Trail LOVE

Trail LOVE
90. Surprise untuk Winda


__ADS_3

3 bulan sudah Winda galau karna memikirkan Revan. Hati dan pikirannya bertengkar, hatinya selalu berkata tak ingin memikirkan dia dan ingin sekali melupakan dia namun dipikirannya selalu muncul wajah Revan dan yang tersulit untuk dilupakan adalah saat-saat ciuman mereka.


"aaaaaarrrrghhhhh..... Revan sialaaaaaaannn.....!!" teriak Winda dikamarnya.


Suara lagu favoritnya terdengar dari ponselnya, ia pun langsung meraih ponselnya dan menggeser icon berwarna hijau setelah melihat nama "Ms.Lenjteh" yang tertera diponselnya. Itu adalah julukan Winda untuk Safira.


"halo!"


"woyy...santai dong jutek amat mba. Lo marah ma Revan jangan marah ke gw juga kali.."


"Hahh... eng.. apaan si lo, siapa juga yang mikirin dia"


"Ooh jadi lo lagi mikirin dia hahhaaa...."


"Apaan si lo! ngga jelas banget"


"Lahh kok jadi gw.. kan gw ngga bilang lo lagi mikirin dia, gw bilang lo kl marah ma..


"udah udah.. sebenernya lo mo ngapain si nelpon gw?"


"Oiya...hampir gw lupa. gw lagi sama Thalita nih on the way kerumah lo. Lo siap-siap yaa.. pokoknya kita dateng lo harus dah rapih"


"Mo kemana emang?


"Udah pokoknya lo dandan yang cakep, kita mo party bentar lagi kita sampe rumah lo. ok? Bye!"


Winda hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar dan mengeluarkan beberapa kata kasar dari mulutnya setelah Safira menutup telfonnya.


Ia pun segera merapikan dirinya, dan sedikit memoles wajahnya dengan make up nya. Memang dasarnya Winda sudah cantik sehingga dandan alakadarnya pun dapat menambah kecantikannya.


Tak lama suara klakson mobil terdengar dari arah luar, Winda segera keluar dan menemui teman-temannya.


Winda langsung membuka pintu mobil lalu masuk kedalam. Ia duduk dibelakang karna didepan sudah ada Safira dan Thalita yang mengemudikannya.


"Mo kemana sih..mendadak banget" tanya Winda


"ke Cafe" jawab Safira


"Anjritt...ke Cafe doang?! Sialan banget lo pada gw dah cakep begini cuma buat ke Cafe.. ahhh parahh" protes Winda


Thalita dan Safira hanya bisa tertawa terbahak bahak mendengar celotehan Winda. Sedangkan Winda..yahh jangan ditanya, sudah pastinya kelakuan sahabatnya itu membuatnya semakin kesal. Ia berharap bertemu sahabatnya dapat menghilangkan sedikit galau nya namun ternyata justru malah menambah kekesalan dalam hatinya.


"Gila lo pada!!!" ucap Winda lagi sambil membuang muka kearah jendela. Ingin rasanya ia menangis namun tak dapat lakukan.


Selama perjalanan Safira dan Thalita terus bernyanyi mengikuti syair lagu yang diputar dari Tape mobil. Sedangkan Winda dia hanya terdiam masih melanjutkan kegalauannya. Lagu yang diputar adalah lagu "Hampa" yang dibawakan Ari Lasso itu seolah mewakili perasaan dirinya saat ini.


"Nih lagu kenapa pas banget sih.. emang temen sialan..hahh!" gumam Winda dalam hati.


Kini mereka tiba di Cafe. Tak seperti biasanya Cafe itu terlihat ramai karna ada Live music. Winda terpaku melihat sekeliling Cafe itu. Dekorasinya yang unik membuat bibir Winda sedikit tersenyum.


"emm.. dah lama ngga kesini, keren juga nih Cafe. Apa karna lagi ada acara" ucap Winda


"Emang ada acara" jawab Thalita


"Acara apa?" tanya Winda lagi

__ADS_1


"Nyatakan Cinta, hahaaa" celetuk Safira


"Hahh...seriusss?"


"Udah.. yuk ahh masuk" ajak Thalita sambil melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Safira dan Winda.


