Trail LOVE

Trail LOVE
26. Di Bandara


__ADS_3

Pagi ini di Resto


Thalita, Kenan, Bayu, dan Rico sudah duduk di Round Table Resto. Tak ketinggalan Safira dan Winda pun ada disana. Mereka menikmati makan pagi bersama.


Axelle datang disela-sela makan mereka.


"Selamat pagi..maaf saya terlambat" sapa Axelle sambil membungkukan badannya.


Semua menoleh ke arah Axelle. Safira yang sedang makan tiba-tiba tersedak saat melihat axelle. Matanya tak berkedip melihat ketampanan laki-laki itu.


"ya ampuuun....ganteng bangeeeettttt" bisik Safira dan Winda.


"Tidak apa Axe, kami baru saja mulai. Silahkan duduk" ucap Rico


Axelle pun duduk dikursi yang masih kosong, tepatnya disamping Safira.


Tubuh safira tiba-tiba saja bergetar, makan yang tadinya lahap mendadak kenyang. Sepertinya dia jatuh cinta dipandangan pertama.


Thalita dan Winda yang melihat perubahan Safira pun berbisik.


"Liat tuh si fira, badannya kaku kaya kanebo kering..hahhaa" bisik Thalita kepada winda


Thalita mempunyai ide untuk memperkenalkan Axelle dengan Safira.


"Oiya kita belum kenalan kan.. gw thalita" Thalita mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Axelle.


Axelle melirik ke arah Kenan yang sedang memberikan tatapan tajam. Axelle pun tidak menerima jabatan tangan Thalita dia takut Bos nya akan membunuhnya.


Kemudian Axelle berdiri untuk memperkenalkan diri tanpa menghiraukan uluran tangan Thalita.


"Izinkan Saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu" Axelle sedikit menundukkan kepalanya dan mengangakatnya kembali.


"Perkenalkan Saya Axelle Asisten Tuan Kenan, panggil saja saya Axe" ucap Axelle lalu membungkukan badannya kembali.


"Ya ampuun... sombong banget, ngga mau nerima jabatan tangan gw" ucap Thalita sambil menarik tangannya dengan nada kesal


"Maaf Nona. Nyawa saya akan terancam jika menggenggam tangan Anda" ucap Axe sambil melirik kearah Kenan.


Kenan yang mendengar itu pun mengalihkan pandangannya, pura-pura tidak dengar. Sedangkan Rico dan Bayu tersenyum melihatnya begitupun Safira dan Winda.


"Ooh gitu... jahat banget ya Bos lu" ucap Thalita sambil melirik tajam kearah Kenan.


"Oiya.. kenalin Axe. Ini Safira dan ini Winda"


Thalita memperkenalkan Thalita dan Winda kepada Axelle.


"Salam kenal Nona Nona.."


................


Perjalanan menuju bandara.


Rico dan Bayu tengah asik berbincang didalam mobil, mereka membicarakan tentang Thalita dan Kenan. Dalam mobil itu hanya ada Rico, Bayu dan supir Bayu Mang Asep.


Sedangkan Thalita berada didalam mobil Kenan. Yaa hanya ada mereka berdua. tidak ada obrolan yang ada hanya rasa canggung.


Semakin jauh mobil melaju, semakin canggung yang dirasa. Akhirnya Kenanpun membuka suaranya.


"Emm...soal ciuman itu...." belum sempat kenan melanjutkan Thalita langsung menyela


"Ngga usah dibahas!!" tegas Thalita


"Jujur aku masih..." dan lagi-lagi Kenan tidak dapat melanjutkan ucapannya


"Dibilang ngga usah dibahas, ngerti ngga si lo???" Thalita sedikit menaikan nada suaranya.


"kenapa? Aku tau kau menikmatinya" ucap kenan dengan senyuman meledeknya.


"Sekali lagi lo bahas ini, gw pastiin muka lo babak belur. Jadi lebih baik lo diem. Ngerti !!!" ucap Thalita dengan nada yang meninggi

__ADS_1


"Oke..." Kenan mendadak diam.


"Dan asal lo tau yaa.. gw sama sekali ngga nikmatin itu. Ciuman lo itu ngga ada apa-apanya dibanding...." kali ini Kenan menghentikan ucapan Thalita seperti balas dendam.


"Sudah tidak usah dibahas" balas Kenan


"Ehh gw belom selesai ngomong" ucap Thalita kesal


"Tadi kamu bilang ngga usah dibahas, kenapa sekarang jadi kamu yang bahas" sambung Kenan


Thalita pun diam..suasana didalam mobilpun hening kembali. Sampai akhirnya mereka tiba sampai tujuan.


Sebelum turun dari mobil Kenan menelfon Rico untuk menanyakan keberadaannya.


Karna Rico dan Bayu belum sampai di Bandara, Kenan memilih untuk menunggu didalam mobil.


"Mereka masih dijalan. Kita tunggu dimobil aja" ucap Kenan.


................


