
Malam telah berlalu pagi pun datang. Entah sejak kapan Thalita mulai terlelap semalam. Ia memaksakan diri untuk membuka matanya, kepalanya terasa berat mungkin akibat menangis semalaman.
Saat membuka matanya ia melihat wajah tampan suaminya yang sedang tertidur pulas. Ia pun menitikkan air mata. Seingatnya semalam ia tertidur dipelukan Ayahnya, sehingga ia berfikir itu adalah halusinasinya karna terlalu merindukan Kenan.
"Begini yaa rasanya kangen, bangun tidur aja yang gw liat muka dia.. hahhh..Ken aku kangen banget sama kamu"
"emm..aku juga kangen sama kamu" ucap Kenan dengan mata yang masih terpejam
Betapa terkejutnya Thalita mendengar suara Kenan
"Ehh...kok halusinasi bisa ngomong.." gumam Thalita
Thalita ingin memastikan apakah Kenan didepannya ini nyata atau hanya halusinasi, ia memencet hidung Kenan hingga Kenan terperanjat dan membuka matanya karna tak bisa bernafas.
"Kau mau membunuhku yaa.."
"Kenan..." lirih Thalita dengan mata berkaca-kaca
"Apaa.. ganggu orang tidur aja, belum ada satu jam aku tidur tapi kau..." Kenan tak dapat melanjutkan ucapannya karna Thalita langsung menyambar kepelukannya.
Ia memeluk tubuh Kenan dengan erat, Orang yang ia rindukan ada didepan matanya. Sungguh tak percaya kini ia dapat memeluknya dan merasakan hangat tubuhnya.
Kenan membalas pelukan Thalita, ia mendengar tangisan istrinya itu.
"Hey..kenapa menangis? Hahh...aku fikir kau akan senang melihatku, kalau aku tahu kau akan menangis lebih aku aku tidak datang"
Thalita menggelengkan kepalanya, dan semakin erat memeluk Kenan.
"Aku bahagia Ken, aku pikir kita ngga akan bisa ketemu lagi..hikss..jangan tinggalin aku ken, aku ngga bisa pisah dari kamu"
"Bukannya kamu yang mau ninggalin aku?" ucap Kenan dengan nada manjanya. Lalu melepaskan pelukan Thalita
__ADS_1
"Maaf.. aku emosi. Awalnya aku pikir mungkin benar kata Ayah, aku harus jauhin kamu..tapi..."
"Tapi apa..?" tanya Kenan
"Tapi ternyata aku ngga bisa jauh dari kamu" jawab Thalita dengan suara terbata-bata karna malu
"Kenapa?"
"Karna aku..."
"Aku apa?"
"Akuu...."
"Apaaa....??" kali ini suara Kenan agak meninggi karna Thalita yang tak juga bicara
"Hhhh...sudahlah. Aku pergi saja" ucapnya lagi dan berdiri hendak pergi.
"Aku cinta sama kamu, aku ngga bisa jauh dari kamu" ucap Thalita dengan nada yang cepat
"Apa?? coba ulangi"
"Aku mencintaimu Suamiku..."
Kenan langsung membuka bajunya dan memeluk Thalita. Kenan menghujaninya dengan ciuman. Ia bagai singa yang kelaparan.
"Eeehhh...kamu mau ngapain? kenapa buka baju?" Thalita mendorong tubuh Kenan yang sudah sangat nafsu mencumbunya.
"Ayolahh...dari semalam aku menahannya. Apa kau tidak ingat semalam saat aku mengajakmu kembali kekamar" ucap Kenan lalu menciumi tengkuk Thalita.
"Jangan Ken, ada Ayah. Malu"
__ADS_1
"Ayah ngga ada, dia sudah kembali ke jakarta"
"Apa?? kok bisa? Kenapa Ayah ngga bilang sama aku sih?"
"Ayah ngga tega bangunin kamu, karna kamu nangis semalaman"
"Ooh..Terus, kok kamu bisa ada disini?
"Hemm... nanti aku jelaskan yaa.. sekarang biarkan aku menikmati ini"
"Tapi Ken... emmm..." Kenan mencium rakus bibir Thalita hingga ia berhenti berbicara.
Suara desahan keluar dari bibir Thalita, saat Tangan Kenan mulai meraba area sensitive Thalita.
"Jadi..bisa kita mulai?" bisik Kenan sambil menempelkan bibirnya ditelinga Thalita membuat Thalita merasa geli namun semakin membangkitkan gairahnya
Thalita menggelengkan kepalanya dan memberikan tatapan nakalnya, seolah menggoda Suaminya yang sudah tak tahan untuk menerkamnya.
Melihat tatapan nakal istrinya gairah Kenan semakin meronta. Thalita membiarkan tangan suaminya menjelajahi setiap inci tubuhnya dan merepon setiap sentuhan yang Kenan berikan.
Kain yang menutupi tubuh mereka kini terlepas satu persatu hingga tak ada satu helai benang pun menutupi tubuh mereka. Dibawah bad cover yang tebal mereka melepaskan rindu. Erangan dan desahan kenikmatan mewakili kata rindu. Hingga mereka terhempas dalam puas kenikmatan.
Keduanya saling tatap penuh cinta, Kenan mencium kening Thalita yang dipenuhi keringat.
"Terima kasih sayang.. Aku mencintaimu" ucap Kenan dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
"Aku juga cinta sama kamu Ken..Cinta banget malah" Thalita menjawab diiringi dengan senyuman dan dibalas kecupan dibibirnya oleh Kenan.
Mereka pun saling berpelukan dan memilih untuk tidur kembali. Rasanya belum puas mereka melepas rindu.
.
__ADS_1
.
...----------------...