
Kenan dan Thalita sudah sampai di butik NAURA. Mereka memasuki butik pengantin ternama itu dengan bergandengan tangan.
"Selamat siang Tuan dan Nona" sapa seluruh pegawai butik itu dan dibalas senyuman oleh Thalita.
Kenan merogoh saku celana nya untuk mengambil ponselnya. Baru saja dia menempelkan ponselnya ditelinganya untuk menelfon seseorang, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggilnya.
"Hi.. Ken" panggil wanita itu dia mendekat dan memeluk Kenan.
Wanita yang memiliki paras yang cantik, berpenampilan modis dan feminim. Seketika raut wajah Thalita berubah karna rasa cemburu.
"Ehhh....siapa nih cewek main peluk-peluk aja. Kenan juga mau aja lagi, ngga hargain banget ada gw disini.. huhh" gumam Thalita dengan raut wajah kesalnya.
"Hi..Ra, bagaimana kabarmu?" Sapa Kenan kepada teman lama nya itu.
"Baik..hemm... Lama ngga ketemu makin ganteng aja kamu" ucap Naura memuji
"Hemm..begitulah"
"Ehem.." Thalita berpura-pura batuk untuk mengalihkan kekesalannya.
"Oh iya kenalin ini Naura, dia teman kuliah aku di Amerika sekaligus pemilik butik ini. Ra, kenalin ini..." belim sempat Kenan menyebutkan nama Thalita Naura sudah memotongnya
"Pasti Thalita ya..?" tebak Naura sambil tersenyum ramah
"Ehh..iya, hhehe" jawab Thalita kikuk
"Kenan udah cerita banyak loh tentang kamu"
"Masa? Cerita apa aja?" tanya Thalita penasaran
"Dia bilang kalau kamu itu...." Naura melirik kearah Kenan yang sedang melototinya hingga membuat Naura tidak melanjutkan kata-katanya.
"Ehh kita keatas aja yuk, gaun-gaunnya udh aku siapin diatas" ajak Naura
Naura menggandeng tangan Thalita dan mengajaknya ke atas untuk melihat beberapa gaun pengantin yang sudah disiapkan Naura.
"Nahh ini... beberapa gaun pengantin koleksi aku. Gaun ini semuanya exclusive karna aku cuma buat 1 dari setiap modelnya" ucap Naura menjelaskan
Thalita melihat-lihat sampai akhirnya dia terdiam karna bingung harus pilih yang mana.
"Ken, gw bingung milihnya. Lo aja deh yang pilih" ucap Thalita
"Kenapa harus aku, kan kamu yang pakai nantinya" jawab Kenan
"Yaa kan lo yang liat pantes atau ngga nya" ucap Thalita ketus.
"Emm..Ra, menurut kamu gaun mana yang cocok untuknya?" tanya Kenan kepada Naura
"Emm.. yang ini bagus. Ini juga cocok nih.. duhh aku juga bingung nih. Kayaknya gaun ini cocok semua dengan wajah cantiknya" kemudian Naura terdiam
"Oke. Aku akan pilih 5 gaun yang paling bagus, nanti kamu coba yaa" sambung Naura dan memberikan ide nya.
Naura memilih 5 gaun pengantin yang cocok untuk Thalita pakai. Setelah memilih gaun, Naura memanggil dua orang pegawainya untuk membatu Thalita mencoba gaun itu.
"Dinda, tika.."
"Iya Bu"
"Ini, kalian bantu Nona cantik ini untuk pakai gaunnya ya" perintah Naura kepada pegawainya.
"Baik bu, mari Nona kita ke fitting room"
Pegawai itu berlalu mengajak Thalita ke Fitting Room.
Thalita pun mengikuti dua orang itu ke fitting room untuk mencoba gaunnya. Sedangkan Naura mengajak Kenan untuk duduk disofa depan fitting room. Selagi menunggu Thalita keluar dengan gaunnya Naura dan Kenan berbincang.
