
Sinar mentari pagi masuk kecelah-celah kamar. Thalita masih terlelap, matanya begitu berat, karna kejadian semalam dia tidak bisa tidur. Matanya baru mulai terlelap pukul 4 pagi.
Tanggal pertunangan dan pernikahan pun sudah ditetapkan. Pertunangan akan dilaksanakan sabtu minggu depan dan Pernikahan akan dilangsungkan 1 bulan setelahnya.
Tok..tok..tok...
Bi Een mengetuk pintu kamar Thalita.
"Non..sarapan dulu Non.. udah siang"
Namun tak ada jawaban dari dalam. Bi Een pun masuk kekamar untuk membangunkan Thalita.
"Non..Non Sarapan dulu" Bi Een menggoyangkan tubuh Thalita. Thalita hanya menggeliat masih enggan bangun.
Bi Een pun keluar dari kamar meninggalkan Thalita yang masih terlelap.
Dimeja makan sudah ada Bayu yang sedang sarapan.
"Lita udah bangun bi?
"Belum Tuan... sepertinya dia habis bergadang"
"Apa dia keluar semalam?
__ADS_1
"Sepertinya tidak, Semalam jam 2 dia minta dibuatkan mie instan"
"Emm..yasudah biarkan saja, mungkin dia masih belum bisa menerima perjodohannya" ucap Bayu
................
Kenan baru saja kembali dari rutinitas lari paginya. Kenan duduk ditaman rumahnya untuk istirahat sebelum membersihkan diri.
Dia jadi teringat Thalita. Dia membuka ponselnya dan membuka galeri foto yang ada diponselnya. dipandangi foto Thalita yang dia ambil secara diam-diam semalam. Entah kenapa ada perasaan seperti rindu, namun Kenan menepisnya.
"Hemm... Si motor Trail lagi apa ya.."
"Hahh... kalau diingat-ingat kejadian semalam lucu juga, hahaha" Kenan bicara sendiri sambil tertawa.
"Ehemm..." Rico datang dan mengagetkan Kenan.
"Ada yang ingin Papa tanyakan, sebenernya apa yang terjadi antara kau dan Thalita? Apa kalian benar-benar pacaran?" Tanya Rico
"Tidak ada apa-apa.. Sebenarnya aku dan Thalita hanya pura-pura pacaran. Kami juga belum lama kenal. Aku hanya membantunya karna dia bersikeras ingin menolak perjodohan ini. Tapi aku benar-benar tidak tau kalau gadis yang Papa maksud adalah Thalita, begitu juga Thalita" jawab Kenan dengan jujur.
"Hahh...ternyata dugaan Om Bayu benar, kalian tidak benar-benar pacaran" ucap Rico.
Mereka terdiam sejenak, lalu Rico melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Son..Papa akan pulang ke paris setelah hari pertunanganmu. Papa akan kembali lagi seminggu sebelum hari pernikahanmu, jadi Papa harap kamu bisa lebih dekat lagi dengan Thalita dan bersikap baiklah kepadanya"
"Hemm... sepertinya aku mulai menyukainya. Dia gadis yang unik berbeda sekali dengan gadis lainnya. Dia tidak suka belanja, tidak suka menghambur-hamburkan uang. Dia juga bukan gadis manja" Ucap Kenan dengan sorotan mata yang susah diartikan seperti sedang membayangkan sesuatu.
"Syukurlah kalau begitu. Papa yakin dia gadis yang pantas untukmu" ucap Rico sambil menepuk pundak putranya itu dan beranjak dari duduknya.
Rico pun pergi kekamarnya untuk menelfon Bayu dan menceritakan pembicaraannya dengan Kenan. Sedangkan Kenan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri Kenan hendak mengirim pesan kepada Thalita melalui aplikasi berwarna hijau. Namun diurungkannya karna Thalita sedang offline dilihatnya online terakhir adalah semalam.
Kenanpun menekan nama TRAIL LOVE yang ada diponselnya. Namun nomor yang dituju sedang tidak aktif. Kenan pun beralih mengirim pesan.
"kenapa Handphonemu tidak aktif?"
"Segera hubungi aku, urgent!"
Itulah isi pesan Kenan kepada Thalita. Namun pesannya tidak terkirim hanya tanda ceklist 1. Kenan terlihat kesal, entah apa yang dirasakannya saat ini.
.
.
...----------------...
__ADS_1
jangan lupa like dan comment nya yaa..
🤗🤗🤗