
Hari ini Thalita sudah diperbolehkan pulang. Cervical coral juga sudah terlepas dari lehernya, bahkan lengannya sudah tidak memakai Arm sling lagi. Hanya saja Thalita masih belum bisa banyak bergerak ditambah kakinya yang masih dibalut gips sehingga dia harus berjalan memakai tongkat.
Dirumah sang Ayah sudah menunggu kedatangan Putri tercinta nya. Matanya berbinar saat melihat mobil mewah memasuki gerbang dan terparkir di halaman rumahnya.
Bayu, Vina dan Bi Een serta Mang Asep dan yang lainnya menyambut kedatangan Thalita dengan suka cita. Kenan menggendong Thalita dan membawanya masuk kedalam.
Sebenarnya Thalita malu karna Kenan tidak memberinya kesempatan untuk berjalan sendiri. Bahkan saat dirumah sakit mereka sempat berdebat karna Thalita yang menolak digendong. Thalita ingin menciba membiasakan berjalan dengan tingkatnya, namun apalah Thalita yang tidak bisa apa-apa saat ini hingga tidak bisa menolak perlakuan Kenan.
Thalita disambut dengan senyuman dari orang-orang yang ada dirumah itu. Mereka seperti menantikan kehadiran Tuan Putri yang sudah lama tak kembali.
Karna semua mata tertuju pada Thalita, Thalitapun tak bisa menahan malunya.
"Ken..kenapa ngga biarin aku jalan sendiri aja sih..? Malu tau diliatin.. tuh liat mereka senyum-senyum ngga jelas gitu" bisik Thalita
"Biarkan saja. Lagipula kakimu kan masih sakit. Mereka pasti memakluminya"
"Trus gunanya tongkat buat apa?"
"Sudah jangan protes"
Sungguh sikap Kenan benar-benar membuatnya malu. Saking malunya Thalita menyembunyikan wajahnya didada Kenan karna tidak berani menyapa Orang rumah yang sudah menyambutnya.
Kenan mendudukan Thalita di sofa ruang keluarga. Bayu dan Vina menghampiri. Vina duduk disebelah Thalita mengusap lembut rambutnya dan melayangkan senyuman. Thalita membalas senyumnya.
Bayu memeluk Thalita erat. Rindu..itulah yang dirasakan Bayu. 2minggu lamanya Thalita dirawat dirumah sakit Bayu sama sekali tidak merawatnya, bahkan menjenguk saja hanya beberapa kali karna keadaan mereka yang tidak baik.
__ADS_1
"Ayah..Lita kangen..." ucap Thalita saat Bayu memeluknya.
"Ayah lebih lebih kangennya sama kamu.." jawab Bayu lalu melepas pelukannya dan mencium pipi Thalita.
"Ken, terima kasih banyak karna kau sudah mau menjaga Thalita selama dirumah sakit, sampai-sampai kau mengabaikan pekerjaanmu" ucap Bayu
"Tidak perlu berterima kasih Om, memang sudah sepantasnya Kenan menjaga Thalita" jawab Kenan tulus.
Bayu mengangguk dan tersenyum melihat ketulusan dari wajah Kenan. Dia sangat bersyukur Kenan bisa mencintai Thalita.
Diruang keluarga itu ramai seketika dengan perbincangan 4 orang itu. Sungguh kedatangan Thalita membuat suasana rumah yang semula redup menjadi terang. Hingga Thalita memutuskan untuk beristirahat karna rasa kantuknya yang datang, mungkin efek dari obat yang diminumnya.
Seperti biasa Kenan menyodorkan diri untuk membantunya masuk kekamar dengan menggendongnya. Thalita sempat menolak namun bisa apa, semua celotehnya tak dihiraukan oleh Kenan. Bayu dan Vina hanya tertawa renyah melihat perdebatan mereka.
"Tidurlah..." ucap Kenan yang duduk disisi tempat tidur sambil merapikan rambut Thalita yang menempel diwajahnya.
"Kamu mau pulang?" tanya Thalita
"Emm..aku mau kekantor sebentar" jawab Kenan setelah sedikit menganggukan kepalanya
"Emm..oke" Thalita mengangguk.
Sejenak mereka terdiam, Thalita heran melihat Kenan yang belum beranjak dari duduknya. Kini mata mereka beradu pandang, Thalita yang menyadari tatapan Kenan itu hanya bisa menelan saliva nya tanpa bisa berkata apa-apa.
Lama mereka saling tatap membuat Thalita menjadi salah tingkah. Kini semakin gugup saat Kenan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirnya. Thalita tertegun matanya menatap lekat wajah Kenan.
__ADS_1
Kenan mengusap bibir lembut Thalita dan menarik dagunya hingga bibirnya terbuka lalu melancarkan aksinya lagi. Kali ini bukan sekedar kecupan tapi mengarah pada ciuman, namun Baru saja Kenan melancarkan aksinya, suara ketukan pintu mengejutkan mereka.
Tok..tok..tok...
"Non..ini bibi bawakan tongkatnya"
"Iya bi, masuk aja" teriak Thalita setelah Kenan menjauhkan bibirnya.
Bi Een masuk dan meletakkan tongkat untuk Thalita. Sementara Kenan dan Thalita nampak salah tingkah dan senyum-senyum sendiri hingga membuat Bi Een yang melihatnya bingung sendiri.
Bi Een keluar sambil memperhatikan seluruh tubuhnya.
"Apa ada yang salah yah dengan baju ini, kok Saya merasa mereka menertawakanku" gumam Bi Een
Kenanpun pamit, dan membiarkan Thalita beristirahat.
"Jangan rindu aku yaa.." ledek Kenan dengan senyum jahilnya.
"Ihh...ngga usah kepedean. Udah sana ahh.."
.
.
...----------------...
__ADS_1