
Hi kakak...
Aku balik lagi nih..
Maafkan Aku yaa Up nya kelamaan..
Semoga masih belum bosen baca ceritanya..
🥰🥰🥰
...----------------...
...****************...
Sudah lewat dua hari semenjak kejadian hari itu, dimana Thalita yang mabuk dan ingin kabur dari kemarahan Ayahnya.
Setelah kejadian itu Ayahnya mengajak Kenan bicara empat mata dan meminta Kenan untuk mempercepat pernikahannya. Ayahnya ingin ada orang yang selalu menjaga Thalita dan bisa merubah Thalita menjadi wanita yang berperilaku baik.
Bayu sadar betul, perilaku Thalita seperti ini tentulah berawal dari dirinya yang kurang meluangkan waktu untuk putrinya itu. Sehingga Thalita menjadi kesepian dan mencari kesenangan diluar. Namun tak disangka ia menjadi liar dan melakukan hal-hal yang dilakukan oleh anak laki-laki.
Mendengar pernyataan Bayu, Kenan mengangguk setuju. Kenan menetapkan tanggal pernikahannya tanpa meminta persetujuan dari Thalita. Itupun keinginan Bayu, karna jika harus menanyakan Thalita terlebih dahulu Bayu khawatir Thalita akan mengulur waktu.
Mendengar keputusan ini Thalita pun hanya bisa menyetujuinya karna memang ini bukanlah sebuah pertanyaan yang harus ia jawab, melainkan sebuah informasi yang harus ia ketahui sehingga apapun jawabannya tak akan mempengaruhi keputusan Kenan.
Hari ini Kenan menjemput Thalita dikampus, dia ingin mengajaknya ke Wedding Organizer untuk memilih tema apa yang akan dipakai nanti.
Setelah mendapat telfon dari Kenan, Thalita berpamitan kepada Safira dan Winda yang saat itu bersamanya.
Thalita mencari keberadaan Kenan didepan kampusnya namun tidak ada. Thalita membuka layar ponselnya untuk menghubungi Kenan.
"Kamu dimana? Aku udah didepan" tanya Thalita
"Aku dimini market seberang kampusmu. Kemarilah" jawab Kenan sambil melambaikan tangannya kepada Thalita
Dengan bibir yang cemberut Thalita mengakhiri percakapannya dengan Kenan.
"Hahh...ribet banget si" gumam Thalita
Dengan muka kesalnya Thalita melangkah hendak menyebrang menghampiri Kenan yang ada dimini market itu.
"Thalita awas.." teriak Revan sambil berlari dan menarik kencang lengan Thalita hingga mereka berdua terjatuh.
Thalita begitu syok melihat mobil yang melaju kencang hampir menabraknya.
"Woyyy....brenti lo" teriak Revan, namun mobil itu sudah melaju dengan kencang.
__ADS_1
Kenan yang menyaksikan dari sebrang langsung berlari menghampiri Thalita.
Kenan mengingat Plat nomor mobil itu. Lalu menghubungi Axelle melalui ponselnya dan memerintahkan untuk menyelidiki pemilik mobil itu.
"Thal, lo ngga apa-apa kan?" tanya Revan
Kenan yang melihat keadaan Thalita, tanpa bertanya langsung menggendongnya ala bridal style dan membawanya kedalam mobilnya.
"Aku akan membawanya pulang, soal pemilik mobil itu aku sedang menylidikinya" ucap Kenan kepada Revan
"Oke... tolong jaga dia baik-baik" pinta Revan
"Memangnya kau siapa memerintahku seperti itu, tanpa kau minta aku pasti menjaganya" tegas Kenan lalu melangkah pergi meninggalkan Revan
"Hemm...iya juga yaa..dia kan calon suaminya. salah lagi aja gua ngomong" gumam Revan sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, lalu melenggang pergi.
Kenan menggenggam tangan Thalita dan mengecup keningnya mencoba memberikan ketenangan kepada Thalita. Setelah dirasa cukup tenang Kenan melajukan mobilnya kesebuah Restauran untuk makan siang. Kenan pun membatalkan janji dengan pihak Wedding Oragnizer karna kejadian hari ini.
Kini sampailah mereka disebuah Restauran Seafood ternama dengan nuansa pemandangan yang indah. Kenan memilih tempat duduk yang nyaman dan dekat dengan kolam air mancur yang dikelilingi bunga-bunga.