Setelah sampai didepan pintu masuk mereka bertemu dengan Clara.


"Haiiiii...." sapa Clara


"Clara.." ujar Winda


"Hei... pakabar?" balas Thalita


"Baik, kalian gimana? Lama yaa ngga ketemu" tanya Clara kepada Thalita, Safira dan Winda


"Baik doong.." jawab Thalita sambil tersenyum lebar.


Bukannya dia ada Study sama Revan yaa.. kalau Clara udah pulang berarti Revan juga dong.. tapi dimana dia.. ucap Winda dalam hati.


"Win cari siapa?" tanya Clara yang melihat Winda clingak clinguk seperti mencari seseorang


"ehh..ooh ngga kok. Lo sendirian aja?"


"Emm.. sebenernya sih tadi sama Revan tapi..dia kemana yaa.."


Ooh jadi dia kesini sama Revan.


"Jangan ngomong mulu, ayo masuk.. pegel nih berdiri mulu. iya kan Fir.." celetuk Thalita yang sudah melihat perubahan wajah Winda


"Btw ini Cafe kok decor nya begini Ra, apa tante Devi bikin acara penyambutan lo pulang" tanya Winda penasaran


"Ngga kok, mama kan lagi di Ausy ngapain dia bikin acara beginian. Ini tuh ide Revan buat nemb..ups" Clara langsung menutup bibirnya saat Thalita menendang kakinya dari bawah meja.


Mendengar jawaban Clara Thalita menggelengkan kepalanya sambil menatap Clara tajam begitu juga dengan Safira.


Ooh jadi ini acaranya Revan. Tapi acara apa ya..seinget gw ini bukan ulang tahunnya. Tapi..kalo diliat dari dekornya banyak bunga gitu kaya orang mau nembak cewe.. Hahh!!... iya tadi si Clara bilang mau nem..nem apa, nembak maksudnya.. Hahh!! nembak siapa yaa.. jangan-jangan dia mo nembak Clara. Yaa.. Tuhan apa aku kuat melihat situasi seperti ini.


Suara musik dari mini stage membuyarkan Winda dari segala Fikirannya tentang Revan. Semua mata tertuju kepada seorang laki-laki tampan diatas mini stage sambil memainkan gitarnya dan iringan musik lainnya. Laki-laki itu bernyanyi lagu "Sedang Jatuh Cinta" milik Jaz.


...Hadirmu membuat diriku kembali bahagia...


...Setelah sekian lama kumerasakan hampa...


...Sekejap duniaku menjadi berwarna...


...Kau rubah segalanya...


...Dalam hatiku bertanya...


...Hu...


...Sekejap duniaku menjadi berwarna...


...Kau rubah segalanya...

__ADS_1


...Dalam hatiku bertanya...


...Mengapa dirimu tak bisa menghilang dari pikiranku...


...Mengapa hatiku selalu saja mengarah kepadamu...


...Dan memang hanya kamu lagi-lagi kamu...


...Terlintas di benakku...


...Mungkin memang aku sedang...


...Jatuh cinta...


...Diriku bertanya pada bintang-bintang (bertanya bintang-bintang)...


...Apakah dia jawabnya...


...Dan ini saatnya...


...Akan kunyatakan (ha)...


...Segala isi hatiku kepada dirinya (uh)...


...Mengapa dirimu (mengapa)...


...Tak bisa menghilang dari pikiranku (menghilang dari pikiranku)...


...Mengapa hatiku selalu saja mengarah kepadamu...


...Dan memang hanya kamu (hanya kamu)...


...Lagi-lagi kamu (di hatiku)...


...Terlintas di benakku (ho)...


...Mungkin memang aku sedang...


...Jatuh cinta...


...Mengapa dirimu tak bisa menghilang dari pikiranku (menghilang dari pikiranku)...


...Mengapa hatiku selalu saja mengarah kepadamu (ho)...


...Dan memang hanya kamu (hanya kamu)...


...Lagi-lagi kamu (di hatiku)...


...Terlintas di benakku...


...Mungkin memang aku sedang (oh mungkinkah)...


...Mungkin memang aku sedang (jatuh cinta)...


...Mungkin memang aku sedang...

__ADS_1


...Jatuh cinta (oh)...


__ADS_2