
Hari ini Kenan meminta Thalita datang kekantornya. Setelah perjanjian di Cafe kemarin, Kenan merasa harus membuat kontrak perjanjian. Ia takut Thalita tidak menepati janjinya.
Siang ini pun seusai mengikuti mata kuliahnya Thalita bergegas pergi menuju kantor Kenan. Sebenernya Thalita sangat malas dengan perjanjian ini. Tapi mau tidak mau dia harus ikuti karna kalau tidak rencana nya pasti akan gagal.
Dengan mobil sportnya Thalita melaju, hari ini jalanan ibu kota begitu lenggang sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke gedung Azzura Corp.
Thalita memberhentikan mobilnya tepat didepan pintu Lobby, dan memberikan kunci kepada Security yang berjaga. Semua mata yang ada di Lobby gedung itu tertuju kepada Thalita yang baru saja masuk.
Thalita yang saat itu memakai kaos oblong berwarna putih, celana blue jeans robek robek dan sepatu kets dengan rambut digerai membuat mata yang melihatnya tak berkedip.
Meskipun tomboy tapi Thalita sangat enak untuk dilihat karna parasnya yang sangat cantik meski berpakaian seperti itu sikap Thalita yang begitu santun menambah kesan manis dan memancarkan wanita yang anggun.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa Kami bantu" sapa salah satu receptionist yang sedari tadi melihat Thalita kagum.
"Siang.. Saya Thalita, Saya ada janji dengan Kenan. Bisa antar Saya keruangannya" jawab Thalita kepada Receptionist yang masih tak berkedip menatapnya.
"Baik. Mohon ditunggu sebentar Saya hubungi sekertarisnya terlebih dahulu" ucap Receptionist itu. Dia pun menelfon sekertarisnya untuk memberitahukan bahwa ada tamu untuk Kenan.
Tak lama kemudian Tika sekertaris kenan pun datang, ia mencari tamu Bosnya itu namun yang dia lihat hanya Thalita yang sedang duduk di Sofa tunggu. Tika yang melihat Thalita pun dalam hatinya bergumam "masa iya itu tamunya Pak Kenan, pakaiannya aja seperti itu" Tika pun berlalu melewati Thalita dan menghampiri Dewi Receptionist.
"Dewi, dimana tamu nya Pak Kenan" tanya Tika kepada Receptionistnya.
__ADS_1
"Itu bu, yang duduk di Sofa tunggu" jawab Dewi sambil menunjuk kearah Thalita
"Hahh... dia ?? Perempuan seperti itu mencari Pak Kenan? Siapa dia?" Ucap Tika dengan suara berbisik
"Mungkin pacarnya Pak Kenan kali Bu" bisik Dewi Receptionist itu
"Hushhh... jangan sembarangan. Mana mungkin Pak Kenan suka sama perempuan model begitu. Masih cantikan juga Saya" ucap Tika sambil berlalu meninggalkan Receptionist.
"Permisi, Saya sekertarisnya Pak Kenan. Saya diminta Pak Kenan untuk menjemput Anda, mari ikut Saya" ucap Tika yang langsung berjalan menuju Lift dan diikuti oleh Thalita.
Tok..tok..tok.. Tika mengetuk pintu Ruangan Kenan dan membukakan pintu untuk Thalita.
"Silahkan duduk" ucap Kenan yang masih berkutik dengan laptopnya. Entah apa yang dia kerjakan yang jelas dia hanya berpura-pura sibuk agar tidak terlihat gugup. Karna sejujurnya Jantungnya berdebar saat melihat Thalita.
"Sorry gw ngga bisa lama-lama, jadi kalo lo masih sibuk gw cabut aja" ucap Thalita sambil berdiri hendak pergi
"Eehhh jangan.. oke aku sudah selesai" jawab kenan, Thalita pun duduk kembali di sofa.
"Ini.. silahkan dibaca dan ditanda tangani" kenan menyerahkan surat perjanjian. Thalita menerimanya dan membaca isinya.
"Apa-apaan nih.. ngga ada ya begini-ginian" Thalita kesal setelah membaca isi surat perjanjian itu dan merobeknya.
__ADS_1
Bagaimana tidak..Thalita merasa dimanfaatkan. Kenan yang melihat itu pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Baik..karna kau sudah merobeknya itu artinya perjanjian kita batal, dan aku juga tidak perlu repot-repot menjadi pacar pura-pura kamu" ucap kenan sambil senyum sinis.
Thalita pun terdiam, dia memejamkan mata dan memikirkan perjodohannya.
Dia pun berbicara dalam hatinya bagaimana jika dia tidak menjalankan rencananya ini, bagaimana jika perjodohan ini tidak dapat dibatalkan. Sepertinya kali ini Thalita menyerah karna hanya Kenan lah yg bisa membantunya. Dia pun mau tak mau menerima kesepakatan ini.
"Ahh SIAL!!.... Baiklah aku terima kesepakatan ini" ucap Thalita dengan terpaksa
Akhirnya mereka berdua pun telah menandatangani surat perjanjian itu. Thalita benar-benar tidak punya pilihan. Sedangkan kenan senangnya bukan main karna berhasil bisa bertemu Thalita setiap hari.
"Baiklah...Ayo kita makan siang" kenan pun mengajak Thalita keluar untuk makan siang.
"Emang harus banget ya dimulai hari ini? Ngga bisa besok gitu" tanya Thalita
"Tidak bisa, ini bagian dari PENYESUAIAN. Kita harus membiasakan diri untuk lebih dekat agar tidak canggung didepan Ayahmu nanti" jawab Kenan meyakinkan Thalita.
Thalita pun berfikir ada benarnya juga. Kalau mereka canggung Ayahnya pasti akan curiga. Setidaknya mereka harus saling kenal lebih dekat agar lebih meyakinkan Ayahnya bahwa Kenan benar-benar kekasihnya.
.
__ADS_1
.
...----------------...