Trail LOVE

Trail LOVE
25. Masih kebayang


__ADS_3

Pagi ini masih dikamar Hotel yang Megah.


Tingnong..tingnong..


Suara pintu bel membangunkan Thalita dari tidurnya setelah semalaman tidak bisa tidur karna bayangan wajah Kenan dan sentuhan bibirnya yang masih terasa.


Dengan lunglai Thalita membuka pintu.


"Yaa ampuun thal, lo baru bangun" ucap Winda


Safira dan Winda pun masuk kedalam kamar.


"Gw ngga bisa tidur semaleman"


"Kenapa lagi lo.. ni kamar keren banget, nyaman lagi. Lebih keren dari kamar yang gw sama fira tempatin. Gw aja betah banget. Apalagi si Fira tuh pules banget tidurnya ampe mangap mangap. Hahhahaa" ucap winda


Yaa Safira dan Winda tidak tidur dikamar lantai 20, Dia menempati kamar Suite Room. Namun mereka mendapat izin untuk naik ke lantai 20.


Meskipun begitu mereka sangat beruntung karna tidak semua orang mampu menginap dikamar Suite Room itu karna harganya yang fantastis.


"Yahh gimana gw bisa tidur.. bibir Kenan masih berasa banget dibib...." teng Thalita keceplosan, dia langsung menutup mulutnya.


"Hahh" safira dan winda yang mendengar itu pun terkejut.


"Lo ciuman Thal..? jangan-jangan lo mulai suka ma dia" Ceplos Safira


"Ehh eng...anu..itu..emm enggalah masa iya secepat itu gw suka sama dia. "


"eh...lo nya aja ngga nyadar" ucap winda


"Thal trus trus gimana? Ceritain dooong.." pinta safira


Thalita membayangkan ciuman itu. Diapun jadi salah tingkah.


"Udah ahh... gw mo mandi" Thalita loncat dari tempat tidurnya dan berlari kelamar mandi sambil tersenyum


Safira dan Winda yang melihat Thalita salah tingkah pun saling pandang dan tertawa.


"Hufhht.... bego banget gw. Nih mulut ngga bisa dijaga banget sih, pake keceplosan lagi..uhh" thalita kesal sendiri dan memukul mulutnya

__ADS_1


..........


Thalita, Safira dan Winda pergi ke Resto untuk sarapan pagi. Dandannya hari ini seperti biasa tidak ada makeup dan hanya memakai celana jeans pendek dan kaos oblongnya. Namun tetap terlihat cantik.


Mereka clingak clinguk mencari tempat duduk. Namun Thalita menangkap sosok Kenan dimeja nya sambil melambaikan tangannya.


Thalita malah membalikkan tubuhnya mencoba menghindari Kenan. Jantungnya berdetak tak karuan. Setelah kejadian itu rasanya dia tidak ingin bertemu dengan Kenan.


"Ehh lo mo kemana..tuh Kenan disana, kita duduk disana aja yu" ajak Safira


"Ngga ah gw mo kekamar aja" tolak Thalita


"Thal lo jangan bikin malu diri lo sendiri. kalau lo kaya gini, bisa-bisa lo diketawain ma dia. Udah biasa aja, anggep aja ngga pernah terjadi" ucap Winda


"Iya Thal.. lo liat tuh dia gimana, biasa aja kan" sambung Safira


Hufhht.... Thalita membuang nafasnya secara kasar. Mencoba menenangkan dirinya yang salah tingkah. Mungkin ada benarnya yang dibilang Safira dan Winda.


"Okee...tenang Thal.. anggep aja ngga terjadi apa-apa. Jangan sampe dia nganggep gw suka sama dia" ucap Thalita dalam hati.


Mereka bertiga pun berjalan menghampiri Kenan dan duduk untuk makan bersama.


"Fir, win.. udah yu. Gw mau siap-siap kita pulang nanti siang" ajak Thalita


"Yahh...makanan gw belum abis thal" ucap winda


"Kenapa buru-buru. Kalian masih bisa tinggal beberapa hari lagi" Kenan mencoba mencegah Thalita secara tidak langsung.


"Wahhh...serius ken" ucap winda dan safira bersamaan


Kenan menganggukkan kepalanya. Safira dan Winda pun jejingkrakan kegirangan.


"Kalian aja gw ngga bisa.. Bokap gw udah pulang duluan. Jadi gw juga harus pulang" ucap Thalita


"Thal.. tungguin sebentar lagi yaaa. Gw belum kenyang. Pliiiisssss....." ucap Safira


"Hahh...perut lo mana ada kenyangnya si.." Thalita duduk kembali dikursinya karna tak tega melihat sahabatnya itu seperti orang kelaparan.


"Besok Papa pulang ke Paris. Tadi Ayahmu pamit dia ada meeting pagi. Ayahmu juga bilang hari ini masih bermalam disini karna dia mau ikut antar Papa ke Bandara.." ucap Kenan

__ADS_1


"Oh.." jawab Thalita singkat dan acuh karna menutupi rasa malu nya.


Thalita hanya bergumam dalam hatinya.


"ishhh....Ayah. Ama anak sendiri ngga pamit malah pamit sama anak orang huhh..."


Kenan yang menyadari kekesalan Thalita pun tersenyum melihatnya. Senyum kenan makin lebar seketika teringat kejadian ciuman itu.


"Apa tidurmu nyenyak semalam" tanya Kenan kepada Thalita


degg...


mendengar itu Thalita jadi salah tingkah. Jantungnya tiba-tiba berdebar.


"emm...nyenyak. nyenyak banget malah" Thalita menjawab dengan mata yang tak berani menatap Kenan.


Safira dan Winda pun tertawa kecil melihat tingkah Thalita. Baru ini Thalita bertingkah seperti ini.


"emm...baguslah. Aku tidak bisa tidur semalaman, karna......" kenan menggantungkan ucapannya saat Thalita berdiri hendak pergi.


Thalita takut Kenan membahas ciuman itu.


Thalita sangat benci situasi seperti ini. Situasi yang tidak dapat dia kendalikan. Jantungnya berdebar, gugup dan salah tingkah. Ingin sekali rasanya dia kabur dari hadapan Kenan saat ini.


"Gw ketoilet dulu yaa.."


Thalita pun pergi meninggalkan mereka bertiga namun bukan ke Toilet melainkan kekamarnya.


"ahhh...sialan. ada apa si sama gw.."


...----------------...


[ duhh.... Thalita, jago berantem, ngga pernah takut sama siapapun..tapi kalo soal beginian nyalinya ciut hahhaa.... yah maklum lah namanya juga baru pertama kali jatuh cinta.upsss...🤭😂]


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2