
Tiga hari sudah berlalu.. Disya masih belum juga menyerah dengan usahanya memikat hati Kenan. Ia berdiri dengan melipat kedua tangan diperutnya, dan dengan wajah yang terbakar api cemburu melihat kemesraan Thalita dan Kenan ditaman.
"Kenapa tidak kau relakan saja dia"
Ucap seseorang membuat Disya terkejut.
Disya memutar bola matanya kesal saat mengetahui pemiliki suara itu adalah Miko.
"Kau fikir aku tidak tahu tentangmu. Kau masih mencintainya kan? Aku yakin kau juga menginginkan hal yang sama denganku" ujar Disya
"Kau salah. Aku memang mencintainya tapi aku sudah merelakannya" jawab Miko
"Hemm....dasar munafik" sinis Disya
"Yaa..terserah kau saja, tapi itulah kenyataannya. Aku ingin melihat orang yang kucintai bahagia, untuk itulah aku rela melepasnya"
ucap Miko, lalu terdiam sejenak dan melanjutkan kembali ucapannya
"Kau juga berhak bahagia Disya, semakin kau mengejarnya itu hanya akan semakin membuatmu menderita"
"Bukan urusanmu!" ketus Disya lalu berbalik badan dan meninggalkan tempat itu.
Miko menggelengkan kepalanya melihat kepergian Disya.
"Kenapa aku merasa iba padanya ya.."
*****
Keesokan harinya setelah sarapan pagi mereka berkumpul, karna agenda hari ini adalah games. Bayu ingin melihat games yang disediakan Resort ini agar ia bisa mereview pantas atau tidak games ini untuk Resortnya nanti.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan disamping Saya adalah Johan, dia dari Team Building di Resort ini dan Dia juga yang akan memandu Games hari ini" ucap Miko
"Baik. selamat pagi semuanya. Langsung saja untuk games pertama adalah "The Main Field" atau disebut juga Ladang Ranjau" jelas Johan
"Permainan apa itu?" samar-samar suara dari Thalita dan teman-temannya
"Permainan ini dilakukan oleh 2 orang dalam 1 team. 1 orang akan ditutup matanya dengan kain dan harus berjalan melewati benda-benda yang sudah diletakkan dijalur yang akan dilalui tanpa menginjaknya. Dan 1 orang lagi tugasnya mengarahkan temannya untuk berjalan agar tidak menginjak benda-benda itu. Games ini bertujuan untuk melatih kepercayaan terhadap pasangan kerjanya, komunikasi, dan pendengaran yang efektif" jelas Johan
"Baik. kalau sudah tidak ada yang ditanyakan Johan akan memulai dengan membagi kelompoknya. Silahkan Jo" ujar Miko
Johan menunjukkan sebuah kotak yang berisi gulungan nama. Para wanita akan mengambil 1 buah kertas untuk mengetahui siapa pasangannya. Thalita ditunjuk pertama oleh Johan untuk mengambil kertas itu.
"Silahkan Nona, ambil 1 kertas lalu Anda lihat nama siapa yang akan menjadi pasangan Anda"
Thalita melihat isi kertas itu dan membacanya dengan lantang "REVAN"
"Silahkan Tuan Revan Anda akan menjadi pasangan Nona Thalita dalam games ini"
Revanpun berpindah posisi menghampiri Thalita dan mereka melakukan Tos dengan kedua telapak tangan mereka.
__ADS_1
"Tunggu.. Aku tidak setuju Thalita berpasangan dengan laki-laki lain" ucap Kenan yang tidak rela istrinya berpasangan drngan laki-laki lain
"Maaf Tuan, memang seperti itu aturannya. Laki-laki dengan perempuan" jelas Johan
"Kalau begitu, Dia akan berpasangan denganku" ujar Kenan
"Tapi..itu jadi tidak sportif" jawab Johan
"Yailah Ken ini cuma permainan bukan beneran. santai aja kali gw ngga akan ngerebut dia dari lo" ujar Revan
"iya ihh...kamu kenapa si. Ini kan cuma games, jangan ngerusak suasana deh ahh.." sambung Thalita
"Baik kalau kau anggap aku merusak suasana Aku keluar Aku tidak akan mengikuti permainan ini, kalian saja yang main" ujar Kenan
"Ngambeekk...ngambeeekk...gitu aja ngambeek" ledek Revan
"Heisshh...sudah-sudah biar Bunda aja yang pilih pasangannya ya.. boleh kan Jo" ucap Vina
"Apa boleh buat Nyonya, silahkan?" jawab Johan
Vina memilih Thalita berpasangan dengan Kenan, Safira dengan Axelle, Winda dengan Revan dan Disya..
"Lohh..kenapa ganjil, kau ini bagaimana membuat permainan berpasangan harusnya genap kenapa ini ganjil" protes Vina
"Maaf Nyonya Saya kurang teliti. Baiklah karna kurang 1 orang jadi kita ganti permainanya" ucap Johan
"Jangan Jo, biar Aku saja yang mundur dari permainan ini. Aku akan ikut permainan lain saja" ucap Disya
"Sa-saya.." tanya Miko yang sedikit terlejut dengan usulan dari Vina
"Iya kau. Ini kesalahanmu, bagaimana bisa kau mengusulkan permainan ini tanpa menghitung pesertanya. jadi kau yang harus bertanggung jawab. Kau berpasangan dengan Disya" ujar Vina
Kini semua sudah berdampingan dengan pasangannya masing-masing. Kenan bersorak riang karna telah berhasil menjadikan Thalita menjadi pasangannya di Games ini. Ia mendengarkan instruksi dari Johan sambil memeluk Thalita dari belakang tentu saja itu membuat Thalita risih.
