
Sudah 2 hari sejak kesepakatan itu dibuat sudah 2 hari juga Thalita memenuhi kewajiban antar jemput kenan kekantornya untuk menemani makan siang sesuai dengan kesepakatan yang dibuat Kenan.
Hari ini adalah hari Sabtu, Seperti biasa Thalita belum bangun dari tidurnya karna tidak ada aktivitas ke kampus.
Thalita terbangun seketika saat mendengar suara Ponselnya berdering. 1 kali berdering Thalita tidak menghiraukannya karna matanya yang enggan terbuka, 2 kali masih belum diangkat, 3 kali, 4 kali dan 5 kali ponsel itu masih berdering. Entah siapa yang menelfonnya di pagi itu. Namun kali ini Thalita merasa terganggu dengan suara ponselnya.
"Aduuuuuuhhhhh.... siapa si yang nelfon" ucap Thalita kesal sambil mengambil ponselnya
"haloo" Thalita menjawab telfonnya dengan lemas dan masih terbaring dikasurnya dengan mata yang masih terpejam.
Degg.. tiba-tiba saja jantung kenan terkejut.
"Ko aku jadi deg-degan gini ya denger suaranya yang serak-serak, sexy.."
Itulah yang ada dipikiran kenan saat mendengar suara Thalita, bibirnya tersenyum lebar.
"Halooo... lo niat telfon ngga? Kalo ngga ngomong gw matiin nih, gw masih ngantuk tau ngga?"
Suara Thalita menyadarkan Kenan yang sedang bercengkrama dengan fikirannya.
"Ahh ya Tuhan.. heyy ini sudah siang.. cepat bangun dan bersiaplah aku tunggu di Cafe jam 1" ucap Kenan
"Hahh mau ngapain.. ini kan hari sabtu emang lo ngantor?" Tanya Thalita heran
"Justru itu ini hari Sabtu, apa kamu lupa nanti malam adalah acara perjodohanmu" Jawab Kenan
"Ahh iya.. hampir lupa. Yaudah itu kan acaranya nanti malem, trus lo ngapain ngajak keluar jam 1"
"Kita ke Mall, aku mau cari baju untuk nanti malam.. tidak ada penolakan karna ini ada disurat perjanjian kita"
"Iya..iya.. bawel..!! Udah ya gw mau tidur lagi masih jam 8 masih lama waktunya. Bye!"
Thalita langsung mengakhiri percakapannya di telfon sebelum Kenan menjawab, setelah itu ia mematikan ponselnya karna dia ingin tidur dengan tenang.
Sedangkan disebrang sana, laki-laki tampan menghela nafasnya kasar, dia terlihat kecewa karna belum puas mendengar suara Thalita.
Waktu menunjukkan pukul 11.00. Kenan tengah bersiap untuk menuju ke Cafe. Hari ini Kenan berpenampilan Casual dengan celana jeans panjang ada robekan dilutut sebelah kanan dan kaos berwarna putih sangat cocok dikulitnya yg putih bersih dan ditambah topi hitam dikepalanya dengan model terbalik menambah ketampanan Kenan.
Pukul 12.50 kenan sudah sampai di Cafe menunggu Thalita. 15 menit sudah Kenan menunggu namun Thalita tak juga datang. Kenan pun mengambil ponselnya dan menelfon Thalita.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif"
Kenan kecewa karna bukan Thalita yang menjawab namun Operator.
"Hahh...kenapa ngga aktif ya. Jangan-jangan dia masih tidur" ucap Kenan sambil menghela nafasnya.
30 menit sudah Kenan menunggu. Thalita masih belum datang dan telfonnya masih belum aktif.
Dikamar Thalita masih tertidur lelap. Seperti inilah kebiasaan Thalita saat weekend.
Dimeja makan sudah ada Bayu yang sedang makan siang.
"Bi.." panggil Bayu kepada Bi Een
"Iya Tuan"
"Lita kemana?
"Non Lita masih dikamarnya Tuan, sepertinya masih tidur"
"Astaga itu anak, kapan dia bisa berubah. Setiap weekend selalu begini. Bi tolong bangunin ya, sudah waktunya makan siang"
"Baik Tuan, permisi"
Tok..tok..tok..
