Trail LOVE

Trail LOVE
31. Pernyataan Cinta


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Kota tujuan. Helikopter melandas di Helipad Resort mewah milik Kenan yang ada diKota itu.


Thalita mengikuti langkah Kenan, matanya menelusuri kesemua titik. Bangunan Resort yang megah namun unik. Pemandangan yang indah. Semilir angin laut yang begitu terasa dingin dan sejuk.


"Ken, ini dimana?"


"Kita berada di Kota B dan Ini adalah Resort pertamaku yang aku bangun dikota ini"


"Ooh..." ucap Thalita yang hanya ber oh ria menyembunyikan ketakjubannya akan Kenan.


"Apa?? Hanya Oh... tidakkah kamu takjub dengan apa yang kuhasilkan dengan jerih payahku sendiri??"


"Trus gw harus bilang apa? Bukanya itu memang udah kewajiban sebagai seorang pria. Lagipula lo kan udah punya perusahaan sendiri yaa memang sepatutnya harus ada yang dihasilkan bukan?"


"Tapi setidaknya..." ucapan Kenan terpotong oleh Thalita


"Ken.. Kota ini kan bisa ditempuh pake mobil, kenapa juga mesti naik helikopter. sebenernya kita mau ngapain si disini?"


"Hemm.. sunset disini indah. Kalau kita naik mobil, kita akan melewati sunset hari ini. Ayo ikut aku"


"Yaa ampuun.. cuma liat sunset doang..huhh" ucap Thalita


Kini mereka berjalan menelusuri pantai dengan pasir putih. Mereka berjalan sambil merasakan sejuknya angin pantai.


"Apa arti pernikahan menurutmu?" Kenan bertanya kepada Thalita


"Emm.. gw ngga tau, tapi pada umumnya orang menikah itu karna ingin hidup bersama dengan orang yang kita cintai dan bahagia selamanya" jawab Thalita


"Benar. Tapi menurutku itu bukan arti yang sesungguhnya. Arti pernikahan sesungguhnya adalah sama seperti kita berjalan dipantai. Entah seberapa jauh kita berjalan tapi..kita belum juga sampai diujungnya. Maka selama apaapun kita hidup bersama, kita masih belum dinyatakan bahagia kalau belum sampai ujung" penjelasan Kenan membuat Thalita terdiam.


Thalita menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhnya ke arah laut. Mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Kenan.


"Hemmm....udah lama ngga kepantai"


Thalita merentangkan tangannya dan memejamkan matanya, menghembuskan nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


Sejuk dan penuh ketenangan, itulah yang dirasakan Thalita. Kenan tersenyum melihat Thalita dan beralih posisi kebelakang tubuh Thalita.

__ADS_1


Degg..


Thalita terkejut saat Kenan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Thalita. Memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya dipundak Thalita.


Thalita yang sedang memejamkan matanya langsung membuka matanya lebar-lebar. Nafas yang tadinya terasa ringan kini menjadi berat karna detakan jantung yang tak beraturan.


"Ken.." suara lirih Thalita memanggil nama Kenan.


Kenan yang mendengar tak menjawab panggilan Thalita malah semakin mempererat pelukannya.


"Kalo pernikahan itu udah lama mereka jalani tapi belum juga mendapat kebahagiaan, apa yang harus mereka lakukan?" Thalita bertanya pada Kenan


"Ada 3 dasar yang harus mereka lakukan.


Yang pertama Kesabaran, jika mereka berjalan dengan penuh kesabaran mereka akan berhasil menuju puncak kebahagiaan.


Yang kedua Kepercayaan, jika mereka saling percaya akan dengan mudah mereka mencapai ujung.


Yang ketiga Cinta, jika mereka saling mencintai, perjalanan mereka menuju ujung akan terasa ringan dan indah meski banyak rintangan yang harus dilalui" ucap Kenan


Tanya Thalita lagi


Kenan sudah mengerti arah pembicaraan Thalita, yang ia bicarakan adalah dirinya sendiri.


"Tentu saja. Mereka tidak akan hidup bahagia, selamanya mereka akan menahan penderitaan karna berpura-pura bahagia" jawab Kenan


Thalita memejamkan matanya merasakan pelukan hangat itu. Otaknya terus berfikir, dalam hatinya bertanya-tanya bagaimana nasibnya setelah menikah nanti.


"Gimana sama gw? Kenan ngga cinta sama gw, apa gw akan menderita setelah menikah. Entahlah.." ucap Thalita dalam hatinya tak terasa ia mengeluarkan air matanya.


Kenan yang menyadari itu, melepaskan pelukannya dan berpindah posisi menghadap Thalita.


"Lalu..bagaimana perasaanmu padaku?" Kenan bertanya pada Thalita


"Hah..em..gw..." Thalita gugup, apa yang harus ia jawab. Ingin rasanya mengungkapkan perasaannya, namun ada rasa takut kalau perasaannya tak terbalaskan


Kenan meraih tangan Thalita, menggenggamnya erat dan menatap matanya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku tahu kamu tidak mencintaiku. Tapi aku akan pastikan kamu tidak akan menderita. Aku akan selalu menjagamu dan membuatmu bahagia" ucap kenan


Sebelum melanjutkan ucapannya, Kenan mengusap pipi Thalita. Tatapannya kini semakin dalam


"Aku mencintaimu, Thalita. Tak akan kubiarkan kau menderita" ucap Kenan


"Hah..Ken" Thalita tercengang mendengar Kenan yang menyatakan cinta padanya


"Aku tidak memaksamu untuk mencintaiku sekarang. Aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku. Aku berharap suatu saat nanti cinta yang aku punya bisa membuatmu jatuh cinta padaku"


ucap Kenan


Thalita memandang mata Kenan dalam-dalam. Mencari ketulusan disana. Thalita pun menitikkan air matanya. Laki-laki yang ia fikir tidak mencintainya ternyata menyatakan perasaannya.


Thalita langsung memeluk Kenan dan mengatakan cintanya yang sedari tadi ia tahan.


"Aku juga mencintaimu, Ken.." ucap Thalita


Kenan membalas pelukan Thalita, pelukan penuh haru dan bahagia.


Kini dihati mereka tak ada beban, semua yang mengganjal dihati sudah lepas bagai angin laut yang memberikan kesejukan hati.


Kenan melepaskan pelukannya, mata mereka saling tatap penuh cinta.


Kenan mengecup lembut bibir Thalita lalu melepasnya. Dan mengecup lagi untuk kedua kalinya namun lebih lama dan lebih dalam, Thalita memejamkan matanya dan menyambut ciuman itu.


Merasakan hangat nafasnya yang merasuk kerongga mulut. Mengikuti setiap gerakan yang Kenan berikan.


Thalita melepaskan semua beban dihatinya. Beban yang selama ini ia tahan. Hanya kecupanlah yang mampu mewakili kata cinta disaat bibir tak mampu untuk bicara.


.


.


...----------------...


.

__ADS_1


__ADS_2