__ADS_1
"Oh iya Ken, bagaimana hubunganmu dengan Disya?" tanya Naura.
Naura adalah teman lama Kenan. Naura juga mengenal Disya. Bahkan saat Kenan masih bersama Disya, Nauralah yang meyakinkan Kenan bahwa Disya bukanlah wanita baik-baik.
"Setelah kejadian itu aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Dia benar-benar menghilang seperti ditelan bumi" jawab Kenan datar
"Ooh...Tapi seminggu yang lalu aku pernah lihat dia di Club. Dia sedang bersama seseorang seperti ......" Naura menghentikan obrolannya ketika melihat Thalita yang keluar dengan memakai gaun pertama nya.
"Wahhhh...cantik banget. Gaun ini cocok banget ditubuh kamu, iya kan Ken? Ken..."
Karna tidak ada jawaban dari Kenan, Naura menoleh ke belakang dan dilihatnya Kenan yang sedang menatap Thalita tak berkedip. Naura dan Thalita saling tatap dan menahan tawanya.
"Ken!!" Panggil Thalita dengan sedikit teriak
Kenan terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya kesembarang arah.
"A-ada apa" dengan kikuk Kenan menjawab
"Ini gimana? Bagus ngga?" Jawab Thalita
"Emm.... coba yang lain" ucap Kenan.
Thalita pun kembali ke fitting room. Namun sebelumnya Naura memotret Thalita terlebih dahulu.
Thalita kini keluar dengan gaun kedua nya. Namun reaksi Kenan sama seperti melihat Thalita memakai gaun pertama.
Thalita kembali lagi dengan gaun ketiga, keempat dan kelima. Namun reaksi Kenan masih tetap sama. Dia pun menjadi pusing memilih gaun karna sejujurnya semua gaunnya indah dan Thalita terlihat sangat cantik memakai gaun apa saja.
"Hahh...pakai gaun apa saja dia terlihat sangat cantik. Aku jadi pusing memilihnya" ucap Kenan dalam hati
"Thalita cantik banget yaa.. pakai apa saja tetap terlihat cantik" ucap Naura yang mengaggumi Thalita.
Saat Thalita kembali ke ruang ganti untuk berganti pakaian, Naura melanjutkan obrolannya yang sempat terpotong tadi.
"Ken, sebaiknya mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati.. Aku yakin kembalinya Disya ada kaitannya dengan rencana pernikahan kalian" ucap Naura yang begitu khawatir
"Emm...Aku akan minta Axe untuk menyelidiknya" ujar Kenan mencoba menenangkan Naura
"Bukan hanya kau yang harus berhati-hati tapi juga Thalita. Aku yakin dia pasti sudah menyelidiki calon istrimu. Wanita itu tidak akan tinggal diam Ken.." kekhawatiran Naura bertambah dan dibalas anggukkan oleh Kenan.
Thalita sudah selesai berganti pakaian dan menghampiri Kenan yang sedang duduk di Sofa bersama Naura.
"Jadi kalian mau pilih gaun yang mana?" tanya Naura kepada Thalita dan Kenan.
"Emm.. yang mana Ken?" Thalita melempar pertanyaan ke Kenan karna dia bingung harus pilih gaun yang mana.
"Apa kamu tidak bisa pilih gaun sendiri?" jawab Kenan yang tidak fokus karna memikirkan Disya.
"Ngga bisa. Gw bingung Ken milihnya" tegas Thalita dan wajahnya yang mulai bete.
"Kamu aja bingung bagaimana aku" jawab Kenan dengan nada datar
"Lo kan tadi udah liat semua gaun yang gw pake. Nahh menurut lo gw pantes pake gaun yang mana. Gitu aja ribet banget sih..!!!" ujar Thalita sambil mengernyitkan dahinya dan bibir yang sedikit monyong karna kesal
"Yang ribet itu kamu, kamu yang pakai kenapa aku yang disuruh pilih" Kenan semakin pusing dibuatnya.
