Trail LOVE

Trail LOVE
62. Munculnya Disya


__ADS_3

Malampun tiba, Kenan sudah sampai lebih dulu di Cafe itu. Dia memilih menunggu Revan didalam mobil. Tak lama Revanpun datang dengan sepeda motornya.


"Hah...kupikir kau naik angkot, lama sekali" ucap Kenan kesal


"Lo nya aja yang dateng kecepatan" jawab Revan


Revan dan Kenan pun masuk bersama. Ia memilih tempat duduk yang tidak begitu dilalui orang yang datang.


"Cepat hubungi dia, aku tidak ingin berlama-lama ditempat ini" perintah Kenan


"Ngga mau minum dulu?" pertanyaan Revan membuat mata Kenan melotot.


"Oke.." jawab Revan. Dia langsung menghubungi gadis itu melalui nomor ponsel Thalita.


"Ayo.. kita cari, dia disebelah sana memakai gaun berwarna maroon" ucap Revan


"Kenapa tidak kau suruh dia saja yang kesini" tanya Kenan


"Iya juga ya.." jawab Revan


"Dasar bodoh" ujar Kenan


Revanpun menghubungi perempuan itu kembali. Dan perempuan itu setuju untuk menghampiri meja mereka.


Revan menengguk minumannya yang sudah ia pesan sambil menunggu gadis itu datang.


"Gaun maroon. Apakah itu dia?" tanya Kenan kepada Revan yang melihat seorang gadis dari kejauhan berjalan kearah mereka.


"Bisa jadi" ucap Revan


Kedua pasang mata itu terus menatap gadis itu yang berjalan menghampiri mereka. Semakin mendekat gadis itu semakin jelas wajahnya. Revan membelalakkan matanya saat ia mengenali wajah gadis itu.


"Jehh... ternyata si ulet bulu" gumam Revan. Ia pun berniat untuk kabur karna tak ingin berdekatan dengan gadis itu


"Sorry Ken, gw ke toilet dulu" ucap Revan dan beranjak dari duduknya. Dengan sigap Kenan menahan lengan Revan, ia tahu kalau Revan hanya beralasan agar tidak menemui gadis itu.


Mau tak mau Revanpun kembali mendudukkan dirinya. Dia menghela nafasnya kasar sambil memijat keningnya.


"Hay Van.. akhirnya kamu dateng juga. Kita kesana yuk.. gabung sama yang lain" ucap Cindy sambil menarik tangan Revan manja.


Revan pun beranjak dari duduknya


"Udah deh ngga usah basa basi, mana sini Hp Thalita" ketus Revan


"Sabar dong Van.. mumpung disini kita seneng seneng aja dulu.." Cindy melendot manja dilengan Revan


Revan mencoba melepaskan tangan Cindy yang melingkar di lengan Revan. Revan melirik Kenan yang sedang menahan tawanya karna menertawainya.


"Ken.." panggil Revan dengan nada menekan dan mata yang mengisyaratkan meminta bantuan.


Kenan yang mengerti maksud Revan langsung menarik lengan Revan dengan kencang hingga terlepas dari tangan Cindy yang terus bergelayut manja. Tentu saja itu membuat Cindy terkejut dan ingin marah. Cindy mencoba mendekati Revan kembali, namun Revan langsung menjauh dan beralih kebelakang Kenan.


"Kau menginginkannya? Berikan dulu ponsel Thalita" ujar Kenan


"Hahh... tunggu aku ambil" ucap Cindy kesal

__ADS_1


Cindy menghentakkan kakinya karna kesal dan berlalu pergi untuk mengambil ponsel Thalita. Sedang Revan bergidik geli seperti layaknya orang yang terkena ulat bulu.


Cindy kembali dengan membawa ponsel Thalita dan langsung memberikannya kepada Kenan.


"Baiklah..kalau begitu aku permisi karna aku tidak bisa berlama-lama disini. Tapi kalau dia bisa lama-lama disini. Jadi nikmatilah" ucap Kenan


"Apaan si lo.." ketus Revan dan berlalu mengikuti Kenan. Namun Cindy dengan cepat menarik lengan Revan


"Kamu mau kemana Van, kita akan bersenang-senang malam ini.. oke.." ucap Cindy


"Ihh.. sorry ya.. gw ada urusan" Revan melepas paksa tangan Cindy dari lengannya dan berlari mengejar Kenan.


"Ken woyy tunggu Ken" teriak Revan. Kenanpun menghentikan langkahnya namun bukan karna teriakan Revan.


"Brengsek lo.. ninggalin gw ama si ulet bulu. Ngga ada cewe yang lain apa?" ucap Revan kepada Kenan.


Revan heran melihat Kenan yang tak berkutik. Dia sama sekali tak menghiraukan ucapan Revan.


"Lo kenapa Ken? Kesambet ya?" tanya Revan yang heran melihat Kenan yang berdiri mematung


"Hem..akhirnya dia muncul juga" gumam Kenan


Revan semakin bingung menatap Kenan. Dia melihat mata Kenan yang menatap lurus melihat wanita cantik dan sexy yang berada di depannya.


"Wuihh... cantik bener nih cewe" puji Revan saat melihat wanita cantik dan sexy dihadapannya yang sedang menatap Kenan.