"Noon.. non Lita" panggil Bi Een
Karna tidak ada jawaban dari dalam Bi Een pun masuk kekamar dan menggoyang-goyangkan tubuh Thalita
"Non..bangun Non, udah waktunya makan siang"
"Emmm....jam berapa bi sekarang" Thalita menggeliat namun masih belum membukanya
__ADS_1
"Jam 1 non" ucap Bi Een
"Hahhh.. astaga, gw telat. Hp mana Hp"
Thalita mengaktifkan Ponselnya dan masuklah notifikasi 5 panggilan tak terjawab dari Kenan. Thalita panik dan hendak menelfon balik Kenan, namun ternyata Kenan lebih dulu menelfonnya.
"Bibi permisi dulu ya non.."
Pamit Bi Een namun tidak didengar oleh Thalita yang sedang panik. Thalita pun lekas mengangkat telfon dari Kenan
"Halo ken.."
"Akhirnya kamu angkat juga telfonku.. kamu kemana aja hahh !!! Liat sekarang jam berapa??" Ucap kenan kesal. Kali ini dia benar-benar marah.
"Sorry ken, gw baru bangun. Nih gw mau siap-siap"
"APA!!!! yang benar saja. Aku nunggu kamu sudah 2 jam dan kamu malah enak-enakan tidur.. hahh"
"Hemm... baru juga 2jam. Lagian tadi kan gw udah minta maaf ken. Nihh juga gw mau siap-siap ngga usah marah-marah gitu kali"
"Okee aku tunggu 15menit lagi kalau belum juga datang perjanjian kita batal!!" Kenan langsung mengakhiri telfonnya.
Thalita yang hendak menjawab pun hanya menarik nafas dengan kasar.
"Gila..15 menit sampe sana dikira gw punya sayap kali" ucap Thalita sambil menghela nafas kasar dan mengacak-ngacak rambutnya.
Thalita langsung loncat dari tempat tidur dan berlari kekamar mandi, namun bukan untuk mandi, dia hanya buang air kecil, mencuci muka dan gosok gigi. Setelah itu ia memakai baju yang diambilnya secara asal. Thalita memakai kaos dan celana Jeans andalannya yang robek robek dan sepatu kets.
Thalita langsung berlari dan turun kebawah.
dia keluar dengan terburu-buru.
"Mang Asep.. mang" teriak Thalita
"Iya non.."
"Mang anter lita yu pake motor aja, lita buru-buru nih.."
"Antar kemana non"
Mang Asep pun mengeluarkan motor dan helmnya. Setelah motor sudah menyala Thalita langsung mengambil alih motor mang Asep.
"Sini mang Lita aja yang bawa motornya"
"Jangan Non, biar mang Asep aja"
"Udah mang jangan protes, cepet naik lita lagi buru-buru nih"
Mang Asep pun naik duduk dibelakang Thalita. Thalita melaju motornya sangat kencang. Kalau soal urusan bawa motor jangan ditanya Thalita Jawara nya jalanan, pembalap liar cewe paling berani dan belum pernah ada yang bisa ngalahin dia.
Jalanan hari ini sepertinya sedang bersahabat, sama sekali tidak ada kemacetan. Hanya kemacetan lampu merah itupun tidak lama. Mang Asep yang dibonceng pun ketakutan tangannya pegangan behel belakang tapi tidak berasa pegangan. Mang Asep berasa melayang badannya gemetar.
"Noon...pelan-pelan non" ucap Mang Asep dengan ketakutannya.
"Lita lagi ngejar waktu mang, kalo mang asep takut pegangan Lita aja mang.. mang pegangan mang.."
Thalita pun menancap gas menambah kecepatan, mang Asep spontan memeluk Thalita.
Akhirnya mereka sampai di halaman parkiran Cafe. Baru saja sampai Thalita berpapasan dengan Kenan yang baru saja keluar dari Cafe dan hendak menghampiri mobilnya.
Ciiiittt....
Thalita ngerem mendadak tepat didepan Kenan. Kenan pun terkejut karna serasa mau ditabrak. Dia berteriak lalu mengelus dadanya karna jantungnya seperti hampir copot.
"Aaahh... heyy!!! Bisa naik motor tidak" ucap Kenan dengan nada tinggi
Thalita langsung membuka helmnya. Kenan pun terkejut melihatnya, dia pikir itu adalah preman yang mau menodongnya.