"Kamu kenapa? Masih memikirkan kejadian tadi?" tanya Kenan yang melihat Thalita termenung sambil menggenggam telapak tangannya
"Hufhh... aku ngga abis pikir. Itu mobil kayanya sengaja banget mau nabrak aku" ucap Thalita heran.
Thalita pun menuruti ucapan Kenan, ia melahap makanannya dengan tenang sambil sesekali melirik Kenan yang terus menatapnya sambil tersenyum membuatnya salah tingkah.
"Kenapa ngga makan.. emang bisa kenyang ngeliatin aku makan?" ketus Thalita yang merasa risih dengan tingkah Kenan yang terus menatapnya.
Namun Kenan terus menatapnya tanpa menggubris ucapan Thalita.
"Please Ken... jangan liatin aku terus napa sih.. risih tau!!" ucap Thalita lagi
"Kenapa? Ini mata aku, terserah aku dong" ledek Kenan
"Yaudahlah.. aku ngga mau makan lagi. Dah ngga selera" sambung Thalita kesal sambil meletakkan sendoknya dengan kasar.
Melihat raut wajah Thalita, Kenan mengalah dan melepaskan pandangannya dari wajah Thalita.
"Oke..oke.. mari makan" ucap Kenan
Kini mereka berdua makan dengan khidmat, Sup udang berhasil membuat mood Thalita membaik.
Ponsel Kenan berdering disela makan mereka. Kenan melihat kelayar ponsel yang bertuliskan Axe, dengan cepat ia menghabiskan makanan yang ada didalam mulutnya dan menengguk air putihnya.
"Em..bagaimana?" tanya Kenan
__ADS_1
"_____"
"Baiklah, pantau terus jangan sampai hilang. Kita lanjutkan lagi nanti dikantor"
Seperti biasa, tanpa pemberitahuan Kenan langsung menutup telfonnya. Kenan tidak ingin Thalita mengetahui tentang Disya. Kenan ingin menyingkirkan Disya terlebih dahulu sebelum Thalita mengetahuinya.
"Kenapa? Serius banget mukanya" tanya Thalita karna mihat raut wajah Kenan yang seperti sedang menahan marah.
"Emm..biasa, masalah kantor. Habiskan makananmu setelah ini aku antar kamu pulang. Aku harus kembali kekantor" jawab Kenan
Thalita mengangguk perlahan dan melanjutkan menyantap sisa makanannya.
Kenan kembali kekantor setelah mengantar Thalita kerumahnya. Expresi wajahnya begitu penuh amarah setelah mendapatkan kabar dari Axelle tentang pemilik mobil yang berusaha menabrak Thalita.
"Brengsek...perempuan itu sepertinya belum jera setelah kuasingkan"
Diruangan itu terdengar suara gebrakan meja. Kenan begitu marah saat mengetahui Disya lah yang berencana mencelakai Thalita. Bukan hanya itu, mungkin Disya juga berencana ingin membunuh Thalita.
"Lalu bagaimana selanjutnya Bos? Mau kau apakan perempuan itu? Anak buahku sudah bersiap?" tanya pria bertubuh tegap itu yang tak lain dia adalah Axelle, asisten pribadi Kenan.
"Biarkan saja dulu.. kita harus atur strategi karna hari ini dia gagal dia pasti akan melakukannya lagi dengan cara yang lain.." jawab Kenan dengan tatapan yang sulit diartikan
"Kerahkan anak buahmu untuk mengawasinya setiap detik. Jangan sampai kalian lengah..." sambung Kenan
"Siap Bos..ada lagi?"
"Ah..satu lagi. Pilih beberapa anak buahmu untuk menjaga Thalita secara diam-diam jangan sampai lepas dari pandangan kalian sedetikpun. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya" sambung Kenan lagi
"Siap Bos.."
"Laporkan kepadaku kegiatannya, dia pergi kemana dan bertemu siapa saja. Kalian mengerti..!!"
"Baik Bos.. hari ini juga Aku akan memerintahkan mereka"
"Bagus..sekarang pergilah. Aku ingin istirahat. Katakan juga kepada Tika kalau aku tidak ingin diganggu"
"Oke..istirahatlah"
Setelah Kenan memberi perintah kepada Axe, Axe pun keluar dari ruangannya. Kenan memikirkan strategi untuk memberi pelajaran kepada Disya.
.
.
...----------------...
__ADS_1