Trail LOVE

Trail LOVE
72. Pembuktian Cinta


__ADS_3

Kenan dan Thalita, beserta kedua orang tua mereka sudah sampai di sebuah Resort besar dan mewah milik Bayu. Bayu memberi nama Wilona Resort.


Resort yang ia bangun untuk kado sang istri tercinta sebelum meninggal. Resort ini adalah Resort terbesar di pulau ini memiliki dermaga sendiri dengan hamparan terumbu karang yang indah di sekitarnya dan memiliki keindahan bawah laut yang sangat beragam dan indah.


Suasana di resort ini seperti berada di alam terbuka karena dekat dengan pantai dan banyaknya pohon serta taman di sekitarnya yang membuat sejuk. Design kamar yang mewah dengan interior dari kayu bergaya bungalow dengan fasilitas lengkap sehingga membuat nyaman orang yang menginap di Resort ini.


Semua karyawan Resort telah berkumpul menyambut kedatangan si Pemiliknya. Ditangan mereka terlihat ada kalungan bunga yang indah.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Bayu. Selamat datang Tuan Kenan dan Nona Thalita" ucap Miko sang manager Resort sambil membungkuk dan diikuti karyawan yang lainnya.


"Hi Mik. Lama ngga ketemu ternyata kamu dipulau ini" sapa Thalita


"Begitulah" ucap Miko sambil tersenyum


"Terima kasih Miko, oiya perkenalkan ini teman sekaligus besanku Rico beserta istrinya" ucap Bayu


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Rico"


Miko memberikan kalingan bunga selamat datang kepada mereka. Setelah itu Miko memeeintahkan pelayan untuk membawakan koper mereka kekamarnya masing-masing.


Miko mengajak mereka berkeliling, melihat-lihat seisi Resort itu sedang koper mereka sudah dibawa oleh para pelayan kekamar mereka masing-masing. Setelah hampir 1jam mereka berkeliling akhirnya mereka sampai ditujuan akhir yaitu kamar. Setelah selai melihat-lihat fasilitas Resort ini mereka masuk kekamar masing-masing untuk istirahat sejenak sebelum makan siang tiba.


Didalam kamar Kenan dan Thalita dibuat takjub oleh design interior kamar dari kayu dan dipadu dengan kasur bersprei putih, pastinya membuat siapapun akan merasa nyaman menginap di sini. Dikamar itupun terdapat teras atau patio pribadi. Tersedia juga kursi-kursi untuk bersantai di tepi pantai yang cocok untuk menikmati matahari terbenam.


Thalita membuka jendela kamar, ia bisa melihat pemandangan air laut jernih yang menyejukkan mata.


Thalita merentangkan tangannya, memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam, merasakan sejuknya udara.


"Aaahhhh....sejuk"


Thalita membuka matanya saat merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang. Ia menoleh dan melihat ada wajah tersenyum yang menempel dipipi kirinya. Tak ada penolakan dari Thalita, justru ada rasa tak ingin dilepaskan Thalitapun memegang tangan suaminya dan menyandarkan kepalanya dibahu suaminya.


"I love you, istriku" bisik Kenan ditelinga Thalita


"I love you too, suamiku" sambil tertawa ringan Thalita menjawab


"Kenapa tertawa?" tanya Kenan heran


"Ah..ngga, ngga apa-apa" jawab Thalita masih dengan bibir yang menahan tawa.


"Bohong. Pasti kamu menyembunyikan sesuatu" ucap Kenan.


Namun Thalita masih menahan tawanya. Membuat Kenan semakin bingung. Kini tatapan Kenan berubah, tatapan yang mengintimidasi.


Kenan melepaskan pelukannya dan berdiri disamping Thalita

__ADS_1


"Aahh...pasti ucapanmu itu tidak dari hati kan?" ucap Kenan


"Ucapan apa?"


"Saat kamu bilang I love you suamiku"


"Engga..itu serius Ken"


"Lalu kenapa kamu ketawa? Apa yang lucu?"


"Yaa lucu aja"


"Iya apa yang yang lucu?"


"Yaa ngga tau"


"Hahh...sudahlah. aku tau kamu memang ngga pernah serius mencintaiku"


"Dihh...ngambek. serius Ken..sumpah deh ngga boong"


"Kalau begitu buktikan"


"Hah..bukti?"