Namun disisi lain Kenan benar-benar terpana melihat Thalita. Kenan menatap Thalita dengan mulut menganga. "thalita..."
"wahhh...cantik banget" ucap kenan dalam hati
Begitu juga Thalita yang melihat Kenan dari atas sampai bawah sambil bergumam dalam hati "wahh keren juga nih cowo"
__ADS_1
"Emm.. Ken..lo mau kemana?"
Suara Thalita menyadarkan Kenan
"Oh emm...itu..emm mau pulang lah"
Ucap kenan sambil membuka pintu mobilnya mencoba menghilangakan rasa gugupnya.
Thalita pun menarik lengan Kenan
"Ehh ko lo pulang si, gw baru juga sampe" ujar Thalita
"Kelamaan.. aku udah ngga mood. Mau pulang aja, mau tidur" ucap Kenan kesal
"Yaelaah ngambek nihh.. ishh.. cowo si ambekan" ledek Thalita
"Apa kamu bilang?? Apa kamu lupa aku bilang apa tadi, 15 menit kamu belum sampe perjanjian kita batal. Aku kasih tau kamu ya.. kamu udah telat 20 menit dan itu artinya perjanjian kita BA-TAL..." tegas Kenan
"Ken jangan gitu doong.. gw udah ngebut banget tadi, tuhh tanya aja Mang Asep.. sampe-sampe gw ngga sempet mandi tau ngga. Ups...keceplosan" thalita menutup mulutnya
Kenan yang mendengar itu menahan tawa nya. Namun tidak mengurangi kagumnya terhadap Thalita. Meskipun belum mandi Thalita tetap terlihat cantik natural.
Mang asep yang masih duduk dimotornya belum bergerak karna badannya masih gemetar, tubuhnya seperti melayang.
"Iya Tuan, Non Lita tadi naik motornya tidak pakai rem, Saya sampe gemetaran dibawa terbang...kapok saya dibonceng sama Non" ujar Mang Asep dengan suara gemetar
"Kamu ini mau menantang maut, lihat dia sudah tua kamu ajak kebut-kebutan apa kamu tidak kasihan. Kalau dia jantungan bagaimana?? ujar Kenan
"Ini semua gara-gara lo yang minta 15menit sampe. Sekarang giliran udah sampe lo malah mau pergi. Lo yang ngga punya rasa kasihan, perjuangan mang asep jadi sia-sia kan gara-gara lo" tegas Thalita
Saat kenan hendak menjawab Thalita langsung mengambil alih..
"Udahlah gw lagi ngga mau debat, mending masuk aja deh yu gw laper. Mang kita masuk yu.. kita minum dulu biar mang Asep tenang" ajak Thalita
"Tapi non.."
"Udah ngga usah protes, ayo turun" thalita menarik Mang Asep
Begitu Mang Asep turun, kakinya tidak kuat untuk menapak badannya masih lemas dan gemetar. Saat mang Asep hampir jatuh Thalita menahannya dengan memegang lengan mang asep.
"Eeh mang Asep kenapa? Ken bantuin dong ko lo diem aja si"
Kenan hanya menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar. Kenan dan Thalita pun memapah Mang asep masuk kedalam Cafe.
"Kamu gila yaa..sekenceng apa si kamu bawa motor sampe Mang Asep kaya gini" ujar Kenan
Thalita tidak menjawab, dia hanya mengangkat kedua bahunya dan melemparkan senyum.
Mereka pun memesan makanan dan minuman. Tak ada obrolan diantara mereka, Kenan terus menerus menatap Thalita yang sedang makan begitu lahap. Bagaimana tidak dia melewatkan makan pagi dan makan siangnya karna baru bangun dari tidurnya.
Setelah dirasa mang Asep sudah cukup tenang dan stamina nya sudah kembali, Mang asep pamit pulang kepada Thalita dan Kenan.
Tak lama setelah mang asep pergi, Thalita dan Kenan pun meninggalkan Cafe dan pergi ke Mall bersama.
.
.
.
...----------------...
Gimana nih ceritanya..
seru ngga ? atau mungkin ngebosenin?
Tulis di kolom.komentar yaa...
^ Happy Reading ^
🤗🤗🤗
Penampilan Kenan saat bertemu Thalita
__ADS_1