"Bunda tau aja gw pengen jadi pasangan lo" bisik Revan kepada Winda membuat membuat Winda gugup seketika.
Begitu juga dengan safira yang menjadi salah tingkah karna dipasangkan dengan laki-laki yang ia sukai. Meski Axe biasa saja namun Safira tidak bisa menutupi rasa senangnya.
Beda halnya dengan Disya yang merasa jengah karna berpasangan dengan Miko. kalau boleh memilih Disya lebih memilih untuk tidak ikut serta dalam aktivitas membosankan ini. Miko pun memicingkan senyumnya melihat raut wajah Disya yang menampilkan ketidaksukaannya.
"Senyumlah..kita akan bersenang-senang hari ini" bisik Miko membuat Disya memutar bola matanya.
Permainanpun dimulai, Babak pertama adalah team laki-laki yang berjalan dengan mata tertutup kain, sedangkan team perempuan yang memandu jalannya.
Thalita memandu Kenan dengan penuh semangat begitupula dengan Kenan yang dengan semangat mendengarkan arahan Thalita. Sama halnya dengan yang lainnya. Namun tidak dengan Disya ia tak bisa konsentrasi karna matanya selalu tertuju kepada Kenan.
Babak pertama telah selesai, semua sudah mencapai garis finish. Johan pun mengumumkan pemenang dibabak pertama ini.
"Baik, sebelum masuk babak kedua Saya akan mengumumkan pemenang di Babak pertama tadi" ucap Johan
__ADS_1
Pasangan Thalita dan Kenan menempati posisi pertama, disusul oleh pasangan Safira dan Axe, dan pasangan Winda dan Revan berada diposisi ke 3 . Posisi terakhir tentu saja pasangan Disya dan Miko.
Thalita dan Safira bertingkah seperti anak kecil yang memenangkan pertandingan. Dia tertawa riang bersorak dan melompat lompat. Bahkan Thalita memeluk erat suaminya. Reflex Safira pun tanpa sadar memeluk Axe membuat Axe terkejut, Safira melepaskan pelukannya dan wajahnya merona malu saat Axe berdehem.
"So-sorry... reflex hehhee..." ucap Safira gugup sambil memamerkan gigi ratanya
"Semangat Win, babak kedua pokoknya kita harus menang" ujar Revan pada Winda sambil merangkul pundak Winda
"Kau ini kenapa sih..kenapa kau diam tadi harusnya kan kau memanduku untuk berjalan" ucap Miko dengan kesal
"Aku kan sudah bilang, aku tidak mau ikut permainan ini. Membosankan" ketus Disya
"Kau bosan karna melihat kemesraan mereka kan. Sekarang lihatlah mereka bahagia Disya, sedangkan kau disini terpuruk dan menyedihkan" perkataan Miko membuat Disya geram.
Otak jahatnya kembali berkeliaran, ingin sekali rasanya ia melenyapkan Thalita dari kehidupan Kenan. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa, ia pun tak punya siapa-siapa yang bisa ia ajak kerjasama. Ia hanya bisa pasrah melihat apa yang tidak ingin dia lihat, dan membiarkan otak jahatnya berkeliaran memainkan hatinya.
Permainan demi permainan telah dilaksanakn, tanpa sadar Disya mulai terbawa suasana dan menikmati permainan itu. Miko yang selalu memperhatikan Disya itupun menyunggingkan senyumnya saat melihat Disya tertawa. Wajahnya yang terlihat cantik membuat Miko merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.
Tibalah kini dipermainan terakhir. Johan meniup priwitannya meminta mereka semua berkumpul.
"Bagaimana, seru yaa.." tanya Johan dengan sedikit berteriak membangkitkan semangat
"Lumayan.."
"Seruuuu...."
"Seru si..tapi capek.."
"Oke..tahan dulu yaa karna kita masih ada 1 permainan lagi yaitu "HUMAN LEADER" .."
"haduhhh mainan apa lagi itu.."
"Udah dong Jo, capek nih. udah engap pengen mandi trus rebahan"
"Sabar ya Nona-nona cantik, ini adalah permainan utama kita. Dipermainan ini kalian bekerjasama untuk mencapai keberhasilan. Sebuah Team pasti memiliki tujuan yang sama. Namun untuk mewujudkannya butuh proses, dan prosesnya pasti tidak bisa dikerjakan sendiri harus dibantu dengan yang lain, bagaimana permainannya mari ikuti Saya"
Dengan lunglai mereka berjalan mengikuti langkah Miko. Hingga sampailah ditempat dimana ada peralatan bambu. Miko menjelaskan cara bermainnya, peserta harus berdiri berhadapan dengan pasangan mereka tadi sambil memegang bambu yang diberikan hingga membentuk jembatan.
1 orang harus berjalan dijembatan bambu kayu itu hingga garis finish. Barisan pertama yang telah dilewati akan berpindah posisi kedepan begitu seterusnya hingga sampai ke finish..
"Aaakkhh.."
"THALITA..."
.
.
.
__ADS_1
.
...----------------...