"Kenan" wanita itu berlari langsung memeluk Kenan


"Aku kangen banget sama kamu" ucap wanita itu yang bernama Disya.


"Wahhh...wahh... kira-kira gimana jadinya ya kalo Thalita tau" bisik Revan ditelinga Kenan membuat Kenan membulatkan matanya.


Kenan pun mengajak Revan untuk segera pergi, namun Disya menahan lengan Kenan.


"Ken, kita baru saja bertemu. Apa tidak bisa kita berbincang sebentar?" pinta Disya


"Tidak bisa. Aku ada urusan" tegas Kenan


"Sebentar saja Ken.." pinta Disya lagi kali ini dengan sangat memohon.


Kenan masih tak bergeming. Saat akan melangkah Disya tak melepaskan tangannya dari lengan Kenan. Saat berusaha melepaskan genggaman Disya, Cindy datang dan melihat Revan.


"Lohh..kamu masih disini? Ehh kakak kenal sama ka Kenan?" ucap Cindy


Revanpun menghela nafasnya, dan Kenan memutar bola matanya karna jengah sedangkan Disya hanya menjawab pertanyaan Cindy dengan menyunggingkan senyuman.


"Hahh...ulet bulu lagi. Sorry Ken gw duluan ya. Gatel gw lama-lama disini takut khilaf" bisik Revan.


Namun saat Revan hendak melangkah meninggalkan Kenan Cindy dengan sigap langsung menarik jaket belakang Revan hingga dia memundurkan langkahnya


"Van, mau kemana. Disini aja dulu. Aku traktir minum yaa..kamu mau minum apa?" ucap Cindy


"Sudahlah ayoo.. kita duduk bareng. Seperti couple date haha..." ucap Disya


"Sudahlah Disya..aku harus pergi" Kenan terkekeh. Diapun melangkah pergi membuat Disya kesal karna Disya tidak dapat menahan Kenan dan Revan Disya mengangkat tangannya.

__ADS_1


Dengan sigap anak buahnya sudah berbaris didepan Kenan dan Revan menghalangi jalan Kenan dan Revan.


"Apa-apaan ini" ujar Revan


"Ayolah Ken..aku tau kau akan menikah. Anggap saja ini perpisahan kita. Setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi" pinta Disya


Kenan hanya bisa menghela nafasnya karna ia tak ingin melawan anak buah Disya.


"Baiklah. Tapi sebelumnya aku ingin bicara dengan temanku sebentar" ucap Kenan kepada Disya dan Disya pun mempersilahkannya.


Kenan mengajak Revan untuk bergeser jauh dari dua perempuan itu.


"Lo gila yaa.. itu siapa si?" ujar Revan


"Dia mantan kekasihku sekaligus mantan tunanganku" jawab Kenan


"Ooh.. pantesan. Trus lo ngapain ngeladenin dia, lo mau balikan sama dia? Wahh kacau lo, kalo Thalita tau bisa abis lo!!" ujar Revan lagi


"Mana mungkin. Aku membencinya sangat membencinya. Dia perempuan licik" tegas Kenan


"Benci benci si mau" ucap Revan kesal membuat Kenan menghela nafasnya.


"Aku minta jangan meminum minuman yang mereka berikan, terkecuali jika kita menuangnya sendiri. Dan jangan sampai mabuk, ingat itu" perintah Kenan


"Sorry.. gw ngga ikutan. Gw mau cabut aja. Ogah amat gw nemenin ulet bulu" ucap Revan, dan melangkah pergi. Namun sebelum itu Kenan sudah menahannya lebih dulu.


"Van.. aku sudah menyelidiki mobil yang hampir nabrak Thalita. Kau tau siapa? Itu mobil Disya" ujar Kenan


"What?? Lo yakin?" Revan terkejut atas apa yang barusan dia dengar


"Seperti yang kubilang tadi, Disya itu perempuan licik. Aku yakin dia memliki seribu rencana untuk mencelakai Thalita. Dan sebenarnya ini adalah saat yang aku tunggu-tunggu dia muncul dihadapanku" ujar Kenan dengan tatapan yang sulit diartikan


"Trus rencana lo apa?" tanya Revan


"Kebetulan kita disini, kita buat mereka mabuk. Setelah itu akan mengintrogasinya agar dia membongkar sendiri kejahtannya. Dan aku juga ingin tau apa rencana dia selanjutnya. Apa kau mengerti?" perintah Kenan


"Okee.. gw ngerti" jawab Revan sambil menganggukkan kepalanya


"Ken.." teriak Disya memanggil Kenan.


"Ingat, jangan sampai terpancing dengan minuman apalagi sampai mabuk" tegas Revan mencoba mengingatkan Revan kembali


"Iyaa.. ngga percayaan amat lo" ketus Revan


Mereka berduapun menghampiri dua wanita itu. Mereka duduk disofa yang sudah dipilih oleh Disya. Kenan dan Revanpun siap melancarkan aksinya. Apa yang terjadi setelah itu? Entahlah.. hanya mereka yang tahu.


.


.


...----------------...


Terima kasih kakak.. yang masih setia membaca kelanjutan Novel "TRAIL LOVE" ini 🥰🥰


Komentar kalian adalah penyemangatku🤗

__ADS_1


__ADS_2