Trail LOVE

Trail LOVE
50. Gombal


__ADS_3

Setelah makan malam seperti biasa Bayu memasuki ruang kerjanya sedangkan Kenan dan Thalita memilih untuk ke taman yang ada di dalam rumah Thalita. Mereka berbincang, bercanda dan tertawa. Sesekali mereka saling tatap dan berpegangan tangan. Senyum mengembang tak henti-hentinya dari bibir mereka.


"Ken, gimana kamu sama Ayah..."


"Sstt... tenang aja. Semua baik-baik aja"


"Masa?? Kok bisa? Kamu ngelakuin apa emang?


"Rahasia.." jawab Kenan sambil menunjukkan gigi putihnya.


Thalita memandanginya heran. Raut wajahnya masih menunjukkan rasa ketidakpuasan dengan jawaban Kenan karna masih penasaran namun Kenan enggan menceritakannya. Menurutnya itu hal yang membuatnya malu untuk itu sebaiknya Thalita tidak perlu tahu.


"Sudahlah, kita lupain masalah kemarin. Yang penting sekarang kita bisa lanjutin hubungan kita" jelas Kenan sambil menggenggam tangan kekasihnya itu.


Thalita menatap bintang-bintang dilangit. Menghirup dalam-dalam udara malam lalu mengeluarkannya. Hatinya begitu lega, tidak ada lagi yang mengganjal dalam hatinya. Orang yang selalu ada difikirannya kini ada didepan matanya. Dinginnya udara malam menjadi hangat karna genggaman tangan Cintanya itu.


Kenan tak henti-hentinya memandangi wajah kekasihnya itu. Menurut Thalita bintang malam ini sangat indah, namun menurut Kenan wajah Thalita lah yang lebih indah.


"Kamu tuh kenapa sih..?" tanya Kenan


"Hah?? Kenapa gimana? Kamu tuh yang kenapa, dari tadi aku lagi diem ko" jawab Thalita yang terkejut dengan pertanyaan Kenan. Sehingga membuat perdebatan kecil.


"Yaa kamu kenapa, aku tuh bingung sama kamu"


"Yaa kenapa apanya? Aku juga bingung maksud kamu apa!!"


"Yaa kenapa kamu cantik banget"


"Dihh... dihh... gombal hahahaa.....belajar gombal dari mana kamu, hahahhaaa..."


"Eh.. kok gombal sih. Aku serius Thal.. kamu itu saaaangat cantik. tuhh liat bulan bintang aja ngga bisa ngalahin kecantikan kamu"


"Yaiyalah...aku kan manusia mana bisa dibandingin ma bulan bintang. Udahlah Ken, muka kamu tuh ngga cocok tau buat ngegombal hahhaaa..."


"Hemm...oke. coba liat muka aku. Ehem.."


Kenan berpindah posisi hingga posisi mereka saling berhadapan.


"Liat yaa.. kamu perhatiin wajah aku baik-baik dari mata, hidung dan bibir. Aku cocoknya jadi apa?" ucap Kenan sambil menegakkan tubuh dan wajahnya.


Thalita menatap Kenan namun ia tak bisa menahan tawanya. Dia tertawa melihat posisi Kenan.


"Aishh.... ayolah serius Thal. Fokus.."


"Hahhaaa.... sorry...sorry.. abis nya kamu lucu, kamu tuh kaya lagi mau buat foto KTP tau ngga hahhaha..."

__ADS_1


"Oke. Aku akan menutup mata, supaya kamu bisa fokus"


Kenan hanya bisa menghela nafasnya panjang, lalu kembali keposisi semula dan memejamkan matanya.


Thalita pun mencoba menenangkan diri dan menahan tawa nya. Dia mulai fokus memperhatikan wajah Kenan, menjelajahi setiap lekukan wajahnya. Tak ada celah yang terlewati dari penjelajahan matanya. Semakin fokus Thalita seperti terhipnotis. Detakan jantungnya menjadi tak karuan. Entah apa ada magnet dalam diri Kenan, sehingga Thalita ingin sekali mendekatkan wajahnya ke wajah Kenan.


Thalita mengangkat tangannya dan mengusap lembut wajah Kenan dengan jemarinya. Kenan membuka matanya karna merasakan sentuhan jemari tangan Thalita yang menjelajahi wajahnya.


Kenan tertegun karna melihat wajah Thalita yang sudah begitu dekat dengan wajahnya. Mereka berdua terdiam seribu bahasa. Saling bicara hanya melalui tatapan mata, diiringi degupan jantung yang seirama. Lama kelamaan wajah mereka saling mendekat hingga akhirnya mereka menyatukan bibir mereka.


"Ehem..." Bayu berdehem setelah tak sengaja melihat adegan dua anak muda itu.


Thalita dan Kenan tersadar mendengar deheman Bayu. Mereka terperanjat dan menjadi salah tingkah.


"Ehh... Ayah" sapa Thalita gugup dia hanya bisa mengutuk dirinya dalam hati. Bayupun menjadi ikut salah tingkah karna melihat adegan yang seharusnya tak dilihat.