"Ishhh...selalu begini kalau pilih gaun. Kemarin waktu tunangan juga begini. Kalau ujung-ujungnya gw yang milih ngapain gw harus cobain semua gaun itu. Cape-capein aja" Thalita semakin kesal dengan jawaban Kenan
"Hahhaa....kalian tuh lucu banget sih" ucap Naura
"Apanya yang lucu. Kepalaku sakit karna gaun..huhh..." ucap Kenan mempertegas
"hahhaa...Sorry sorry. Baiklah tadi aku udah potret kamu pakai gaun 1 sampai gaun ke-5. Nanti aku kirim fotonya ya.. dan kalian diskusikan lagi.. kl sudah ada pilihannya segera kabarin aku, bagaimana?"
Ujar Naura menjelaskan dan dianggukkan oleh Kenan dan Thalita
__ADS_1
"Baiklah. Terima kasih atas bantuanmu.." ucap kenan setuju.
"Sama-sama Ken, aku malah senang bisa ikut serta dalam persiapan pernikahanmu"
"Ayo pulang.." ajak Kenan kepada Thalita
"Ra..pamit ya.." Thalita memeluk Naura dan berpamitan.
Mereka pun berjalan keluar meninggalkan butik dan masuk kedalam mobil.
"Mampir ke Cafe gw laper" ketus Thalita
"Oke"
Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Cafe yang Thalita inginkan.
Tidak ada obrolan selama perjalanan. Kenan Fokus menyetir namun dia juga memikirkan ucapan Naura dibutik tadi.
Dia begitu khawatir dengan Thalita. Kenan takut Disya merencanakan sesuatu yang membahayakan Thalita.
Kenan melirik kearah Thalita yang sedang memandangi pemandangan dari kaca pintu mobil dengan muka yang masih cemberut.
Tangan Kenan beralih mengambil tangan Thalita dan menggenggamnya.
"Masih marah?" tanya Kenan, namun tak ada jawaban dari Thalita
"Maafin aku yaa..aku juga bingung tadi mau pilih mana. Habis kamu itu pakai baju apa saja cantik apalagi Gaun pengantin tadi" sambungnya
"Semua gaunnya jadi terlihat indah ditubuhmu, itu karna wajahmu yang terlalu cantik" sambungnya lagi berharap kali ini Thalita meresponnya
"Apaan si lo..!! Sorry yaa gw bukan cewe yang gampang tersentuh dengan kata-kata manis. Gombal tau!" ucap Thalita ketus dengan wajah yang tidak menoleh sedikitpun.
Kenan langsung banting stir dan menepikan mobilnya dengan cepat.
"Ngapain berenti disini" tanya Thalita heran
Thalita terkejut saat menoleh kearah Kenan yang seketika wajah Kenan sudah dekat dengan wajahnya.
"Kalau ini gimana? Cup......" satu kecupan mendarat ke bibir Thalita.
"Maafin ngga?"
"Isshhh.... ngap...." mulut Thalita terbungkam hingga tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi saat Kenan menciumnya lagi.
Kali ini Kenan menciumnya lebih lama. Mereka saling membalas dan menikmati hingga ciuman itu berubah menjadi cumbuan yang membuat gairah sex Kenan meronta.
Tangan Kenan mulai menjelajah tubuh Thalita. Meremas punggung Thalita dan beralih kebagian tubuh depan Thalita.
Thalita langsung tersadar saat tangan Kenan meremas pa**dara miliknya.
"Emm..Ken lepasin. Ini dijalanan tau bukan di Hotel" Thalita mendorong tubuh Kenan
"Kalau gitu kita ke Hotel aja yuk..." ajak Kenan meledek
"Ngga!! Enak aja.. kita belum nikah tau!!" tegas Thalita
"Udah cepetan ihh gw laper tau.." sambungnya
"Oke sayang.."
Kenan melajukan mobilnya kembali. Thalita terdiam mengatur nafasnya dalam-dalam dan membuangnya. Kejadian barusan membuat debaran jantungnya lebih cepat.
.
.
__ADS_1
...----------------...