
Hari sudah hampir petang. Mereka sudah meninggalkan Cafe. Seperti biasa Winda pulang dengan Safira dan Thalita bersama Kenan.
Kenan telah sampai dirumah Thalita. Namun dia hanya mengantar sampai halaman rumah Thalita karna ada suatu hal yang harus dia urus.
"Ngga mampir?" tanya Thalita
"Ada sesuatu yang harus aku urus" jawab Kenan setelah menggelengkan kepalanya
"Okee..." jawab Thalita singkat
Thalita pun membuka pintu mobil hendak keluar namun Kenan menahannya.
"Kenapa?" Thalita menoleh dan bertanya.
Bukannya menjawab, Kenan malah mencium keningnya agak lama sehingga membuat Thalita terkejut. Sentuhan bibirnya terasa hangat. Membuat jantung Thalita memompa lebih cepat.
"I Love You.." ucap Kenan dengan senyum manisnya sambil menatap Thalita setelah melepaskan kecupannya dari kening Thalita
"Ya ampuun ganteng banget kalau lagi senyum gini" ucap Thalita dalam hati
"ishh..." thalita merasa malu dan menahan senyumnya
Thalita memalingkan wajahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Jantungnya seakan mau copot, Thalita mengatur nafasnya dan kembali membuka pintu mobil. Namun belum sempat membukanya tangan Kenan menahannya lagi.
"A-apalagi..?" Thalita menjawab tanpa menoleh.
"Kenapa tidak dijawab?" tanya Kenan
"Hah... a-anu jawab apa ya? Emang tadi nanya apa?" jawab Thalita kikuk dan pura-pura tidak tahu karna malu sambil menggaruk garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.
Tingkah Thalita yang gugup membuat Kenan tertawa kecil. Pikirnya gadis itu sangat menggemaskan saat salah tingkah seperti ini.
Tentu saja tawa Kenan terdengar seperti mengejek Thalita, hingga membuat Thalita memutar tubuhnya dan menghadap Kenan yang sedang memandanginya.
"Kenapa ketawa, emang ada yang lucu?" ucap Thalita kesal
__ADS_1
Kenan yang masih memandanginya itu tidak menjawab satu katapun. Kini wajah Kenan malah mendekat perlahan lahan lebih mendekat lagi hingga hidung mereka bersentuhan.
Thalita hanya terdiam tak bergerak sedikitpun hanya bisa menelan saliva nya seakan dia mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
Benar saja dugaan Thalita. Perlahan Kenan mengecup bibirnya, lagi dan lagi.. Tidak ada penolakan dari Thalita. Dia malah menyambutnya hingga akhirnya mereka berciuman.
Kenan yang begitu lihai memainkan bibir dan lidahnya itu membuat Thalita merasakan hangatnya cinta, Kenyaman dan rasa ingin terus bersama nya.
Kenan melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Thalita dengan lembut.
"I Love You Thalita.."
"I Love you too Ken..." jawab Thalita gugup
Mendengar jawaban Thalita membuat Kenan bahagia. Senyumnya mengembang tatapannya penuh kelembutan.
Kenan meraih tengkuk Thalita dan mencium bibirnya kembali. Thalita menyambutnya, kini tangannya melingkar dileher Kenan.
Entah ini yang keberapa kalinya mereka berciuman. Thalita seperti mendapat pelajaran baru. Dengan cepat dia menguasai gerakan bibir dan lidahnya seperti yang Kenan lakukan. Hingga akhirnya mereka kehabisan nafas dan melepas ciumannya.
Ini pertama kalinya Thalita jatuh cinta. Menciumnya dengan penuh cinta dan memeluknya. Hatinya begitu bahagia, perasaannya tak bisa diutarakan dengan kata-kata. Hanya hati yang dapat bicara seperti apa perasaannya saat ini, yang dia tau adalah dia telah merasakan yang namanya CINTA.
Mereka melepaskan pelukannya.
"Udah pinter yaa sekarang, aku suka" ledek Kenan
"hahh... a-apanya?" jawab Thalita terkejut
"Ciumannya.." ucap Kenan dengan tatapan mata yang menggoda
"ishh...apaan si!!" ucap Thalita menahan malu
"Gw.. masuk dulu yaa.. " ucap Thalita lalu membuka pintu dan keluar dari mobil diikuti oleh Kenan yang juga keluar dari mobilnya.
Dengan bahasa tubuhnya dia melambaikan tangannya kepada Kenan yang sedang berdiri didepan pintu mobilnya.
"Selamat malam bidadariku.." jawab Kenan dengan senyum mautnya membuat hati Thalita makin meleleh.
__ADS_1
Thalita mengangguk sambil menahan tawanya diantara malu dan senang. Kemudian Thalita berjalan meninggalkan Kenan yang masih berdiri menunggunya masuk kedalam rumah.
Setelah beberapa langkah Thalita berhenti dan menoleh kebelakang. Dia melihat Kenan yang masih berdiri sedang tersenyum kepadanya.
Sontak saja Thalita membalikkan badan dan langsung berlari kearah Kenan serta memeluknya erat. Kenan pun terkejut namun dia juga membalas pelukannya dan mengeratkan pelukannya.
Mereka seperti sepasang kekasih yang baru saja bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Mereka tidak ingin berpisah malam ini seperti hari esok tidak akan bisa bertemu lagi.
"Gw bahagia Ken, ngga tau kenapa yang jelas gw bahagia banget..." ucap Thalita dan semakin mempererat pelukannya.
Tak terasa Air mata bahagia keluar membasahi pipi Thalita. Kini mereka melepaskan pelukannya, Kenan mengusap air mata Thalita dan mencium keningnya sangat lama.
"Aku juga bahagia.." ucap Kenan setelah melepaskan bibirnya dari kening Thalita.
"Sudah malam, masuklah.. tidur yang nyenyak yaa, besok aku akan kembali" ucap Kenan tersenyum.
Thalita pun tersenyum dan mengangguk tanda menuruti perintah kenan.
Cupp...
Thalita mencium pipi Kenan lalu berlari kencang menuju pintu rumahnya dan buru-buru membuka pintunya lalu masuk kedalam tanpa menoleh kebelakang karna malu.
Kenan yang melihat tingkah gadisnya itu, tertawa kecil karna gadisnya itu sungguh menggemaskan dan membuatnya semakin cinta.
.
.
...----------------...
Jangan lupa VOTEnya ya kaka..🥰🥰
Jangan lupa juga untuk kasih Like dan Komentarnya..🤗
Komentar kalian berarti banget buat aku yang masih pemula..
makaciii...😘
__ADS_1