"Hemm.. udaranya segar" ucap Bayu sambil meregangkan otot-otot tangannya karna lelah. Sebenarnya bukan karna lelah tapi karna menutupi malu nya. Malu karna melihat adegan sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


"Oh iya.. Ken, aku mau buat Hot Chocolate, kamu mau ?" tanya Thalita


"Ahh..boleh" jawab Kenan


"A-ayah mau juga?"


Thalitapun beranjak dari duduknya dan melangkah kedapur untuk membuatkan minuman. Tinggallah Bayu dan Kenan disana. Bayu menghampiri Kenan dan duduk dikursi. Kenan menjadi salah tingkah saat Bayu menatapnya dingin.


Tak ada obrolan dari keduanya. Suasana serasa canggung Kenan pun tak berani untuk menatap calon mertuanya itu.


Kedatangan Thalita dan Bi Een yang membawa minuman itu membuyarkan suasana canggung antara mereka. Thalitapun duduk diantara mereka.


"Silahkan dinikmati Coklat panasnya.." ucap Bi Een sambil menaruh cangkir berisi Coklat panas dimeja.


"Terima kasih Bi" ucap Kenan


"Sama-sama Den..."


Bayu meraih cangkirnya dan meminum coklat panas itu diikuti oleh Kenan dan Thalita.


"Jadi... kapan kalian menikah" tanya Bayu dengan nada tegas setelah meletakkan cangkirnya dimeja.


"Hah.. emmm.. secepatnya Om. Tinggal menentukan tanggalnya saja. Aku menunggu Thalita siap" dengan rasa gugup Kenan menjawab.


Meski Kenan dan Thalita sudah hampir menikah, namun ini adalah pertama kalinya dia berada disituasi seperti ini. Situasi yang berbeda. Jika sebelumnya mereka menikah atas paksaan Orang tua.


"Untuk apa menunggunya. Kau ini kan laki-laki harus punya keputusan. Kemarin saja harus dipaksa baru dia mau menikah. Sekarang kalian saling mencintai kan?? Lalu tunggu apa lagi?" Tegas Bayu, membuat Kenan semakin gugup

__ADS_1


"Ayah.. kaki Lita aja belum sembuh" jawab Thalita


"Mau tunggu sampai kapan.. kalian kan bisa Nikah dulu resepsi bisa nanti. Yang penting kalian sudah sah menjadi suami istri. Jadi kalian bisa bebas melakukan apa saja" tegas Bayu


Kenan menunduk karna Bayu meliriknya. Sepertinya Bayu kesal dengannya karna kejadian ciuman tadi.


"Ayah..."


"Kenapa dari tadi kamu terus yang bicara. Kamu ini perempuan. Bagaimana denganmu, kau ini benar-benar mau menikahinya atau tidak??" ucap Bayu kepada Thalita lalu beralih kepada Kenan


"Mau kok Om. Kami juga sudah membicarakan ini, dan Kami sudah sepakat kalau pernikahannya menunggu kaki Thalita sembuh" jawab Kenan


"Iya Ayah.. Lita kan perempuan. Lita pengen dong terlihat sempurna diacara pernikahan Lita. Ini moment penting seumur hidup. Ayah ngerti kan?" sambung Thalita


"Hahh... yasudahlah. Terserah kalian saja" ucap Bayu lalu mengambil cangkirnya dan meminum sisa coklat panasnya


"Trus...Ayah sendiri gimana? Kapan Ayah nikahin tante Vina"


"Oh..itu.. emm... yaa gampanglah.. nanti juga ada saatnya kami menikah"


"Ayah.. ngga bisa gitu dong. Itu PHP namanya. Harusnya kalau Ayah udah lamar dia yaa harus secepatnya dinikahin, kalau kaya gini ngegantung namanya. Kasian loh tante Vina"


"Betul Om. Perempuan itu susah ditebak Om. Apalagi kalau dia marah. Dia akan diam seribu bahasa, ngga akan mau ngomong sama kita walaupun ngga tau kesalahan apa"


"Ehh... mana ada orang marah karna ngga ada kesalahan. Cowo aja yang ngg peka!!"


"Ahhh....pantes aja. Sudah beberapa hari ini tingkahnya aneh" ucap bayu dalam hati


"Kenapa ngga Ayah dulu aja yang nikah. Sambil nunggu kaki Lita sembuh, iya kan Ken?"


"Iya Om. Dia ngga mau memiliki adik setelah mempunyai anak" ucap Kenan, namun langsung mendapat cubitan dari Thalita


Bayu diam dan menganggukkan kepalanya. Ada benarnya juga ucapan Kenan.


"Hemm.. Ken, sudah malam. Pulanglah..putriku harus istirahat"


"Kenapa? Kau belum puas bersamanya? Maka dari itu cepatlah menikah, dia akan menjadi milikmu selamanya. Namun selama kau belum menikahinya, dia bukanlah milikmu" ucap Bayu lalu masuk kedalam dan meninggalkan mereka.


Kenan mendengar itu seraya mendapatkan bom atom yang hendak meledakkan dirinya. Dia begitu tercengang dengan perkataan Bayu. Sejujurnya Kenan pun tidak sabar ingin segera memiliki Thalita seutuhnya, namun apa daya.. Impian paling indah bagi wanita adalah menjadi seorang pengantin yang paling cantik dan sempurna. Dan Kenan bertekad untuk mewujudkannya.


.


.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2