Ponsel Kenan berbunyi. Ada notif pesan di layar dari "Safira". Safira tahu nomor ponsel Kenan karna Kenan memberikan nomor ponselnya.


"Maaf Tuan Ken, bisa tolong sampein ke Thalita untuk aktifin Hp nya, thanks"


"Hp kamu dimana?" tanya Kenan


"Ada. Kenapa?"


"Aktif??"


Thalita mengecek ponselnya dan dilihat layarnya mati. Ternyata dia lupa kalau dari malam tunangan itu dia menonaktifkan ponselnya.


"Ehh.. ko mati. Pantesan sepi" ucap Thalita sambil mengaktifkan ponselnya.


Hp thalita mendadak jadi berisik karna 3hari dia menonaktifkan ponselnya. Banyak sekali pesan yang masuk.


Dibuka nya pesan itu dan Thalita nampak terkejut saat membuka Group chat kampusnya. Mereka ramai membahas Pertunangan Kenan.


"Heyy...kamu kenapa?" tanya Kenan penasaran


"Ini baca, banyak yang patah hati. Hahhahaa" ucap Thalita sambil menunjuk ke layar ponselnya hingga membuat kenan mendekat.


"Ya ampun babang ganteng gw udah tunangan hiks...


"Aduhh kenapa ngga smaa gw aja sih..cantikan juga gw ama tuh cewe"


"Ommoooo... Oppa gue guanteng banget guyss..."


Dan bla..bla..bla.. masih banyak lagi chatnya.


Thalita masih tertawa geli membacanya. Tapi tidak dengan Kenan, tak ada respon dari Kenan buatnya itu adalah hal yang sudah biasa dan justru membosankan.


Kenan menoleh, ditatapnya wajah Thalita yang begitu dekat. Buatnya lebih mearik melihat wajah Thalita saat ini ketimbang membaca Chat digroup itu. Tanpa sengaja Thalita pun menoleh dan hidung mereka bersatu.


Debaran jantung mulai tak karuan. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, yang ada hanya suara debaran jantung mereka. Kesadaran pun mulai berkurang. Hasrat hati kenan tak tahan ingin mencium bibir indah itu.


Hampir saja bibir itu menyatu, tiba-tiba...bughh.... thalita meninju perut kenan


"Awww..." kenan merintih kesakitan.


Dan bughhh.... satu tinju lagi mendarat ke pipi Kenan..thalita masih tak puas dia menarik baju kenan dan mengepalkan tangannya ingin memberikan pukulan yang ke 3.


Drrrtttt....drrrtttt....


"Stop..stop... Papa telfon nih"


Kenan menjawab telfonnya.


"Iya Pah"

__ADS_1


"_____"


"Oke Pah"


"Mereka ada didalam, ayo kita masuk" ajak Kenan


Kenan dan Thalita berjalan beriringan. Tangan Kenan menggenggam tangan telapak tangan Thalita hingga membuat Thalita terkejut. Dan menghentikan langkahnya.


"Ishhhh.... apaan si lo pegang-pegang! Mau gw tonjok lagi??" Thalita menepis tangan Kenan dengan kasar.


"Heyyy... jangan ge-er!! Aku ngelakuin ini cuma didepan mereka supaya mereka Happy"


"Hahh...modus dasar"


"APA? hhh... dasar besar kepala. Mereka itu sudah tua, sudah seharusnya kita membuat mereka bahagia"


Kenan berlalu meninggalkan Thalita yang masih terdiam karna ucapan Kenan.


"Lohh ken, Pipi kamu kenapa? Tanya Rico dan Bayu bersamaan.


"Ohh ini ngga apa-apa ko, tadi ada insiden sedikit"


"Bukan sama Thalita kan?" tebak Bayu


"Emm..bukan kok Om"


"Syukurlah.." Bayu melayangkan senyumnya.


"Oiya Thalitanya mana Ken?"


"Ooh tadi lagi ke toilet Om"


Tak lama Thalita datang.


"Maaf lama" ucap Thalita ke semua.


Kenan dibuat terkejut olehnya karna Thalita yang tiba-tiba menggandeng lengan Kenan.


Bayu dan Rico yang melihat itupun tersenyum lebar.


"Oke.. Papa harus pergi sekarang, Kalian baik-baik yaa.. "


Rico memeluk Kenan lalu memeluk Thalita


"Bay..aku titip anakku yaa.."


"Jangan khawatirkan itu Ric... mulai sekarang Kenan juga anakku"


"Hahaha...."


"Terima kasih, Bay..." ucap Rico sambil memeluk sahabatnya itu.


Rico sudah berlalu. Mereka semua pergi meninggalkan Bandara.


.


.


...----------------...


Maaf ya kalau sampe sini, ceritanya kurang menarik🙂


.


Dukung aku yaa dengan memberikan Komentar kalian. Supaya tambah semangat aku ny🤗🤗


...----------------...


Visual Axelle

__ADS_1



__ADS_2