresh" jawab Thalita sambil nyengir kuda
"Ooh.. bukan karna abis dapet ciuman?" ledek Bayu
__ADS_1
"Hahh?? Kok Ayah tahu?" sontak Thalita. Dia terkejut, bagaimana Ayahnya bisa tahu kalau dia mimpi ciuman tadi.
"Jadi beneran, kamu abis dapet ciuman?" tanya bayu yang sama kagetnya dengan Thalita
"I-iya bener... tapi.. itu didalem mimpi Yah..bukan beneran" jawab Thalita gugup
"Ahh masa??" tanya Bayu dengan tatapan mata membidik
"Seriuss... orang Lita tadi tidur trus Lita mimpi ketemu pangeran guaaanteng banget, abis itu Lita ciuman sama Pangeran itu.....ehh lagi enak-enak bibi malah bangunin gagal deh ciuman lagi" jelas Thalita
"Hahhaaa....." Bayu tertawa mendengar penjelasan Thalita.
"Hehhee... maaf Non, bibi ngga tau" ucap Bi Een
"Tapi.. mimpinya tuh kaya nyata deh bibirnya berasa banget dibibir Lita...kaya bukan mimpi" sambung Thalita
"Hemm... mungkin itu beneran tapi karna kamu lagi tidur makanya dikira mimpi" jelas Bayu
"Beneran gimana,, Ayah ngaco aja deh, orang dikamar ngga ada siapa-siapa. Masa iya Lita ciuman sama hantu" ucap Thalita tak percaya
"Hah.. ke-kenan" Thalita terkejut, karna tak menyangka hari ini dia bertemu dengan Kenan.
"Nahh...tuh hantu nya" ledek Bayu.
"Hahh..." Mata Thalita langsung membulat dan mengatup bibirnya.
"Ada apa?" tanya Kenan yang heran melihat tingkah Thalita yang gugup.
"Ah..emm...anu.. tadi kamu kekamar aku ngga?" Thalita memberanikan diri untuk bertanya
"Iya. Tapi kamunya tidur, kaya kebo. Dibanguninnya susah" jawab Kenan datar.
"Gimana mau bangun Ken, dia lagi mimpi ciuman sama pangeran katanya" sambung Bayu
"Ayah!!!"
__ADS_1
"Ups.." Bayu langsung menutup mulutnya yang keceplosan.
"Oh..begitu" ucap Kenan seraya tak perduli
"Datar banget nih orang.. apa iya dia nyium gw tadi?" ucap Thalita dalam hati.
"Ehemm.. oiya. Kok Ayah ngga marah Kenan ada disini?" tanya Thalita
"Yahh... Ayah terpaksa. Ayah ngga tega liat kamu kaya orang ngga punya semangat hidup" Penjelasan Bayu membuat Thalita malu. Namun Kenan merasa senang karna Thalita juga merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan.
"ishh.. Ayah. Apaan si?" Thalita menutupi wajah malunya.
Sesungguhnya memang benar, apa yang dilakukan Bayu terhadapnya dan juga Kenan membuatnya frustasi. Itu karna dia sudah mulai benar-benar mencintai Kenan.
**flashback
Setelah kejadian Bayu menmpar Kenan itu, Kenan tak henti-hentinya menemui Bayu untuk meminta maaf dan memohon agar Dia tak dipisahkan dengan Thalita.
Bahkan Kenan rela kehilangan segalanya asal tidak kehilangan Thalita. Dia pun menyerahkan dirinya kepada Bayu agar Bayu bisa melampiaskan kemarahannya kepada dirinya. Meski ia harus babak belur ia rela asalkan tidak dijauhkan dengan Thalita.
Sebenarnya setelah mendengar penjelasan Thalita Bayu juga merasa bersalah karna telah menampar Kenan dan memarahinya. Namun seorang Bayu tidak akan mudah mengakui kesalahan yang ia buat. Bayupun tetap pada pendiriannya untuk tetap tidak mempertemukan Thalita dengan Kenan.
Dia ingin melihat seberapa besar Kenan mencintai Putri semata wayangnya itu. Dan seberapa besar usahanya untuk memperjuangkan Putrinya. Dan Bayu tak menduga, ternyata Kenan benar-benar memperjuangkan Thalita dengan segala cara.
Cukup lama Bayu bersikeras menolak Kenan, semakin Bayu menolak, usaha Kenan semakin keras dan semakin menjadi-jadi. Bayu seperti sedang diteror oleh Kenan yang selalu memohon agar bisa bertemu dengan Thalita.
Karna usaha Kenan yang gigih dan pantang menyerah tanpa rasa takut itulah Bayu menjadi luluh. Kenan adalah orang yang memiliki kuasa, dia bisa saja mengancam Bayu atau langsung menghancurkan Bayu namun rasa Cinta yang besar terhadap Thalita membuatnya tulus untuk mendapatkan Restu dari calon mertuanya selayaknya Laki-laki sejati.
Itulah yang Bayu salutkan kepadanya. Dia tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan Putri tercintanya.
.
.
...----------------...
__ADS_1