"Iya. Aku mau kamu buktikan kalau ucapan kamu itu serius"


"Apalagi Ken..?"


"Saat aku mengatakan aku mencintaimu, aku selalu menciummu. Sedangkan kamu, belum pernah kamu menciumku terlebih dahulu. Selalu aku yang memulainya"


"Ya..ampuun. Childish banget si..." gumam Thalita


"Sudahlah lupakan" ucap Kenan. Ia pun memutar balik tubuhnya hendak melangkah masuk. Saat itu juga Thalita menahannya dengan menarik lengannya.


"Please deh.. kita baru aja sampe, masa udah mau rusak pemandangan indah ini"


"Lakukan saja maumu. Jangan hiraukan aku"


"Ken.." Thalita menarik lengan Kenan dengan kencang.


Kini tubuh Kenan berhadapan dengan tubuh Thalita, tatapan mereka bertemu namun Kenan dengan cepat mengalihkan pandangannya dari mata Thalita.


Thalita melingkarkan kedua tangannya dileher Kenan melangkahkan kakinya maju kedepan menyatukan tubuhnya dan tubuh Kenan. Saat wajahnya sudah berjarak beberapa centi, Kenan menoleh. Menatap mata Thalita dalam-dalam lalu memejamkan matanya. Thalita mulai menyentuh bibir Kenan dengan bibirnya. Satu kecupan, dua kecupan hingga akhirnya mereka berciuman.


Dengan lembut Kenan membalas ciumannya hingga gairahnya memuncak. Keduanya pun terbawa suasana alam yang mendukung gairah sex mereka hingga akhirnya berlanjut menjadi pergulatan intim diranjang.

__ADS_1


**bayangin sendiri aja yaa apa yang terkafi selanjutnya 😁😁


Suara dering ponsel membangunkan Thalita dari tidurnya. Tanpa membuka matanya ia meraba-raba mencari ponselnya.


"Halo...


"Woyyy....bangun kaleee kelonan mulu, ini Raja ampat cuyy...bukan dirumah" ledek safira diseberang sana


"Iyaaa...ampun dah brisik banget lu ahh.."


Thalita langsung memutuskan panggilan obrolan diponselnya dan memutuskan untuk melanjutkan tidurnya. Namun perutnya yang terasa lapar membuat ia tak bisa tidur lagi.


"Ken.."


"Emm.."


"Bangun...aku laper"


"Emm.. pukul berapa sekarang?"


"Jam 5"


"Ahhh...pagi buta begini kamu minta makan, lebih baik kita tidur sebentar lagi yaa... Bi marni pasti masih menyiapkan sarapan untuk kita" ucap Kenan yang masih memejamkan matanya lalu memiringkan tubuhnya dan memeluk Thalita


"Uuuhhh....banguuuuuun...ini udah sore bukan pagi. Ini diraja ampat bukan dirumah mana ada bi marni. Cepet bangun..." ujar Thalita sambil dada bidang Kenan yang tepat berada depan wajahnya


"Apa!! Ahh kita melewatkan makan siang" Kenan membuka matanya


"Yaa makanya bangun aku laper, kamu ngga laper?"


sambung Thalita


"Iya..iya. Ayo mandi setelah itu kita cari makanan" ajak Kenan


"Kamu dulu mandi, abis itu kamu keluar cari makan trus aku mandi" jawab Thalita


"Kita tidur bersama, mandi pun harus bersama, setelah itu kita malan bersama" ujar Kenan dengan tatapan mautnya


"Nihhhh mau?" tegas Thalita sambil menunjukkan tinjunya


"Kamu pikir aku takut hah..."


"Aahhh Ken lepasin aku malu"


"Kamu milikku dan aku milikku, lalu buat apa kamu malu"

__ADS_1


"Ken.. hahha..."


Thalita tak bisa berbuat apa-apa saat Kenan memaksanya dan mengangkat tubuhnya, menggendongnya ala bridal style dan membawanya masuk kekamar mandi. Thalita memejamkan matanya karna malu. Ini adalah pertama kalinya bagi Thalita yang secara sadar membiarkan tubuhnya dilihat oleh Kenan tanpa sehelai benangpun begitu juga dengan Kenan yang tidak ada rasa malunya memperlihatkan tubuhnya tanpa sehelai benangpun.


__ADS_2