Trail LOVE

Trail LOVE
92. Cemburu buta Kenan


__ADS_3

"Tidak.. tidak.. aku tidak boleh terpancing begitu saja. Disya pasti sengaja melakukan ini untuk menghancurkan rumah tanggaku. Tapi siapa laki-laki itu.. Ahhh syiitt!!!"


Drrtttt...drttt...


Suara ponsel Kenan bergetar, dan terlihat nomor tanpa nama itu terpampang dilayar ponsel. Nomor yang sama dengan si pengirim pesan tadi yang tak lain adalah Disya.


"Mau apa kau menghubungiku?" ketus Kenan


"Bagaimana? Kau sudah lihat kan kelakuan istrimu disaat kau tidak ada"


"Aku tidak perduli dengan informasimu itu, kau tidak akan pernah bisa menghasutku"


"Hahaha...yakin sekali. Baiklah kalau kau tidak percaya aku akan... halo..halo..halo!!"


Kenan memutuskan panggilannya begitu saja. Mantannya itu hanya membuat dirinya pusing. Ia lebih memilih untuk mengabaikan informasi itu walaupun otaknya terus berfikir kepada siapa laki-laki itu.


Dan seorang wanita terlihat kesal namun tersenyum devil karna sudah siap menjalankan aksinya. Entah kali ini apa lagi yang direncanakan Disya, yang jelas dia selalu mengambil kesempatan dan berusaha keras untuk memisahkan pujaan hatinya dari Thalita.


"Hemm..kamu lihat saja Ken, setelah ini kamu pasti akan marah besar?" tegas Disya dengan penuh penekanan.


Disya menghampiri Thalita dan teman-temannya yang sedang bersenang-senang.


"Hai..." Sapa Disya, membuat Thalita dan kawan-kawannya jengah.


"Ngapain lo kesini?" ketus Thalita


"Aku cuma mau nyapa aja kok, bukan cari keributan" jawab Disya


"Annyway, kamu cantik banget malam ini dengan gaun itu, ngga seperti biasanya yang cuma pakai celana robek dan kaos oblong?" sambung Disya mengomentari penampilan Thalita malam ini


"Jelaslah.. ini hari istimewa. Udah dehh sana pergi, lo ngga diundang disini..hushh..hushh..." jawab Thalita, lalu mengusir Disya.

__ADS_1


"Emm..oke aku akan pergi. Ahh aku bari sadar kalian romantis banget, selamat ya..akhirnya dua hati bersatu juga. Semoga jalan yang kalian pilih tidak salah" ucap Disya kepada Revan dan Winda


"Iya makasih. Ini jalan terbaik buat kita karna apa? karna kita saling mencintai" jawab Revan, sedangkan Winda sama sekali tidak membalas.


Winda dan Safira lebih memilih diam, mereka malas untuk meladeni ulet bulu itu. Sedang Clara memilih diam karna ia sama sekali tidak mengenal Disya.


"Udahlah Disya, ngapain sih lo ikut campur. Lo mending pergi deh cepetan" Ujar Thalita yang mulai menampakkan wajah emosi nya.


"Emm...oke. Selamat bersenang-senang ya" jawab Disya seraya mebalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan mereka dengan senyum yang mengembang tanda kemenangan


Sending message..


Disya mengirim pesan setelah pergi dari kelompok Thalita yang menurutnya manusia manusia norak dan kampungan. Wajahnya begitu senang, ia yakin rencananya kali ini akan berhasil.


Cliiing..


Kenan mengangkat ponselnya yang terletak dimeja kerja nya setelah terdengar suara notif pesan dari ponselnya.


Bughh.. kenan mengepalkan tangannya dan memukulkan ke meja kerjanya setelah mendengarkan rekaman suara dari Disya.


Fikirannya kacau membayangkan obrolan Disya dengan istrinya dan juga suara laki-laki. Disya memang pintar, ia mendominasi seolah-olah obrolan itu hanya antara Thalita dan seorang laki-laki. Tanpa diketahui bahwa sebenarnya yang terjadi adalah antara Thalita dan teman-temannya. Dan ucapan selamat itu ditujukan untuk Revan dan Winda.


 


Disebrang sana seorang laki-laki sedang termangu sambil ******* ***** jemarinya. Wajah tampannya terlihat menyeramkan.


"Axe..Axe..Axelle.." teriak Kenan kepada assistennya, membuat seluruh karyawan yang mendengarnya gemetar ketakutan.


"Ahhh sial..kemana dia pergi" Kenan kembali masuk keruangannya, tangannya meraih ponsel dan mencari nama Axe disana.


Axelle sedang visit ke Hotel Victory. Hotel milik Mr. Edward client Kenan di Amerika. Seharusnya Kenan yang meneui Mr. Edward, namun pekerjaannya pun tidak bisa diabaikan dan harus segera diselesaikan.

__ADS_1


Proyek ini sangat besar oleh karna itulah Kenan harus tinggal di Amerika beberapa bulan. Sebenarnya ia tidak ingin berlama-lama tinggal disana tapi karna ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal. Awalnya ia ingin mengajak istrinya ikut bersamanya, namun sayangnya Thalita sebentar lagi akan menghadapi Ujian akhir yang menentukan lulus atau tidak.


Baru saja Axe bernafas lega setelah menemani Mr. Edward berkeliling dan memberikan beberapa pertanyaan yang menguras otaknya. Ponselnya berbunyi ada panggilan dari Bos nya. Dengan malas ia menjawab telfon dari Bosnya itu.


"Halo bos.."


"Kau dimana Hahh..?? kenapa tidak izin kepadaku kau mau pergi?"


"Saya sedang di Hotel Bos, bukankah tadi kau yang memintaku untuk memeriksa Hotel"


"Sudah jangan banyak bicara, sekarang siapkan pesawat jet aku ingin kembali ke Indonesia sekarang juga"


"Tapi Boss.."


"SEKARANG!!!"


Axe menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar teriakan Bossnya yang begitu menusuk ditelinganya.


"yaa Tuhan cobaan apa lagi ini. Tadi dia yang memintaku untuk ke Hotel, sekarang dia menyalahkanku karna pergi. Jelas-jelas dia mengetahui kapan aku pergi.." ucap Axe sambil membuang nafasnya dengan kasar.


Sesampainya dikantor Axe langsung menemui Bosnya dengan tergesa-gesa.


"Bos ada apa?" tanya Axe saat baru saja masuk kedalam ruangan Kenan


"Apa kau tuli hah!!" teriak Kenan kepada anak buahnya yang saat ini menjengkelkan menurutnya.


"Bu-bukan begitu. Maksudku kenapa mendadak kau ingin kembali ke Indonesia. Apa ada masalah?" tanya Axe dengan nada yang sangat berhati-hati, takut kesalahan nantinya.


"Jangan banyak tanya, siapkan saja apa yang aku minta" tegas Kenan


"Lihat saja aku akan menghajar habis-habisan laki-laki itu" gumam Kenan, namun terdengar jelas ditelinga Axe

__ADS_1


"Laki-laki?" tanya Axe heran.


"Kerahkan anak buahmu dan cari tau siapa laki-laki ini" perintah Kenan sambil menunjukkan Foto yang dikirim Disya.


__ADS_2